fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Beta-carotene atau beta karoten adalah salah satu zat yang terdapat pada berbagai buah dan sayur. Zat ini nantinya akan berubah menjadi vitamin A pada tubuh. Jika Anda sering mengkonsumsi buah serta sayur, maka kebutuhan betakaroten Anda akan terpenuhi.

Informasi

Banyak orang mengatakan bahwa beta karoten adalah vitamin A. hal ini wajar saja mengingat zat tersebut akan berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. ada banyak sekali kegunaan atau manfaat dari zat yang satu ini untuk menangani berbagai masalah kondisi tubuh diantaranya adalah:

  • Diare
  • Penyakit jangka panjang
  • Penyakit liver
  • Penyakit pankreas
  • Gangguan malabsorbsi
  • Berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker lambung, kanker ovarium, kanker prostat, kanker kolorektal
  • Asma akibat aktivitas
  • Cystic fibrosis
  • osteoarthritis
  • Kulit terbakar matahari
  • Displasia serviks
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Fungsi lain dari zat ini adalah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi wanita yang tengah hamil. Hal ini juga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi ketika dalam masa kehamilan serta mencegah diare yang timbul pada pasca melahirkan.

Dosis

Jumlah kebutuhan vitamin A dapat berbeda pada setiap orang, kebutuhan tersebut didasarkan pada status reproduksi serta usia. Asupan zat beta carotene yang telah berubah menjadi vitamin A untuk anak usia 14 tahun keatas berkisar antara 700 sampai dengan 900 mikrogram (mcg) ekivalen aktivitas retinol (RAE) per hari.

Berdasarkan jumlah tersebut, Anda bisa menggunakan jumlah dosis yang tepat untuk memenuhi kebutuhan zat beta carotene tubuh Anda berdasarkan kandungan nutrisi yang ada pada kemasan. Umumnya, konsumsi beta karoten per harinya adalah 15 mg yang dapat dikonsumsi dengan 500 mg vitamin C, 400 unit vitamin E serta 80 mg zinc oksida.

Namun, untuk dosis beta karoten dapat disesuaikan dengan tujuan penggunaan maupun kondisi setiap orang. Untuk penderita erythropoietic protoporphyria, beta karoten yang dibutuhkan berkisar:

  • Remaja serta dewasa: 3-300 milligram (mg) atau setara dengan mengkonsumsi dosis 50.000-500.000 unit vitamin A.
  • Anak-anak: dosis yang diperkirakan untuk anak-anak berkisar 30-150 miligram atau setara dengan mengkonsumsi dosis sekitar 50.000-250.000 unit vitamin A.

Lebih baik untuk mengkonsultasikan penggunaan dosis beta carotene yang lebih tepat dengan dokter Anda.

Kontraindikasi

Setidaknya ada dua penyebab terjadinya kontraindikasi saat mengkonsumsi beta carotene. Kontraindikasi dibagi menjadi 2 yakni, interaksi dengan obat lain dan kelompok orang beresiko

Interaksi dengan Obat Lain

Suplemen herbal beta karoten dapat berinteraksi jika digabungkan dengan penggunaan obat lain. jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa sepengetahuan dokter. Hingga saat ini memang belum ada jenis obat yang berinteraksi dengan beta carotene dengan menimbulkan efek yang berbahaya atau serius. Namun, interaksi obat tertentu tetap dapat menimbulkan perubahan kerja beta carotene itu sendiri. Berikut beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan beta carotene:

  • Cholestyramine
  • Ethanol
  • Lutein
  • Orlistat
  • Verteporfin
  • Vitamin A

Kelompok Orang Berisiko

Beta carotene memang terbilang cukup aman untuk dikonsumsi selama dosis yang digunakan tepat dan tidak menggunakan obat lain yang dapat menimbulkan interaksi. Namun, ada beberapa kondisi kesehatan atau kelompok orang berisiko yang harus diperhatikan saat mengkonsumsi beta carotene.

Zat ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil maupun masih menyusui. Selain itu mengkonsumsi beta carotene juga harus diperhatikan untuk Anda yang seorang perokok karena dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar, prostat hingga paru-paru. Jadi lebih baik untuk tidak mengkonsumsi beta carotene jika Anda merupakan perokok.

Beta carotene juga dapat menyebabkan meningkatnya resiko kanker jika Anda memiliki kondisi terpapar asbes. Selain itu pastikan untuk tidak mengkonsumsi beta carotene tepat sebelum maupun setelah melakukan prosedur operasi untuk masalah arteri yang tersumbat.

Efek Samping

Mengkonsumsi beta karoten juga dapat menimbulkan efek samping, salah satunya adalah warna kulit dapat berubah menjadi kuning hingga jingga. Selain efek samping tersebut, beta carotene juga dapat menyebabkan:

  • Sendawa
  • Susah buang air besar atau sembelit
  • Diare
  • Pusing dan sakit kepala
  • Risiko terkena penyakit jantung koroner
  • Risiko kanker ginjal, kanker prostat, kanker paru-paru, serta risiko kanker perut
  • Nyeri sendi
  • Gangguan paru-paru
  • Nyeri otot
  • Gangguan perut dan usus
  • Gangguan penglihatan
  • Kolesterol meningkat

Mengkonsumsi beta karoten atau suplemen antioksidan dengan dosis yang tinggi dikhawatirkan akan meningkatkan resiko kematian dari berbagai penyebab. Oleh sebab itu pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan jumlah konsumsi obat yang tepat terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Cara Konsumsi

Cara konsumsi obat ini adalah dengan melihat keterangan pada kemasan selain itu ikuti pula petunjuk dari dokter. Suplemen ini memiliki 2 bentuk yakni tablet dan kapsul. Lebih baik untuk meminumnya dengan cara menelannya langsung. Jangan dibelah, dihancurkan atau mengkonsumsi dengan cara lain karena dapat mengurangi efektifitas kerja suplemen beta carotene.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis