fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Manfaat vitamin C antara lain:

  1. Membantu pembentukan pembuluh darah, tulang rawan, otot, dan kolagen yang sehat pada tulang
  2. Mempercepat proses penyembuhan
  3. Berfungsi sebagai antioksidan
  4. Membantu penyerapan dan penyimpanan zat besi dalam tubuh
  5. Mencegah defisiensi
  6. Menjaga daya tahan tubuh

Informasi 

Tubuh tidak dapat memproduksi vitamin ini sendiri. Oleh karena itu, Anda membutuhkan makanan sumber vitamin C untuk memenuhinya, seperti:

  1. Jeruk
  2. Buah beri
  3. Kentang
  4. Tomat
  5. Paprika
  6. Kubis
  7. Brokoli
  8. Bayam 
  9. Kiwi
  10. Stroberi 

Selain dari makanan di atas, kebutuhan Vitamin ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen oral, baik kapsul atau tablet kunyah. Vitamin ini termasuk obat kategori bebas sehingga bisa diperoleh di apotek terdekat. Suplemen ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan juga orang dewasa.

Dosis Vitamin C

Konsumsi vitamin C harus sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Dosis vitamin yang dianjurkan tergantung dari usia dan kondisi tubuh.

Dosis untuk Orang Dewasa

  1. Suplemen makanan: oral, IM (suntik ke otot), IV (infus ke pembuluh darah), subkutan yaitu 50-200 mg/hari.
  2. Pengasaman kemih: oral, IM, IV, subkutan yaitu 4-12 g/hari yang terbagi dalam 3-4 dosis.
  3. Defisiensi vitamin C: oral, IM, IV, subkutan yaitu 100-250 mg dalam sekali atau dua kali sehari selama minimal dua minggu.

Dosis untuk Anak-Anak

  1. Suplemen makanan: oral, IM, IV, subkutan yaitu 35-100 mg perhari.
  2. Pengasaman kemih: oral, IM, IV, subkutan yaitu 500 mg setiap 6-8 jam.
  3. Defisiensi vitamin C: oral, IM, IV, subkutan yaitu 100-300 mg/hari yang terbagi selama minimal dua minggu.

Kontraindikasi

vitamin-c-adalah

Ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan saat mengonsumsi Vitamin C, diantaranya sebagai berikut.

  1. Hati-hati saat mengonsumsi ini, terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit gagal ginjal, batu ginjal, diabetes, defisiensi enzim G6PD, dan hemokromatosis.
  2. Diskusikan dengan dokter saat mengonsumsi Vitamin C, jika Anda memiliki alergi pada makanan atau obat tertentu.
  3. Bagi sebagian orang, vitamin C bentuk minum ini menyebabkan batu ginjal, terutama jika dikonsumsi melebihi dosis, lebih dari 2000 mg per hari.
  4. Ketika akan menjalani tes gula darah atau tes sampel tinja, beritahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi vitamin ini. Sebab, kadar Vitamin C yang tinggi dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.

Interaksi dengan Obat Lain

Beberapa obat yang mungkin berinteraksi dengan Vitamin C adalah:

  1. Aluminium
  2. Obat kemoterapi
  3. Obat hormon estrogen
  4. Protease inhibitor
  5. Statin dan niacin
  6. Warfarin 
  7. Obat deferoxamine
  8. Pil KB dan fluphenazine
  9. Aspirin 

Tidak semua obat yang berinteraksi dengan Vitamin C disebutkan diatas. Untuk mencegah terjadinya risiko efek samping, sampaikan pada dokter semua produk yang Anda gunakan seperti obat resep/non resep dan herbal untuk diberikan dosis vitamin yang sesuai.

Jangan memulai, menghentikan, atau mengganti dosis yang diberikan dokter tanpa persetujuannya. Tidak hanya obat, interaksi vitamin ini juga terjadi dengan makanan tertentu, kebiasaan merokok tembakau, dan mengonsumsi alkohol. Beberapa kondisi kesehatan berikut juga memengaruhi kinerja vitamin ini.

  1. Masalah pada darah
  2. Diabetes mellitus type 2
  3. Kekurangan G6PD
  4. Batu ginjal, atau yang pernah menderita batu ginjal.

Kelompok Orang Berisiko

Tidak ada penelitian khusus yang menyatakan adanya risiko penggunaan vitamin ini terhadap ibu hamil dan menyusui. Meski demikian, sampaikan pada dokter kondisi Anda saat hendak menggunakan vitamin ini. Berdasarkan Food and Drugs Administrations (FDA), Vitamin ini termasuk dalam risiko kehamilan kategori C. Artinya, vitamin ini mungkin berisiko terhadap ibu hamil. Sementara, sejumlah studi menyatakan vitamin ini menimbulkan risiko yang minimal pada bayi jika dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Efek Samping Vit C

Penggunaan Vitamin C dapat menimbulkan efek samping bagi sebagian orang, seperti:

  1. Reaksi alergi, berupa gatal-gatal, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  2. Nyeri sendi
  3. Merasa lemah atau kelelahan
  4. Berat badan berkurang
  5. Nyeri di perut
  6. Menggigil
  7. Demam
  8. Keinginan buang air kecil meningkat
  9. Merasa sakit atau kesulitan saat buang air kecil
  10. Nyeri di bagian sisi atau bawah punggung
  11. Darah di air seni
  12. Mulas atau sakit perut
  13. Mual, diare, dan kram perut

Tidak semua efek samping penggunaan Vitamin ini disebutkan diatas. Segera konsultasi pada dokter jika mencurigai efek samping tertentu.

Cara Konsumsi

Minum Vitamin ini harus sesuai aturan yang tercantum pada label produk atau resep yang diberikan dokter. Jangan mengubah dosis, seperti mengurangi atau menambah tanpa persetujuan dokter. Biasanya, kecukupan Vitamin ini akan bertambah seiring bertambahnya usia. Perhatikan beberapa hal berikut saat mengonsumsi Vitamin ini.

  1. Minum air lebih banyak
  2. Untuk tablet kunyah, sebaiknya kunyah dulu baru ditelan.
  3. Vitamin C permen karet, dikunyah cukup lama dulu, baru dibuang.
  4. Vitamin C tablet, harus ditelan utuh. Tidak boleh dihancurkan, dikunyah, atau dipatahkan.
  5. Saat minum Vitamin C cair, harus ditakar sesuai dosis.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis