fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Flu babi adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia dan disebabkan oleh virus H1N1. Penggunaan nama flu babi bukan tanpa alasan. Hal ini karena virus flu babi memiliki gen yang hampir mirip dengan virus flu pada babi. 

Informasi

Flu babi umumnya disebarkan melalui babi yang berada di peternakan atau dokter hewan. Namun, pada kasus tertentu, virus flu babi dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Meski demikian, virus ini tidak dapat menular dari daging babi yang telah dimasak hingga matang.

Flu babi merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1. Seperti halnya virus flu lain, virus H1N1 ini sangat mudah menular, terutama antar manusia. Penularan H1N1 terjadi melalui udara saat penderita bersin. Bahkan, virus yang berada di udara dapat bertahan hidup di permukaan benda-benda seperti meja dan gagang pintu. Pertama kali muncul, virus H1N1 pada tahun 2009 dan teridentifikasi oleh para ahli sebagai kombinasi virus dari babi, burung, dan manusia. Penderita yang mengalami flu babi menunjukkan gejala-gejala seperti flu pada umumnya, yaitu batuk, hidung tersumbat, bersin, dan mata kemerahan.

Flu babi muncul didaerah Amerika Utara pada saat musim semi tahun 2009 dan menyebar dengan sangat cepat ke negara lain. Oleh karenanya, WHO menyatakan Juni 2009, flu babi sebagai penyakit pandemi dunia dan baru berakhir pada Agustus 2010. Kini, virus flu babi tergolong penyakit yang langka dengan persentase kematian yang rendah. 

Gejala

Flu babi cenderung menyerang anak-anak dibawah 5 tahun dan lansia berusia diatas 65 tahun. Namun, Anda dapat mengatasi penyakit ini dengan mengenali faktor risiko yang ada. Meskipun gejalanya mirip dengan flu biasa, flu babi sulit dideteksi. Berikut ini adalah gejala yang sering muncul dan dialami oleh penderita flu babi.

  • Demam mendadak diatas 38° celcius
  • Batuk (umumnya kering)
  • Radang tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau mengeluarkan ingus
  • Mata berair dan merah
  • Nyeri pada tubuh
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Diare
  • Mual dan muntah

Flu babi dapat mengakibatkan gejala neurologis, seperti kejang, kebingungan, dan perubahan kebiasaan kognitif pada anak. Pada situasi tertentu, gejala dapat memburuk dan menimbulkan komplikasi seperti:

  • Sesak napas
  • Pneumonia
  • Perubahan status mental
  • Kematian 

Apabila Anda termasuk golongan berisiko tinggi, segera periksa ke dokter dari awal kemunculan gejala terinfeksi flu babi.

Penyebab

Flu babi disebabkan oleh virus H1N1 yang merupakan gabungan gen virus flu influenza pada babi, burung, dan manusia. Penularannya sangat mudah dan cepat melalui udara saat penderita bersin, batuk, atau berkomunikasi dengan orang lain. Sebab, virus dapat menyebar dan bertahan di udara, air liur, dan partikel lendir pada tubuh. Tidak menutup kemungkinan juga, penularan terjadi apabila manusia melakukan kontak dengan babi yang terinfeksi, ketika wabah terjadi.

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena virus H1N1 adalah:

  • Usia: Bayi dan anak-anak balita lebih berisiko terserang flu babi. Selain itu, lansia berusia 65 tahun ke atas juga banyak mengalami penyakit ini.
  • Wanita hamil
  • Orang dengan kondisi kesehatan kronis, seperti asma, penyakit paru-paru, jantung, diabetes, ginjal, kelainan hati, dan kondisi neurologis
  • Orang dengan sistem imun yang buruk lebih rentan terkena infeksi virus H1N1
  • Bekerja sebagai dokter hewan
  • Bekerja di lingkungan peternakan yang terdapat babi

Diagnosis

Diagnosis flu babi diawali dengan pemeriksaan fisik untuk mengetahui gejala yang dialami pasien. Setelah itu, dokter akan menganjurkan pasien menjalani pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Rapid test dengan alat khusus untuk mendeteksi ada tidaknya virus flu babi
  • Kultur swab hidung dan tenggorokan untuk mengetahui jenis virus

Pemeriksaan lanjutan diatas hanya diberlakukan bagi pasien yang sudah menjalani rawat inap di rumah sakit, berisiko tinggi mengalami komplikasi, dan tinggal bersama orang yang berisiko terkena komplikasi flu.

Pengobatan

Jenis pengobatan yang akan diperoleh pasien berbeda-beda, tergantung gejala dan kondisinya. Bagi pasien dengan gejala ringan, berikut ini langkah pengobatannya.

  • Beristirahat yang cukup
  • Minum banyak air putih
  • Konsumsi obat pereda demam atau nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol

Sementara, bagi pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi, akan diberikan obat antivirus oleh dokter berikut ini.

  • Oseltamivir
  • Zanamivir
  • Peramivir
  • Zaloxavir 

Dokter tidak akan memberikan antibiotik karena tidak efektif untuk membunuh virus. Antibiotik dapat diberikan apabila pasien mengalami infeksi bakteri yang bersamaan dengan flu babi.

Pencegahan

Langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan virus flu babi adalah sebagai berikut.

  • Mendapatkan vaksin influenza, satu kali dalam setahun untuk membangun pertahanan tubuh terhadap virus H1N1
  • Tidak bepergian ke lokasi yang sedang mengalami wabah flu babi
  • Tetap tinggal di rumah apabila sedang sakit
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi suplemen
  • Rajin cuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70%
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu ketika sedang bersin atau batuk, dan buanglah tisu tersebut ke tempat sampah untuk mencegah penyebaran virus
  • Hindari kontak langsung dengan pasien flu babi.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis