fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Esofagitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan esofagus atau kerongkongan. Esofagus yaitu saluran yang dilalui makanan dari faring menuju lambung. Kondisi ini harus segera diatasi karena menimbulkan rasa tidak nyaman, menyebabkan gangguan menelan, dan luka pada esofagus atau ulkus. Esofagitis juga menyebabkan nyeri dada. Bahkan, pada beberapa kasus, Barrett’s Esophagus dapat terjadi dan berisiko kanker esofagus. 

Informasi

Penyakit esofagitis ini umumnya dialami oleh orang dewasa dan jarang ditemukan pada anak-anak. Jenis esofagitis yang paling umum adalah yang terkait GERD. Gejala GERD dapat terjadi setiap bulan pada orang tertentu.

Lama penyembuhan esofagitis berbeda-beda tergantung dari penyebab dan sistem kekebalan tubuh penderita. Seorang penderita esofagitis dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, dapat sembuh setelah mendapatkan pengobatan selama 2-4 minggu. Jika tidak segera ditangani, esofagitis dapat merusak jaringan esofagus dan menimbulkan luka atau penyempitan kerongkongan. 

Gejala

Seseorang yang menderita esofagitis akan mengalami gejala-gejala berikut ini.

  • Kesulitan menelan
  • Nyeri saat menelan
  • Radang tenggorokan
  • Suara serak
  • Heartburn
  • Asam lambung
  • Nyeri dada, terutama saat makan
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Nafsu makan berkurang
  • Batuk
  • Sariawan 
  • Pada anak-anak akan kesulitan menelan ASI dan makan
  • Mengganggu pertumbuhan

Segera temui dokter apabila gejala semakin parah yang ditunjukkan dengan tanda-tanda berikut ini.

  • Nyeri dada seperti ditindih, terutama bagi pasien yang memiliki penyakit jantung atau hipertensi
  • Kesulitan menelan air, meskipun hanya dalam jumlah sedikit
  • Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di kerongkongan

Penyebab

Dilihat dari penyebabnya, ada empat jenis utama esofagitis. Meski demikian, kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Refluks Asam Lambung

Kondisi ini menyebabkan asam lambung mengalir di sepanjang saluran kerongkongan sehingga penderita akan merasa terbakar di dada atau gejala lainnya. Kenaikan asam lambung menjadi masalah yang sering atau berlanjut.

Eosinophilic Esophagitis

Kondisi ini terjadi ketika konsentrasi sel darah putih pada esofagus sangat tinggi sebagai respon terhadap agen penyebab alergi atau asam lambung atau keduanya. Pada kasus tertentu, orang dengan jenis esofagitis ini alergi terhadap salah satu atau beberapa makanan, meliputi susu, telur, gandum, kedelai, gandum hitam, kacang-kacangan, dan daging sapi. Namun, ada juga penderita eosinophilic esophagitis ini yang memiliki alergi non makanan, seperti alergen terhirup, yaitu serbuk bunga.

Drug-induced Esophagitis

Kondisi ini terjadi ketika lapisan esofagus mengalami kontak terlalu lama dengan beberapa obat oral tertentu, seperti obat penghilang nyeri, antibiotik, potassium chloride, bisphosphonates, dan quinidine.

Infectious Esophagitis 

Esofagitis yang terjadi karena infeksi bakteri, virus, atau jamur. Kondisi ini jarang terjadi dan sering dialami oleh orang dengan sistem imun rendah.

Faktor Risiko

Apa sajakah yang meningkatkan risiko seseorang terkena esofagitis?

  • Sistem imun atau kekebalan tubuh yang lemah akibat HIV atau AIDS, diabetes, leukimia, limfoma, atau penyakit autoimun lain
  • Hiatal hernia
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi di bagian dada
  • Operasi di area dada
  • Obat-obatan pencegah penolakan transplantasi organ
  • Aspirin dan obat anti-inflamasi
  • Muntah kronis
  • Obesitas
  • Konsumsi alkohol
  • Kebiasaan merokok

Diagnosis

Untuk mendiagnosis esofagitis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pertama, dokter akan meninjau riwayat medis pasien terlebih dulu. Kemudian, dilakukan beberapa tes diagnosis esofagitis berikut ini.

  • Endoskopi atas, tes dengan menggunakan saluran panjang, fleksibel, lengkap dengan cahaya untuk melihat esofagus.
  • Biopsi, pengambilan sampel jaringan esofagus untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Upper GI series (barium swallow)

Pengobatan

Pengobatan esofagitis tergantung penyebab spesifik dari gejala yang pasien alami, seperti:

  • Obat antivirus
  • Obat antijamur
  • Antasida
  • Pereda nyeri
  • Steroid oral
  • Proton pump inhibitors (obat penghambat produksi asam lambung)

Apabila penyebab esofagitis adalah alergi makanan, maka Anda harus mengidentifikasi makanan pemicu dan menghindarinya dari pola makan sehari-hari. Biasanya, makanan pemicu adalah tomat, buah sitrus, makanan pedas, alkohol, kafein, bawang bombai, bawang putih, mint, dan cokelat. Makanlah dengan potongan yang lebih kecil dan kunyah dengan baik. Apabila esofagus terlalu kecil, langkah operasi pelebaran esofagus sangat diperlukan supaya makanan tidak tersangkut.

Apabila penyebab esofagitis adalah obat-obatan, maka Anda perlu minum air lebih banyak, gunakan obat-obatan cair, atau gunakan pengobatan lainnya. Anda juga dianjurkan untuk tidak berbaring paling tidak 30 menit setelah mengonsumsi obat dalam bentuk pil ini.

Pencegahan

Berikut ini adalah upaya pencegahan sekaligus pengobatan esofagitis di rumah yang dapat Anda terapkan.

  • Hindari makanan yang pedas dengan bumbu-bumbu, seperti merica, bubuk cabai, kari, dan pala
  • Hindari makanan keras, seperti kacang-kacangan, sayur mentah, atau crackers
  • Hindari makanan dan minuman asam, seperti jeruk bali, jeruk, tomat, atau jus buah tersebut. Sebagai gantinya, minumlah buah dengan kandungan vitamin C
  • Tambahkan makanan lunak dalam menu makan Anda
  • Makan dengan potongan kecil dan kunyah hingga halus sebelum ditelan
  • Hindari tembakau dan alkohol
  • Biar lebih mudah dalam menelan, gunakan sedotan saat minum

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis