fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Faringitis atau radang tenggorokan adalah kondisi dimana bagian belakang tenggorokan (faring) mengalami peradangan sehingga penderita akan merasa sangat sakit ketika menelan. Di Indonesia, istilah faringitis sering disebut dengan panas dalam. Hal ini karena radang tenggorokan menyebabkan rasa sakit atau panas sehingga kesulitan saat makan dan menelan. Disisi lain, radang tenggorokan menjadi salah satu gejala umum dari berbagai penyakit berbeda, seperti flu, demam, demam kelenjar, dan masih banyak lagi. Namun, kondisi ini dapat mereda tanpa obat dalam waktu kurang dari seminggu.

Informasi

Faringitis dapat menyerang siapapun tanpa kenal usia dan jenis kelamin, termasuk anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Namun, anak-anak berusia 5-15 tahun lebih sering mengalami faringitis. Sedangkan, pada orang dewasa sebesar 10% radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus. Tidak hanya bakteri, faringitis juga disebabkan oleh infeksi virus, seperti  influenza, rhinovirus, dan Epstein-Barr. Keduanya, virus dan bakteri ini dapat menyebar dengan mudah melalui udara. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risikonya.

Gejala

Seseorang yang mengalami faringitis akan merasakan sensasi tidak nyaman di bagian tenggorokan, terutama saat makan atau menelan. Adapun gejala umum faringitis yang sering muncul dan dialami adalah sebagai berikut.

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan otot
  • Ruam kulit
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak

Gejala yang ditimbulkan dapat bervariasi tergantung penyebabnya. Nah, gejala faringitis yang disebabkan oleh demam yaitu:

  • Bersin
  • Batuk
  • Demam dengan suhu 38 derajat Celcius
  • Sakit kepala ringan

Sedangkan, gejala faringitis yang disebabkan oleh flu yaitu:

  • Merasa lelah
  • Pegal-pegal
  • Panas dingin
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius

Kemudian, gejala faringitis yang disebabkan oleh demam kelenjar yaitu:

  • Pembesaran kelenjar getah bening pada bagian leher dan ketiak
  • Pembengkakan amandel
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan limpa
  • Peradangan hati

Periksakan segera ke dokter apabila gejala faringitis tidak kunjung membaik dalam satu minggu, meskipun sudah minum obat. Apalagi, jika gejala ini disertai dengan demam, bisa menjadi gejala untuk kondisi yang lebih serius, seperti:

  • Abses peritonsil
  • Epiglotitis
  • Infeksi mononukleosis

Penyebab

Penyebab paling umum faringitis adalah virus dan bakteri. Radang tenggorokan ini dapat menyebar melalui udara ketika seseorang menghirup virus atau bakteri penyebab faringitis, ataupun saat menyentuh permukaan benda dengan virus atau bakteri diatasnya.

Virus penyebab radang tenggorokan ini yaitu:

  • Mononukleosis (demam kelenjar)
  • Campak
  • Cacar air
  • Penyebab croup, seperti parainfluenza RSV, campak, adenovirus, dan influenza

Sementara, bakteri penyebab faringitis yaitu:

  • Streptococcus pyogenes
  • Streptococcus kelompok A

Tidak hanya bakteri dan virus, faringitis juga disebabkan oleh beberapa hal berikut.

  • Alergi
  • Udara
  • Iritan (bahan kimia)
  • Otot tegang pada organ tenggorokan
  • Penyakit GERD (gastroesophageal reflux)
  • Infeksi HIV
  • Tumor 

Faktor Risiko

Setiap orang memiliki risiko terkena radang tenggorokan atau faringitis. Namun, yang lebih rentan terkena kondisi ini dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.

Usia

Anak-anak dan remaja memiliki risiko lebih besar mengalami faringitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Asap Rokok

Merokok dan asap rokok dapat menyebabkan faringitis. Penggunaan tembakau juga meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, dan laring.

Alergi

Seseorang dengan alergi debu, jamur, atau bulu hewan peliharaan lebih berisiko mengalami faringitis daripada yang tidak memiliki alergi.

  • Paparan iritan kimia, berupa polusi udara hasil pembakaran bahan bakar fosil dan bahan kimia rumah tangga
  • Infeksi sinus parah
  • Berada di ruangan yang ramai dan tertutup, karena virus dan bakteri lebih cepat menyebar
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Meskipun tidak termasuk salah satu golongan yang berisiko seperti yang disebutkan diatas, bukan berarti Anda tidak akan terkena faringitis. Selalu waspada dan jaga kondisi kesehatan.

Diagnosis

Berikut ini langkah diagnosis faringitis yang dilakukan dokter.

  • Pemeriksaan fisik di daerah sekitar telinga dan tenggorokan berupa tanda-tanda kemerahan atau bercak putih. Bagian leher juga diperiksa untuk mengetahui adanya pembengkakan kelenjar getah bening dan pemeriksaan suara nafas menggunakan stetoskop.
  • Pemeriksaan cairan tenggorokan untuk melihat keberadaan bakteri penyebab faringitis
  • Tes darah, apabila dicurigai ada penyakit lain seperti demam kelenjar dan untuk mengetahui penyebab faringitis

Pengobatan

Obat Pereda Nyeri

Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 5-7 hari. Namun, obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan paracetamol tetap diperlukan untuk meringankan gejala yang muncul, terutama jika faringitis disertai dengan demam.

Antibiotik 

Radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri akan membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya. Pastikan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan dokter.

Pencegahan

Upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah faringitis adalah melakukan gaya hidup sehat dengan:

  • Hindari berbagi peralatan makanan atau lainnya dengan penderita faringitis
  • Gunakan masker untuk menutupi mulut dan hidung saat berkendara ataupun berada di lingkungan yang tercemar
  • Istirahat yang cukup
  • Sering mencuci tangan
  • Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis