fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Vaginitis merupakan infeksi yang terjadi pada organ intim kewanitaan yang menyebabkan timbulnya rasa gatal pada organ kewanitaan. Salah satu gejala timbulnya Vaginitis adalah keluarnya keputihan yang berbau tidak sedap. Keputihan sendiri sebenarnya merupakan hal wajar dan normal dialami setiap wanita karena termasuk ke dalam siklus reproduksi wanita. 

Tekstur cairan atau keputihan pada wanita sendiri memang bisa berubah-ubah sepanjang siklus bulanan. Hanya saja, keputihan yang normal tidak mengeluarkan bau sama sekali. Penyebab dari Vaginitis sendiri adalah karena terinfeksi jamur, alergi bakteri, maupun penyakit menular seksual. Meski terkesan tidak terlalu berbahaya, namun Vaginitis harus segera ditangani terutama untuk wanita hamil karena bisa berakibat kepada janin. 

Informasi

Gangguan Vaginitis merupakan gangguan yang disebabkan oleh adanya infeksi pada organ kewanitaan vagina. Secara umum, gangguan Vaginitis sendiri memang dapat disembuhkan secara mandiri tanpa pasien perlu berkunjung ke dokter. Hanya saja, pada beberapa kasus, pasien tetap disarankan untuk tetap berkunjung ke dokter jika infeksi vagina yang dirasakan lebih parah atau tidak seperti infeksi yang pernah dirasakan sebelumnya. 

Gejala

Gejala umum dari Vaginitis adalah sebagai berikut:

  • Timbulnya pendarahan atau sekedar flek di area kewanitaan
  • Rasa nyeri dan timbul warna kemerahan pada organ vagina
  • Keputihan yang dikeluarkan memiliki warna putih hingga kuning kehijauan dan mengeluarkan bau yang tidak nyaman
  • Saat buang air kecil terasa nyeri 
  • Terasa sakit atau nyeri ketika berhubungan seksual
  • Pada kebanyakan wanita, gejala umum yang dirasakan adalah timbulnya gatal di area organ kewanitaan atau vagina termasuk labia mayora dan vulva

Pada awal gejala, Vaginitis mungkin masih bisa disembuhkan secara alami atau pengobatan di rumah. Namun apabila gejala di atas juga disertai oleh masalah seperti di bawah ini Anda harus segera berkunjung ke dokter. 

  • Sering bergonta-ganti pasangan aktivitas seksual
  • Gejala yang umum terjadi di atas juga disertai oleh rasa menggigil, demam serta nyeri pada area panggul
  • Gejala yang terjadi di atas terasa sangat mengganggu. 

Penyebab

Ada beberapa penyebab Vaginitis seperti berikut:

  1. Terinfeksi oleh penyakit menular seksual seperti trikomoniasis, herpes genital dan chlamydia
  2. Membasuh bagian organ dalam kewanitaan
  3. Infeksi akibat bakteri dan juga jamur. Bakteri jahat sendiri memang secara alami ada di vagina. Namun saat jumlahnya berlebih maka hal itu bisa menyebabkan Vaginitis
  4. Timbul luka atau iritasi karena penggunaan bahan kimia yang keras meliputi pewangi pakaian, sabun, serta kondom yang memiliki zat kimia penyebab reaksi alergi
  5. Efek penurunan hormon estrogen yang menyebabkan dinding vagina menipis. Kondisi ini biasa timbul pada wanita yang sudah mengalami menopause

Faktor Risiko

Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko timbulnya Vaginitis pada seorang wanita seperti berikut ini:

  • Merupakan penderita diabetes yang sebelumnya tidak memperoleh pengobatan
  • Terjadi perubahan terhadap hormon karena konsumsi pil kontrasepsi ataupun karena kehamilan
  • Efek samping konsumsi obat-obatan meliputi antibiotik
  • Sering menggunakan bahan-bahan kimia untuk membersihkan kewanitaan
  • Memasang KB Spiral ataupun menggunakan spermisida saat berhubungan seksual
  • Sering menggunakan celana yang ketat dan juga lembab
  • Sering berganti pasangan aktivitas seksual atau melakukan hubungan seksual tidak aman
  • Membersihkan bagian organ dalam kewanitaan atau vaginal douching

Diagnosis

Diagnosis awal penyakit akan dilakukan dengan cara menanyakan riwayat penyakit pasien. Kemudian dokter akan bertanya terkait gejala yang dialami oleh pasien. Setelah dokter memastikan kondisi pasien serta riwayat yang pernah diderita sebelumnya, maka berikut adalah diagnosis yang dijalankan:

  1. Mengecek sampel cairan pada organ kewanitaan vagina di laboratorium. Tujuan pengecekan sampel cairan adalah untuk mengetahui sebab Vaginitis
  2. Mengecek tingkat keasaman organ kewanitaan untuk mengetahui kadar basa dan juga keasaman vagina
  3. Mengecek sampel jaringan
  4. Mengecek apakah ada peradangan atau infeksi pada bagian dalam organ kewanitaan

Pengobatan

Untuk mengobati Vaginitis harus diketahui terlebih dahulu penyebabnya agar pengobatan lebih tepat sasaran. 

1. Pengobatan untuk Penyebab Infeksi Jamur

Apabila Vaginitis disebabkan oleh infeksi karena jamur, maka obat yang diberikan adalah fluconazole, miconazole dan clotrimazole.

2. Pengobatan untuk Penyebab Infeksi Bakteri

Apabila Vaginitis disebabkan oleh infeksi karena bakteri, maka obat yang diberikan adalah clindamycin, dan metronidazole yang merupakan kelompok obat antibiotik.

3. Pengobatan untuk yang Disebabkan oleh Hormon

Apabila vaginitis disebabkan penurunan produksi hormon estrogen, maka akan diberikan terapi cream estrogen untuk menggantikan hormon.

Pencegahan

Untuk mencegah vaginitis sebenarnya sangat mudah. Anda tinggal membersihkan vagina dengan air bersih dan tidak menggunakan sabun terutama pada bagian dalam organ kewanitaan. Cara membersihkan vagina adalah dari depan kemudian diarahkan ke belakang ketika selesai buang air. 

Anda juga sebaiknya tidak menggunakan pembalut dengan pewangi ataupun sabun untuk membersihkan vagina. Melakukan hubungan seks aman dengan berhubungan seksual dengan pasangan resmi saja.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis