Hematuria

Jul 29, 2020 | penyakitH | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Hematuria merupakan penyakit kencing berdarah. Darah yang terdapat di dalam urin tersebut dapat dikarenakan oleh adanya berbagai penyakit seperti infeksi saluran kemih, penyakit pada ginjal serta dapat pula disebabkan karena kanker prostat.

Darah yang terdapat pada urin akan mengubah warna urin menjadi berwarna kemerahan atau bisa juga warna urin berubah menjadi sedikit kecoklatan. Pada urin yang normal tidak terdapat darah meskipun hanya sedikit terkecuali pada wanita yang tengah menstruasi.

Informasi

Hematuria merupakan kondisi dimana terdapat darah di dalam urin. Itu sebabnya penyakit yang satu ini juga dikenal dengan nama kencing berdarah. Selain urin dapat berubah warna menjadi merah atau kecoklatan, darah pada urin juga sering tidak tampak. Kondisi yang tak kasat mata ini disebut dengan hematuria mikroskopik. Darah yang terdapat pada urin hanya dapat dilihat dengan mikroskop laboratorium.

Darah yang terdapat pada dalam urin tersebut umumnya berasal dari sistem saluran kemih, seperti:

  1. Tempat penyimpanan urin atau kandung kemih
  2. Saluran yang dilewati urin ketika menuju ke luar tubuh atau yang disebut uretra
  3. Saluran yang mengantarkan urin dari ginjal ke kandung kemih atau yang disebut ureter
  4. Serta bisa juga berasal dari ginjal yang merupakan organ penyaring darah

Gejala

Gejala yang timbul dari penyakit ini bukan hanya soal adanya darah pada urin, tapi juga bisa muncul beberapa gejala lain seperti:

  1. Berubahnya warna urin menjadi merah muda, kecoklatan, atau kemerahan
  2. Sering buang air kecil
  3. Susah buang air kecil
  4. Perih saat buang air kecil
  5. Sakit pada perut bagian bawah
  6. Rasa sakit di punggung bagian bawah

Penyebab

Penyakit yang satu ini memiliki berbagai penyebab. Berikut penyebab umum dari penyakit hematuria.

  1. Terjadi Infeksi pada saluran kemih
  2. Infeksi ginjal
  3. Batu ginjal
  4. Pembengkakan kelenjar prostat
  5. Kanker prostat
  6. Kanker kandung kemih
  7. Kanker ginjal
  8. Peradangan pada uretra
  9. Kelainan genetik
  10. Olahraga secara berlebihan

Faktor Resiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hematuria, diantaranya:

  1. Ureter merupakan saluran yang menghantarkan urin dari ginjal ke kandung kemih
  2. Ginjal, yakni organ yang memiliki fungsi untuk menyaring darah.
  3. Pernah mengalami infeksi pada ginjal.
  4. Usia, berusia 50 tahun ke atas lebih rentan mengalami komplikasi organ seperti masalah pada ginjal yang dapat menyebabkan hematuria
  5. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, contohnya obat pereda rasa nyeri.
  6. Melakukan aktivitas yang cukup berat.
  7. Keturunan, penyakit yang berhubungan dengan ginjal dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Itu sebabnya resiko hematuria pun akan meningkat.

Diagnosis

Salah satu gejala yang muncul akibat penyakit ini adalah adanya perubahan warna pada urin. Hal yang perlu dipastikan oleh anda adalah bahwa perubahan warna urin tersebut berlangsung cukup lama. Hal ini dikarenakan perubahan warna urin juga bisa disebabkan karena mengkonsumsi makanan tertentu seperti buah naga atau buah bit. Jika gejala tersebut tak kunjung hilang maka segera periksakan diri ke dokter

Bila pasien datang dengan mengalami keluhan berupa kencing berdarah, maka dokter akan bertanya seputar gejala lain yang juga dialami pasien. Seperti warna urin, ada tidaknya gumpalan pada darah, bagaimana frekuensi buang air kecil serta adanya rasa nyeri atau tidak.

Selain itu, pertanyaan lain yang juga umum diajukan meliputi, pola makan, riwayat penyakit keluarga, pekerjaan pasien serta obat yang tengah dikonsumsi.

Setelah mengajukan pertanyaan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta mengambil sampel urin guna pemeriksaan di laboratorium. Tes urin ini bertujuan untuk memastikan ada tidaknya darah di urin, sekaligus untuk melihat infeksi serta Kristal yang dapat membentuk batu saluran kemih.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan jika tes urin menunjukan adanya hematuria. Tes lanjutan berguna untuk mengetahui penyebabnya. Tes lanjutan ini berupa pemindaian dengan metode MRI, CT scan atau menggunakan USG. Selain itu juga dilakukan sistoskopi untuk melihat kondisi kandung kemih serta saluran kencing secara lebih detail.

Pengobatan

Pengobatan penyakit hematuria dilakukan berdasarkan penyebabnya. Penyakit kencing darah ini umumnya akan diobati dengan cara:

  • Pemberian antibiotik yang berguna mengobati infeksi saluran kemih.
  • Pemberian obat yang berguna untuk mengatasi pembesaran kelenjar prostat.
  • ESWL atau terapi gelombang guna memecahkan batu saluran kemih.

Dokter juga dapat memberikan pengobatan maupun terapi lain sesuai dengan kondisi pasien.

Pencegahan

Meskipun sulit mencegah penyakit hematuria karena penyebabnya yang cukup beragam namun penyakit ini dapat dihindari dengan beberapa cara menjaga kesehatan berikut ini:

  • Menjaga berat tubuh
  • olahraga secara rutin
  • Makan makanan dengan gizi yang seimbang
  • Kurangi makanan asin serta makanan dengan kandungan mineral oksalat
  • Minum air putih dengan cukup
  • Jangan menahan kencing
  • Tidak merokok 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis