fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Uretritis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang menginfeksi saluran uretra. Saluran uretra sendiri merupakan saluran tempat dibawanya urin dari dalam kandung kemih ke bagian luar tubuh. Akibat infeksi di saluran uretra menyebabkan penderita terdorong untuk sering buang air kecil. Selain itu, ketika buang air kecil penderita juga akan merasakan rasa sakit pada area organ intim. 

Informasi

Penyakit Uretritis timbul akibat infeksi oleh bakteri yang masuk melalui kulit yang berada di dekat lubang kencing serta lubang uretra. Bakteri ini masuk ke dalam saluran kemih dan menyebabkan timbulnya infeksi di area kandung kemih hingga ginjal.

Gejala Uretritis umumnya berbeda untuk pria dan juga wanita. Namun, gejala yang biasanya menyertai baik untuk wanita dan pria adalah rasa sakit terutama saat buang air kecil.

Gejala

Berikut adalah gejala Uretritis yang biasa dialami wanita:

  • Menggigil dan terasa demam
  • Keluar keputihan atau cairan dari area kewanitaan
  • Nyeri kram pada bagian perut
  • Nyeri di daerah panggul
  • Dispareunia
  • Rasa sakit seperti terbakar saat buang air kecil

Gejala Uretritis yang biasa dialami oleh pria yakni:

  • Hematuria
  • Rasa sakit seperti terbakar saat buang air kecil
  • Rasa sakit terutama ketika berhubungan seksual
  • Pembengkakan pada bagian kelenjar getah bening
  • Penis membengkak dan terasa gatal. Terkadang penis akan mengeluarkan nanah ataupun cairan

Penyebab

Jika dilihat dari penyebabnya, Uretritis dibagi menjadi dua jenis:

  • Uretritis Non Gonore

Uretritis Non Gonore disebabkan oleh infeksi dari bakteri chlamydia. Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh bakteri lainnya.

  1. Uretritis Gonore

Penyakit Uretritis Gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang merupakan penyebab gonore. 

Uretritis juga dapat disebabkan oleh hal lainnya yakni:

  • Cedera pada area sekitar uretra 
  • Kulit dekat area uretra yang terbuka sensitif ketika terkena bahan kimia 
  • Terinfeksi parasit penyebab trikomoniasis yakni trikomonas
  • Terinfeksi oleh virus herpes simplex HSV 1 serta HSV 2. 

Faktor Risiko

Pada beberapa kelompok orang, penyakit Uretritis sangat mungkin dialami karena beberapa faktor kondisi seperti berikut ini:

  • Seseorang dengan riwayat penyakit kelamin
  • Seseorang dengan aktivitas seksual berisiko tinggi seperti bergonta-ganti pasangan seksual, berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom serta berhubungan ketika tidak sadarkan diri karena mabuk. 
  • Melakukan hubungan seks oral. Hubungan seks secara oral ditengarai menjadi salah satu faktor risiko penyakit Uretritis Non Gonore.

Meski Uretritis tidak harus selalu menular lewat hubungan seksual, namun hubungan seksual dengan banyak pasangan akan meningkatkan risiko penularannya. Oleh sebab itu sangat disarankan kepada setiap orang dengan gejala Uretritis untuk segera memeriksakan diri melalui tes klamidia dan gonore.

Diagnosis

Untuk diagnosis, dokter akan melakukan sejumlah tes seperti tes darah lengkap, test urine serta kultur urine, hingga tes kehamilan. Untuk test kehamilan dilakukan oleh wanita yang melakukan hubungan seksual tanpa mempergunakan pengaman. 

Pengobatan

Pengobatan Uretritis disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Misalnya untuk Uretritis yang disebabkan oleh bakteri maka pasien akan diberikan obat antibiotik sementara oleh Uretritis yang disebabkan oleh virus maka penderita akan diberikan antivirus. Tujuan pengobatan adalah untuk menghilangkan bakteri penginfeksi, mencegah penyebaran infeksi lebih luas serta menurunkan gejala yang dirasakan.

Untuk penderita Uretritis akibat bakteri, maka antibiotik yang diberikan yakni:

  • Cefixime
  • Levofloxacin
  • Azithromycin
  • Ciprofloxacin
  • Ofloxacin
  • Moxifloxacin
  • Erythromycin

Sementara untuk Uretritis yang disebabkan oleh virus herpes simplex, pengobatan antivirus yang diberikan seperti:

  • Valacyclovir
  • Acyclovir
  • Famciclovir

Jika Uretritis ditimbulkan akibat parasit trikomoniasis maka pengobatan dengan memberikan metronidazole. Selain diberikan obat, dokter mungkin juga akan memberikan saran pengobatan lainnya yakni:

  • Sistoskopi yakni tindakan memasukkan sistoskop ke dalam saluran uretra serta kandung kemih. Sistoskop sendiri adalah alat berupa selang elastis yang memiliki kamera di bagian ujung. Dengan alat ini dokter bisa mengecek apakah ada batu di dalam saluran atau tidak
  • Kateterisasi uretra dilakukan untuk mencegah terjadinya pendarahan di area saluran kandung kemih serta mencegah terjadinya retensi urin. Caranya yakni memasukkan selang kateter lewat uretra ke kandung kemih agar urin keluar.

Pencegahan

Untuk mencegah Uretritis, maka hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan aktivitas seksual yang aman. Pasalnya, aktivitas seksual yang tidak sehat menjadi faktor risiko tertinggi penularan Uretritis. Berikut adalah langkah pencegahan terbaik yang bisa Anda jalankan:

  1. Mengurangi makanan yang memiliki sifat asam jika Anda memiliki faktor risiko besar tertular Uretritis
  2. Meningkatkan konsumsi air putih
  3. Cek kesehatan teratur di bagian organ reproduksi serta organ pencernaan
  4. Jalankan aktivitas seksual aman dengan menggunakan kondom dan hanya berhubungan dengan pasangan seksual resmi yakni suami atau istri
  5. Setiap setelah berhubungan seksual buanglah air kecil untuk mengurangi risiko bakteri, virus dan parasit masuk ke dalam saluran kandung kemih
  6. Hindari terkena paparan zat kimia yang menimbulkan iritasi di saluran uretra. Paparan zat kimia yang biasanya menyebabkan iritasi adalah deterjen ataupun wangi-wangian.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis