fbpx

Tebus Obat Online untuk Penyakit Jantung, Amankah?

Okt 16, 2020 | Telemedik | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Berdasarkan data WHO, 17,9 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung. Bahkan diperkirakan pada tahun 2030 akan ada 23,6 juta orang yang meninggal akibat penyakit ini.  Di Indonesia sendiri, menurut Data Riskesdas Kementerian Kesehatan tahun 2018, terdapat 1,5% orang yang menderita penyakit jantung. Terlebih pada masa pandemi seperti saat ini, pasien penyakit kronis seperti penyakit jantung kesulitan untuk tebus obat ke pelayanan kesehatan. Namun tenang! Kini perkembangan teknologi kesehatan sudah semakin pesat sehingga pasien penyakit kronis dapat melakukan tebus obat online. Simak selengkapnya pada ulasan yang telah Tim Lifepack rangkum berikut ini.

Ya, tentu Anda sudah sangat familiar dengan penyakit yang satu ini. Penyakit jantung merupakan penyakit yang sering terjadi di pada orang dengan usia lanjut (60 tahun keatas).

Pada penyakit jantung terdiri dari beberapa penyakit, di antaranya adalah:

  1. Penyakit jantung koroner (Baca juga Penyakit Jantung Koroner: Penyebab dan Pengobatan)
  2. Stroke
  3. Tekanan darah tinggi (Hipertensi) (Baca juga Mengenal Tanda dan Gejala Hipertensi, Serta Pencegahannya)
  4. Penyakit arteri perifer
  5. Penyakit jantung bawaan
  6. Gagal jantung 

Faktor Risiko Penyakit Jantung

Penyakit-penyakit di atas kebanyakan memiliki faktor risiko yang hampir sama. Faktor risiko penyakit jantung terbagi menjadi dua, yaitu faktor resiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. 

1. Usia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa penyakit jantung paling sering terjadi pada orang dengan usia lanjut yaitu usia 60 tahun. Faktor usia merupakan salah satu faktor penyakit jantung yang tidak dapat dikendalikan. Semakin tinggi usia seseorang semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik meningkat tajam pada usia ≥ 45 tahun bagi laki-laki dan ≥ 55 tahun bagi wanita.

2. Riwayat keluarga dengan PJK

Siapa yang sangka ternyata riwayat keluarga yang pernah mengalami penyakit jantung, ternyata dapat meningkatkan risiko anda untuk memiliki penyakit ini juga. Misalnya Anda memiliki saudara laki-laki atau ayah yang menderita penyakit jantung koroner sebelum usia 55 tahun atau saudara perempuan atau ibu yang menderita penyakit jantung koroner sebelum usia 65 tahun. Faktor risiko yang satu ini merupakan faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. 

4. Obesitas

Selain usia dan riwayat keluarga, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko anda untuk terkena penyakit jantung adalah obesitas (Baca juga Penyebab dan Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan). Banyak sekali penyakit yang dipengaruhi oleh faktor risiko yang satu ini. Namun obesitas bukanlah faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, melainkan Anda dapat mengendalikan berat badan untuk menghindari risiko akan penyakit jantung. 

Usahakan untuk menjaga berat badan normal dengan konsumsi makanan sehat seperti makanan yang tinggi serat, makanan yang rendah lemak Trans dan lemak jenuh, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin. 

5. Tekanan Darah Tinggi

Anda perlu berhati-hati jika anda memiliki tekanan darah yang tinggi. Karena hipertensi merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung. Nilai tekanan darah sistolik dan diastolik merupakan penentu penting untuk faktor risiko penyakit jantung.

6. Diabetes

Mungkin anda bertanya-tanya mengapa penyakit diabetes bisa menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung. Ya Hal ini karena diabetes menyebabkan kerusakan dinding arteri. Jika Anda memiliki diabetes, kerusakan ini akan terjadi dengan sangat cepat dan meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung. 

7. Kurang Aktivitas Fisik

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh penerapan pola hidup yang buruk, salah satunya dengan kekurangan aktivitas fisik. Mengapa aktivitas fisik penting? Hal ini karena aktivitas fisik dapat memperbaiki dan menurunkan tekanan darah. Aktivitas fisik juga dapat membakar lemak yang tertimbun dalam tubuh sehingga berat badan tetap normal dan tidak terjadi penimbunan plak di dalam pembuluh darah. 

8. Merokok

Penerapan gaya hidup yang buruk lainnya adalah merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko anda untuk terkena penyakit jantung. Rokok mengandung ribuan zat berbahaya. Bahkan perokok memiliki risiko 2-4 kali lebih besar untuk terkena penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. 

9. Stres

Siapa yang disangka bahwa stres ternyata bisa menjadi faktor yang dapat meningkatkan resiko Anda terhadap penyakit jantung? Ya, faktor yang satu ini dapat meningkatkan risiko anda untuk terkena penyakit jantung.

Jika seseorang mengalami stres maka besar kemungkinan orang tersebut mengalami berbagai dampak akibat stres seperti mulai merokok, malas melakukan aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, kurang istirahat, dan lain-lain. Sehingga Anda perlu melakukan manajemen stres untuk menghindari risiko tersebut.

Obat Penyakit Jantung

Jika anda sudah terlanjur menderita penyakit jantung, Anda dapat mulai melakukan perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup yang lebih sehat. Anda dapat memulainya dengan mengonsumsi makanan yang tinggi dan rendah akan lemak jenuh dan lemak trans. Anda juga dapat mulai melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga berat badan normal. 

Selain itu mungkin dokter juga menyarankan beberapa obat-obatan yang dapat anda konsumsi untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh Anda. Berikut ini beberapa Apa jenis obat yang mungkin direkomendasikan oleh dokter untuk penderita penyakit jantung. 

1. Beta Blocker

Beta blocker merupakan obat penyakit jantung yang bekerja dengan cara menekan hormon adrenalin yang meningkatkan detak jantung sehingga jantung tidak bekerja terlalu keras. Obat-obatan yang termasuk kedalam jenis Beta blocker adalah bisoprolol dan metoprolol.

2. Obat yang Menurunkan Kolesterol

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu faktor risiko dari penyakit jantung adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol berlebih dalam tubuh dapat menimbulkan plak-plak dalam pembuluh darah yang berisiko menyumbat jalannya aliran darah sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. 

Jika anda mengkonsumsi obat yang dapat menurunkan kolesterol maka kadar kolesterol dalam darah akan menurun dan mengurangi beban jantung dalam memompa darah akibat kolesterol berlebih dalam darah.

Obat yang termasuk dalam golongan obat penurun kolesterol adalah atorvastatin, simvastatin, fluvastatin, dan lovastatin.

3. Antikoagulan

Obat-obatan lain yang biasa digunakan untuk penderita penyakit jantung adalah obat golongan antikoagulan atau obat pengencer darah. Obat ini bekerja dengan cara mencegah terjadinya penggumpalan darah dengan menghambat faktor pembekuan darah.Obat yang masuk dalam golongan antikoagulan adalah heparin, warfarin, apixaban, dan rivaroxaban.

Antiplatelet

Sama seperti obat golongan antikoagulan, obat obat yang mencegah penggumpalan namun dengan cara yang berbeda. Obat yang masuk dalam golongan obat antiplatelet adalah aspirin dan clopidogrel.

4. Antagonis Kalsium

Selain obat-obatan diet, obat membantu penderita penyakit obat antagonis kalsium. Obat ini bekerja dengan cara mengatur kadar kalsium yang masuk ke dalam jantung dan pembuluh darah. Hal ini dapat melebarkan pembuluh darah sehingga kerja jantung dalam memompa darah lebih ringan. Obat yang masuk dalam golongan antagonis kalsium adalah obat amlodipine dan nifedipine.

5. ACE Inhibitor

Obat ACE inhibitor merupakan obat yang berfungsi untuk menghasilkan angiotensin sehingga menurunkan tekanan darah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu faktor risiko dari penyakit jantung adalah tekanan darah yang tinggi. Dengan obat ini maka kinerja jantung dapat lebih ringan dalam memompa darah. Obat yang masuk dalam golongan ACE inhibitor adalah obat captopril dan ramipril.

6. Angiotensin II Receptors Blockers

Obat angiotensin II receptor blockers merupakan obat yang bekerja dengan cara menghambat efek angiotensin sehingga menurunkan tekanan darah yang tinggi. Obat yang masuk dalam golongan angiotensin II receptor blockers adalah losartan.

Tebus Resep Obat Penyakit Jantung Online

tebus-obat-online

Di saat pandemi seperti saat ini, kita tentu khawatir dan mengalami kesulitan untuk pergi keluar rumah. Mengingat risiko akan penularan COVID-19 sangatlah tinggi. Padahal banyak sekali kepentingan darurat yang perlu dipenuhi cara dengan cara keluar rumah, salah satunya membeli obat.

Terutama bagi orang dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan penyakit kronis. Kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan dalam menebus resep obat. Terlebih COVID-19 dapat lebih berbahaya jika terjadi pada orang dengan penyakit kronis.

Tenang! kini banyak Solusi yang ditawarkan bagi Anda yang kesulitan untuk menebus resep obat  di saat pandemi. Terlebih teknologi kini telah berkembang pesat. Berbagai layanan telemedicine telah tersedia. Anda kini dapat berkonsultasi dengan dokter secara online tanpa harus keluar rumah. Selain kini juga tersedia layanan apotek digital yang mendukung kemudahan pasien dalam menebus obat secara online, yaitu Lifepack.

Lifepack hadir untuk mempermudah pasien dengan penyakit kronis menjangkau obat-obatan dengan jauh lebih mudah dan aman. Anda kini tidak perlu khawatir akan kesulitan menebus resep obat. 

Anda cukup mengunduh aplikasi lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store dan mengunggah atau memfoto resep obat yang telah diberikan dokter. Setelah melakukan tebus resep obat online, pesanan diproses, pesanan akan diantar ke alamat tujuan. Anda dapat melakukannya meski hanya dari rumah. 

Apakah Aman Tebus Obat Jantung Online?

Mungkin di benak anda bertanya-tanya apakah aman tebus obat jantung online? Tenang! Meski melayani secara online Lifepack merupakan apotek digital yang telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, Lifepack menyediakan obat-obatan asli yang sesuai dengan izin BPOM dan dikemas dalam bentuk blister yang membuat obat tetap higienis dan aman, sehingga Anda tidak perlu khawatir mengenai kualitas obat.

Itulah fakta mengenai penyakit jantung, obat, dan kelebihan tebus obat jantung secara online.

Lifepack adalah sistem konsultasi medis bagi dokter atau tenaga medis untuk meresepkan obat bagi pasiennya. Dokter dapat membuat resep elektronik atau mengunggah foto resep ke aplikasi.

Obat pesanan langsung diantar ke rumah/lokasi pasien.

Ditulis oleh: Nada Karisma

Referensi:

Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Diakses pada 2020.

WHO. Cardiovascular Diseases. Diakses pada 2018.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis