fbpx

Seberapa Bahayakah Demam Berdarah untuk Si Kecil?

Agu 12, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ketika musim pancaroba datang, berbagai penyakit mulai mengancam, salah satunya demam berdarah. Mungkin Ayah dan Bunda sudah sangat familiar dengan penyakit yang satu ini. Ya, demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk. Umumnya, nyamuk yang menjadi pembawa virus dengue adalah nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat menyerang pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.

Beberapa tahun terakhir angka kasus Demam Berdarah terus meningkat. WHO memperkirakan terdapat 100-400 juta infeksi yang terjadi setiap tahunnya di dunia. Jika parah, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

Tentu demam berdarah bukanlah penyakit yang sepele, terutama jika terjadi pada anak-anak. Demam Berdarah dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak yang ditemukan di lebih dari 100 negara. Epidemi demam berdarah terjadi setiap tahunnya di Amerika, Asia, Afrika, dan Australia.

Selain itu sebuah jurnal dari Indian Journal Critical of Medicine juga menyebutkan bahwa anak-anak yang mengalami demam berdarah dapat mengalami syok yang dapat berakibat pada kematian.

Gejala Demam Berdarah

Terdapat beberapa gejala demam berdarah yang perlu Ayah dan Bunda ketahui. Menurut dr. Irma Lidia, salah satu dokter Lifepack menyebutkan bahwa perjalanan penyakit demam berdarah terbagi ke dalam 3 fase, yaitu fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan.

  • Fase demam terjadi 1-2 hari pertama, biasanya berupa demam tinggi mendadak. 
  • Fase kritis antara hari ke 3-7, demam bisa turun tetapi pada fase ini terjadi kebocoran plasma pasien bisa mengalami syok hipovolemik dikarenakan kebocoran plasma. Pada fase ini diperlukan kewaspadaan kenali tanda-tanda bahayanya. Tanda bahaya, demam turun tapi keadaan anak memburuk, muntah, nyeri perut, gelisah, rewel lemas, perdarahan spontan, sesak napas, tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam, kejang, anak harus segera dibawa ke rumah sakit. Karena itu semua anak yang terkena demam berdarah harus dimonitor dengan baik, terapi bersifat suportif dan mencegah perburukan penyakit saat fase kritis perlu dimonitor, dan dirawat dengan baik.
  • Terakhir bila fase kritis telah terlewati adalah fase penyembuhan.

Menurut CDC terdapat gejala demam berdarah yang umum pada anak-anak dan orang dewasa berupa:

Tanda-tanda Dehidrasi Ringan Sampai Sedang

Bayi atau Anak-anakDewasa
Frekuensi buang air kecil berkurang (kurang dari 6 popok basah per hari)
Mulut, lidah, dan bibir menjadi kering
Ketika menangis hanya sedikit bahkan tidak mengeluarkan air mata
Terdapat titik lunak yang cekung di bagian kepala
Kehausan dan mulut menjadi kering
Frekuensi buang air kecil menurun dan warnanya menjadi kuning gelap
Kulit yang mengering
Sakit kepala

Tanda-tanda Dehidrasi Parah

Bayi atau Anak-anakDewasa
Sering tidur, kekurangan energi dan rewel
Mata menjadi cekung
Kedinginan
Buang air kecil dengan frekuensi 1-2 per hari
Frekuensi buang air kecil menurun dan berwarna kuning gelap
Merasa lemas, kurang energi dan mengantuk
Denyut jantung dan pernapasan menjadi cepat
Mata menjadi cekung

Pencegahan Demam Berdarah

Pencegahan lebih baik sebelum penyakit ini benar-benar terjadi. Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan memusnahkan tempat-tempat perkembangbiakkan nyamuk pembawa virus dengue. Anda dapat mencegahnya dengan memusnahkan genangan air di sekitar rumah yang berpotensi menjadi tempat perkembang biakkan nyamuk. Selain itu kuras bak mandi secara rutin agar larva nyamuk tidak dapat hidup di tempat penampungan air Anda. Anda juga dapat menggunakan kelambu atau obat nyamuk ketika tidur untuk mencegah gigitan nyamuk pada anak.

Itulah informasi mengenai bahaya demam berdarah pada anak. Jika anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter untuk segera mendapat penanganan lebih lanjut.

Ingin berkonsultasi mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Dapatkan konsultasi dokter gratis dan tebus resep obat tanpa antri!

Ditulis oleh: Nada Karisma

Referensi.

Centers for Disease Control and Prevention. Caring for a Child or Family Member Sick with Dengue. Diakses pada 2020.

Indian Journal of Critical Medicine. 2015. Risk factors for shock in children with dengue fever. Diakses pada 2020.

Timothy J. Schaefer, dkk. 2020. Dengue. Diakses pada 2020.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis