fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Ambroxol hcl merupakan jenis obat dari golongan mukolitik. Fungsi dari obat mukolitik yaitu mengencerkan dahak yang kental dan banyak yang mengakibatkan penyumbatan pada saluran pernapasan. Penggunaan obat ambroxol akan membuat dahak lebih encer sehingga memudahkan untuk dikeluarkan dari tenggorokan pada saat batuk. Obat ini akan membantu Anda lebih mudah bernapas karena sudah tidak ada lagi penyumbatan pada saluran pernapasan.

Informasi

Batuk berdahak sudah menjadi hal biasa yang sering menjadi masalah kesehatan saat pergantian musim, khususnya di musim hujan. Secara umum, ambroxol HCl digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan akibat produksi dahak yang terlalu banyak. Bagi orang yang sedang mengidap bronkiektasis dan emfisema tentu akan memproduksi dahak yang berlebihan. Oleh karena itu obat ambroxol HCl dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasinya. 

Dosis

Aturan pakai untuk dosis ambroxol dianjurkan sesuai aturan petunjuk dokter. Dosis disesuaikan dengan usia pasien, kondisi pasien, respon tubuhnya terhadap obat, tingkat keparahannya serta berat badan pasien. Pada obat dalam bentuk tablet, dosis ambroxol dewasa yaitu 30-120 mg 2-3 x per hari. Sedangkan dosis ambroxol HCl untuk anak-anak :

  • Usia < 2 tahun : 7.5- 15 mg, 2 x  per hari.
  • Usia 2-5 tahun : 7.5-15 mg, 1 x per hari.
  • Usia 6-12 tahun : 15-30 mg, 1-2 x per hari.
  • Usia > 12 tahun dosisnya sama seperti orang dewasa.

Pada obat bentuk sirup, maka dosis ambroxol dewasa yaitu 10 ml, 2 x per hari. Sedangkan dosis ambroxol pada anak-anak :

  • Usia 2-5 tahun : 2-5 ml, 2-3 x per hari
  • Usia 6-12 tahun : 5 ml, 2-3 x per hari

Pengobatan untuk anak-anak harus dihindari jika anak Anda memiliki alergi ambroxol dan bromhexine. Ambroxol kemasan sirup biasanya mengandung sorbitol sehingga tidak dianjurkan diminum oleh orang dengan riwayat keluarga intoleransi fruktosa. Perlu Anda ingat, saat setiap kali minum obat mohon perhatikan reaksinya pada bagian pernapasan, kulit, panca indra dan lidah. Jika anda merasakan hal yang aneh, maka Anda segera tanyakan dokter untuk diperiksa lebih lanjut apakah obat aman untuk dikonsumsi atau hanya reaksi alergi dan efek samping dari obat tersebut.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Kontraindikasi dari penggunaan obat ambroxol jika bersamaan dengan obat antibiotik lain seperti cefuroxime, doxycycline dan erythromycin, dapat meningkatkan konsentrasi cara kerja ambroxol di dalam darah sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping. 

Penggunaan ambroxol dengan obat batuk kering atau antitusif secara bersamaan juga dapat menyebabkan dahak menjadi tersumbat. Supaya lebih aman, maka sebaiknya Anda bertanya ke dokter terlebih dahulu sebelum anda mengonsumsi obat-obatan lain, vitamin atau suplemen untuk menghindari terjadinya interaksi obat.

Kelompok Orang Berisiko

Penggunaan obat ambroxol perlu Anda perhatikan terutama jika Anda memiliki mengalami ulkus peptikum atau tukak lambung, pneumonia diskinesia silier atau gangguan paru lainnya, kerusakan ginjal dan penurunan sistem imun tubuh akibat kondisi medis lain (misalnya infeksi HIV). Bagi pasien yang sedang hamil dan menyusui, penggunaan obat ambroxol perlu dipertimbangkan karena akan beresiko. 

Ambroxol sangat tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil dengan kehamilan di trimester pertama dan saat menyusui karena diekskresikan akan dalam ASI sehingga ikut terkontaminasi obat tersebut. Pada pasien yang mengalami gangguan ginjal dan hati juga harus berkonsultasi ke dokter untuk penyesuaian dosis. 

Efek samping

Umumnya, obat ambroxol menimbulkan efek samping gangguan pencernaan Gejala efek samping lainnya seperti :

  • Diare
  • Sakit maag
  • Sakit perut
  • Perut terasa kembung
  • Mual dan muntah
  • Terdapat ruam merah pada kulit
  • Tenggorokan dan bibir terasa kering
  • Lidah menjadi kelu

Jika efek samping berlangsung cukup lama bahkan lebih dari satu hari dan semakin memburuk, Anda harus segera menghentikan penggunaan obatnya. Anda harus konsultasi ke dokter untuk diperiksa penyebab efek samping Anda.

Cara Konsumsi

Cara mengonsumsi ambroxol harus mengikuti anjuran dokter dan membaca informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsinya. Anda harus mengocok botol ambroxol terlebih dahulu sebelum mengonsumsi ambroxol bentuk sirup. 

Konsumsi ambroxol disarankan sesuai dengan dosis dan jangka waktu yang ditentukan oleh dokter. Pastikan Anda mengetahui jarak waktu yang cukup antara satu dosis ambroxol dengan dosis selanjutnya. Penyimpanan obat ambroxol perlu di tempat yang sejuk dan kering, hindari dari sinar matahari langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Diusahakan Anda mengonsumsi ambroxol pada jam yang sama setiap hari agar efek dan hasil yang didapat lebih maksimal. Bagi Anda lupa mengonsumsi obat ini, maka sebaiknya segera langsung meminumnya jika jadwal konsumsi berikutnya memiliki jeda yang tidak terlalu dekat. Namun jika sudah dekat, maka abaikan saja dan jangan pernah mengonsumsi obat ambroxol secara ganda.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis