fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Severe acute respiratory syndrome atau yang biasa disebut dengan SARS merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh SARS-CoV atau SARS-associated coronavirus. Gejala yang dimiliki penyakit ini awal mulanya terasa seperti gejala influenza, namun kondisi penderita dapat memburuk secara cepat.

Informasi

Kasus sars pertama kali terjadi di Guangdong, China, pada tahun 2002 namun pertama teridentifikasi di tahun 2003. Setelah itu penyakit ini menyebar dengan begitu cepat di berbagai negara. Bahkan, menurut WHO di tahun 2003 ada kasus sebanyak 9.098 orang yang terkena virus ini di seluruh dunia. Sayangnya, 774 diantaranya meninggal dunia.

SARS adalah penyakit yang penularannya tergolong mudah. Penularannya sendiri dapat terjadi karena percikan air liur penderita SARS yang tak sengaja terhirup. Air liur ini biasanya berasal dari batuk dan bersin, itu sebabnya virus ini dapat menyebar dengan cepat.

Gejala

Gejala yang dialami penderitanya umumnya muncul ketika 2–10 hari setelah seseorang terinfeksi virus SARS-CoV, namun gejala bisa juga baru muncul ketika 14 hari setelahnya. Gejala infeksi virus ini cukup bervariasi, namun gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Nafas terasa sesak
  • Nafsu makan yang menurun
  • Tubuh menjadi lebih mudah lelah
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Mual
  • Muntah

Gejala awal SARS memang mirip dengan flu, namun gejala bisa memburuk dalam kurun waktu yang cepat. Pada sebagian besar kasus penyakit ini, penderita akan mengalami pneumonia yakni peradangan yang terjadi pada kantong udara di paru-paru. Selain itu, kondisi tersebut juga rentan menyebabkan sel dan jaringan tubuh kekurangan oksigen (hipoksia).

Penyebab

Penyebab SARS  yakni salah satu jenis coronavirus yang disebut dengan SARS-associated coronavirus (SARS-CoV). Coronavirus sendiri adalah kelompok virus yang dapat menginfeksi saluran pernapasan. Saat terinfeksi, penderita akan mengalami gangguan pernapasan dari ringan sampai berat. Sejauh ini ahli menduga, bahwa virus SARS berasal dari luwak serta kelelawar. Virus kemudian bermutasi menjadi virus baru yang penularannya dapat terjadi dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia.

Virus SARS dapat menyebar melalui:

  • Percikan ludah penderita SARS akibat batuk dan bersin yang terhirup orang lain.
  • Menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang terpapar percikan ludah penderita sars.
  • Berbagi alat makan serta minum dengan penderita.

Penularan sars juga bisa disebabkan karena menyentuh berbagai barang yang terkontaminasi oleh tinja penderita virus ini. Penularan bisa terjadi karena penderita tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah buang air besar.

Penyebaran juga bisa terjadi lantaran merawat penderita, melakukan kontak dalam jarak dekat, serta tinggal satu rumah dengan penderita.

Faktor Risiko

Beberapa faktor ini bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terpapar virus SARS, diantaranya:

  • Melakukan interaksi orang atau hewan yang membawa virus penyebab SARS
  • Mengunjungi wilayah yang memiliki wabah SARS
  • Tidak mencuci tangan sampai bersih baik sebelum maupun setelah makan

Diagnosis

Untuk memberikan diagnosis yang tepat, dokter akan melakukan tanya jawab dengan pasien seputar riwayat bepergian serta riwayat kesehatannya.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk suhu, tekanan darah, frekuensi pernapasan hingga denyut nadi pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan thorax atau dada. Untuk dapat memastikan dengan lebih jelas, maka pemeriksaan penunjang pun akan dilakukan, diantaranya:

  • Tes darah

Tes darah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah pasti dari sel darah secara umum, selain itu juga berguna untuk mengukur kadar elektrolit dan kadar karbondioksida serta oksigen yang ada dalam darah.

  • Pemindaian

Rontgen dilakukan untuk mendeteksi tanda adanya pneumonia atau tidak. CT Scan juga bisa dilakukan guna mendeteksi kerusakan paru-paru.

  • Kultur dahak

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel dahak pasien yang berasal dari tenggorokan atau hidung untuk diperiksa di laboratorium.

Pengobatan

Penderita SARS harus melakukan perawatan di rumah sakit dan diisolasi guna mencegah penularan terhadap orang lain. Selama di rawat pasien akan diberikan obat-obatan seperti:

  • Obat batuk serta obat yang mampu meredakan sesak napas
  • Obat antivirus
  • Obat antibiotik
  • Obat kortikosteroid dosis tinggi

Selain obat-obatan, pasien juga diberikan bantuan oksigen dengan menggunakan kanula yakni selang pada hidung, atau menggunakan masker oksigen, atau menggunakan tabung endotrakeal, tergantung dengan kondisi masing-masing pasien.

Pencegahan

Langkah pencegahan terinfeksi virus ini dapat dilakukan dengan menjaga hidup sehat dengan beberapa cara, seperti:

  • Jangan melakukan perjalanan ke wilayah yang sedang menghadapi endemik SARS. Jika memang tidak bisa dihindari, pastikan untuk terus menjaga kesehatan, gunakan masker ketika berada di luar ruangan, hindari pusat-pusat keramaian, serta ikuti aturan yang ada di negara atau wilayah tersebut.
  • Terapkan hand hygiene, yakni mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.
  • Gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60-95%.
  • Hindari untuk menyentuh area wajah terutama menyentuh hidung, mulut serta mata sebelum mencuci tangan sampai bersih.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis