fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Kanker ovarium merupakan jenis kanker yang letaknya berada pada jaringan indung telur. Indung telur sendiri yakni dua organ yang letaknya berada pada sisi kiri dan kanan Rahim.  Kanker jenis ini lebih sering dialami oleh wanita pasca menopause.

Informasi

Penyebab penyakit ini belum pasti hingga saat ini. Namun, kanker ini lebih sering diderita oleh wanita yang lanjut usia atau memiliki riwayat kanker sebelumnya. Penting sekali untuk menyadari gejala awal kanker ini. Hal ini dikarenakan pengobatan pada tahap awal kanker akan lebih mudah dibandingkan dengan pengobatan yang dilakukan setelah sel kanker menyebar.

Gejala

Sayangnya, gejala dari penyakit ini sering kali mulai baru terasa ketika sel kanker sudah berada pada stadium lanjut atau ketika sel kanker telah menyebar. Gejala jarang dapat terlihat di awal stadium. Selain itu, gejala kanker jenis ini juga tidak khas atau memiliki gejala yang serupa dengan penyakit lain. Berikut gejalanya:

  1. Perut kembung
  2. Cepat kenyang
  3. Mual
  4. Pembengkakan pada perut
  5. Penurunan berat badan
  6. Sering buang air kecil
  7. Sakit perut
  8. Sembelit (konstipasi)
  9. Sakit punggung bagian bawah
  10. Nyeri saat berhubungan seks
  11. Keluar darah dari vagina
  12. Perubahan siklus menstruasi, pada penderita yang masih mengalami menstruasi

Penyebab

Meskipun belum ada penyebab pasti dari penyakit ini, namun perubahan gen diyakini menjadi penyebab timbulnya kanker ovarium. Perubahan gen atau mutasi genetik tersebut terjadi pada sel-sel ovarium yang menyebabkan sel normal berubah menjadi sel kanker. Sel tersebut menduplikasi diri dan menyebar ke area lainnya.

Faktor Risiko

Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini diantaranya adalah:

  1. Berusia di atas 50 tahun
  2. Merokok
  3. Menjalani terapi penggantian hormon saat menopause
  4. Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker ovarium atau memiliki riwayat kanker payudara
  5. Menderita obesitas
  6. Pernah menjalani radioterapi
  7. Pernah menderita endometriosis
  8. Menderita sindrom Lynch

Diagnosis

Untuk mengetahui apakah pasien menderita penyakit ini atau tidak, dokter akan menanyakan terlebih dahulu mengenai keluhan kesehatan yang dirasakan pasien serta riwayat kesehatannya. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga seperti apakah memiliki keluarga yang memiliki riwayat kanker payudara atau ovarium.

Setelah itu, pemeriksaan fisik pada bagian panggul dan kelamin pun akan dilakukan. Jika dokter memiliki kecurigaan adanya kanker, maka pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Pemindaian

Pemindaian awal untuk mengetahui kanker ovarium adalah dengan dilakukannya USG perut. setelah itu pemeriksaan menggunakan CT Scan atau MRI.

  • Tes Darah

Tes ini bertujuan untuk mengetahui adanya tidaknya tanda kanker ovarium dengan mendeteksi protein CA-125. Kadar CA-125 yang tinggi dapat menjadi tanda kanker ovarium. namun, tes ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena kadar bisa naik karena disebabkan oleh hal lain dan tidak semua penderita kanker ovarium mengalami peningkatan kadar protein CA-125 tersebut. oleh sebab itu dibutuhkan tes lanjutan.

  • Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan ovarium untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat menentukan apakah pasien menderita penyakit kanker ovarium atau tidak.

Pengobatan

Penanganan kanker ovarium didasarkan pada kondisi serta tingkat stadium pasien. Semakin awal terdeteksi pengobatan semakin mudah dilakukan. Berikut metode pengobatan kanker ovarium.

  1. Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat ovarium baik salam satu atau keduanya. Hal ini didasarkan pada kondisi pasien. Jika sel kanker telah menyebar, maka operasi ini juga bertujuan untuk mengangkat rahim serta dan jaringan yang berada di sekitarnya. Beberapa operasi dapat menyebabkan penderita tidak dapat memiliki anak kembali.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker. Kemoterapi sendiri dapat dikombinasikan dengan radioterapi atau operasi.  Kemoterapi pun dapat dilakukan setelah maupun sebelumnya.

Kemoterapi yang diberikan sebelum operasi dan radioterapi bertujuan untuk membuat sel kanker mengecil, jika dilakukan setelahnya maka kemoterapi bertujuan untuk membunuh sisa sel kanker.

  1. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi digunakan untuk membunuh sel kanker. Radioterapi umumnya diberikan bagi penderita kanker ovarium stadium awal setelah melakukan operasi. Selain itu radioterapi pun diberikan untuk pasien stadium akhir. Tujuannya adalah untuk membunuh sel kanker yang telah menyebar ke organ lain.

  1. Terapi pendukung

Terapi penunjang juga akan diberikan kepada penderita kanker ovarium. Pemberian obat anti nyeri atau obat anti mual akan diberikan untuk meredakan rasa nyeri serta untuk mengurangi efek samping dari metode pengobatan kanker yang diberikan. Terapi ini akan membuat pasien merasa lebih nyaman ketika menjalani pengobatan.

Pencegahan

Meskipun cukup sulit untuk dicegah karena penyebabnya belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan demi menurunkan risiko terkena kanker ovarium. Pencegahan tersebut meliputi:

  • Mengonsumsi Pil KB kombinasi
  • Hindari atau jangan menggunakan terapi dengan penggantian hormon
  • Tidak merokok
  • Menerapkan pola hidup yang sehat
  • Menjaga berat badan tetap ideal

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis