fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Gangguan mental sama mencemaskannya dengan gangguan medis lain. Hal tersebut bisa membuat penderitanya mengalami berbagai kondisi yang membuatnya merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu kualitas kehidupannya. Bahkan, banyak pakar medis yang berpendapat jika kesehatan mental yang kurang baik akan membuat tubuh mudah terkena penyakit. 

Walaupun terkesan parah, skizofrenia dan gangguan bipolar bisa ditekan gejalanya asalkan rutin menjalankan pengobatan (Baca juga Mengenal Skizofrenia: Penyebab dan Gejalanya). Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang mengandung Risperidone untuk mengatasi gangguan tersebut. Obat ini termasuk golongan obat keras dimana penggunaannya harus diawasi secara ketat oleh dokter spesialis kejiwaan.

Informasi

Risperidone sendiri termasuk dalam golongan obat antipsikotik yang bekerja dengan cara mengembalikan keseimbangan zat-zat alami di otak Anda. Di pasaran, obat ini tersedia dalam bentuk suntik dan tablet yang praktis dikonsumsi. Merek dagang obat ini juga bervariasi. Oleh sebab itu, jika Anda berniat untuk mengeceknya Anda bisa melihatnya di situs resmi BPOM untuk melihat merek mana yang telah memperoleh izin edar.

Dosis

Berikut beberapa dosis Risperidone yang umum diberikan pada pasien dengan berbagai penyakit.

Skizofrenia

Untuk mengatasi gangguan ini, dokter bisa menggunakan Risperidone dalam bentuk tablet atau suntikan tergantung dari kebutuhan. Perlu Diketahui jika pemberian Risperidone untuk pasien skizofrenia hanya bisa dilakukan pada orang dewasa dan lanjut usia saja. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penggunaan obat ini pada pasien dibawah umur atau ibu hamil dan menyusui.

Pada Risperidone suntik, dokter akan memberikan 12,5 – 50 mg Risperidone kepada pasien secara rutin setiap 2 minggu sekali. Risperidone disuntikan secara langsung pada otot pantat atau lengan bagian atas pasien. Hal ini juga berlaku untuk pasien lansia sehingga tidak perlu ada penyesuaian dosis.

Sedangkan untuk tablet, pasien akan diberikan dosis awal sebesar 2 mg per hari yang kemudian ditingkatkan menjadi 4 mg per hari pada hari kedua. Risperidone bisa diberikan setiap sekali sehari atau dibagi menjadi 2 kali jadwal konsumsi jika diperlukan. Dosis perawatannya adalah 4-6 mg per hari dengan dosis maksimum sebesar 16 mg tiap hari.

Berbeda dengan pasien dewasa, pasien lansia akan diberikan dosis awal sebesar 0,5 mg yang akan diberikan tiap 2 kali sehari. Dosis tersebut bisa ditingkatkan menjadi 1-2 mg setiap 2 kali sehari secara bertahap.

Gangguan Bipolar

Pada saat pasien mengalami periode maniak, Risperidone dalam bentuk tablet harus dikonsumsi secara rutin tiap hari. Pada pasien dewasa, dosis awal yang diberikan adalah sebesar 2 mg yang harus dikonsumsi tiap hari.jika dirasa perlu, dokter bisa meningkatkan dosis Risperidone secara bertahap asalkan tidak melebihi dosis maksimal sebanyak 6 mg perhari.

Pada pasien lansia, dosis awal yang diberikan adalah 0,5 mg yang akan dikonsumsi tiap 2 kali sehari. Dosis Risperidone bisa ditingkatkan secara bertahap bila diperlukan menjadi 1-2 mg sehari yang harus dikonsumsi sebanyak 2 kali.

Alzheimer

Risperidone bisa digunakan untuk mengatasi penyakit Alzheimer pada orang dewasa. Obat yang digunakan pun dalam bentuk tablet yang mudah dikonsumsi. Dosis awal obat ini adalah 0,25 mg yang diberikan secara rutin setiap 2 kali sehari. Untuk dosis pemeliharaan, Risperidone diberikan dalam jumlah 0,5 mg yang diberikan tiap 2 kali sehari. Jika diperlukan, dokter akan meningkatkan dosisnya menjadi 1 mg yang harus dikonsumsi tiap 2 kali sehari. Penggunaan obat ini bagi pasien Alzheimer pun dibatasi maksimal hingga 6 minggu saja.

Kontraindikasi

risperidone

Interaksi dengan Obat Lain

Konsumsi Risperidone bersamaan dengan obat-obatan lain bisa berpotensi mengakibatkan gangguan kesehatan bagi pasien. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memberitahukan pada dokter obat apa saja yang tengah dikonsumsi baik itu obat resep dokter ataupun obat tanpa resep seperti suplemen kesehatan dan obat herbal.

Kelompok Orang Berisiko

Kelompok yang paling beresiko ketika mengkonsumsi obat ini adalah mereka yang memiliki hipersensitivitas terhadap Risperidone. Selain itu pasien yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, hati, ginjal, ibu hamil dan menyusui juga cukup berisiko jika mengkonsumsi obat ini.oleh sebab itu, Anda diharuskan memberitahukan kondisi kesehatan Anda secara lengkap ke dokter agar bisa dilakukan pengobatan yang sesuai.

Efek Samping

Tidak semua pasien mengalami efek samping akibat penggunaan Risperidone. Namun, efek samping yang paling sering ditemukan adalah insomnia, sakit kepala, gelisah, mual, muntah, pusing, mudah lelah dan sebagainya (Baca juga Susah Tidur? Atasi Insomnia dengan Memenuhi Asupan Vitamin Ini). Kebanyakan merupakan efek samping ringan yang mudah disembuhkan. Namun, jika Anda merasa efek tersebut semakin buruk maka segeralah menemui dokter Anda.

Cara Konsumsi

Risperidone termasuk obat keras sehingga Anda harus mengkonsumsinya berdasarkan petunjuk dokter. Jangan sampai Anda mengurangi atau melebihi dosis yang disarankan karena akan mempengaruhi proses penyembuhan. Obat ini bisa dikonsumsi baik sebelum atau setelah makan sehingga lebih praktis. Usahakan minum obat ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dokter. Selain itu, konsumsilah obat secara rutin dan teratur agar penyakit yang diderita cepat sembuh.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis