fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Pyridoxine HCl sering juga dikenal dengan sebutan vitamin B6. vitamin jenis ini, dapat larut dalam air. Pyridoxine HCl adalah obat yang seringkali dipakai pada orang yang kekurangan vitamin B6 yang dikarenakan pola makan yang tidak sehat. Dokter biasanya meresepkan obat ini pada pasien dengan kadar rendah Vitamin B6 dalam tubuh. Obat ini bekerja memaksimalkan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang normal.

Selain itu juga, pyridoxine HCl mempunyai efek yang positif untuk pengobatan beberapa penyakit tertentu, antara lain anemia sel sabit, morning sickness yang terjadi pada ibu hamil, anemia, kejang pada bayi yang baru lahir, dan juga sideroblastik herediter. Vitamin B6 juga dikenal memiliki tiga bentuk alami, yaitu pyridoxamine, pyridoxine, dan pyridoxal.

Informasi

Pyridoxine HCl atau lebih dikenal sebagai vitamin B6 merupakan salah satu nutrisi penting untuk tubuh yang berfungsi mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi, selain itu juga berperan menjaga kinerja jaringan saraf dan memproduksi sel-sel darah merah.

Perlu diketahui, Vitamin B6 ini tidak diproduksi oleh tubuh, oleh karena itu asupannya perlu dilengkapi dari makanan, seperti daging ayam atau sapi, sayuran, telur, kacang-kacangan, jeroan, gandum, dan juga buah-buahan seperti pisang dan alpukat. Selain sumber dari makanan, pyridoxine HCl bisa juga didapat dari suplemen makanan yang biasanya diresepkan bersamaan dengan vitamin B lainnya, yaitu vitamin B kompleks.

Berbagai merk dagang pada suplemen ini adalah, Pyridoxine HCl, Vitamin B6 dan Liconam-10. Suplemen ini tersedia dalam bentuk syrup, tablet dan suntik.

Dosis

Dokter biasanya akan memberikan dosis yang berdasarkan dengan kondisi medis yang dialami pasien. Dokter juga mungkin akan memberikan dosis yang bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan memantau respons tubuh pasien terhadap pengobatan, dan akan melakukan penyesuaian dosis jika memang dibutuhkan.

Pada Anemia sideroblastik yang biasa dialami oleh orang dewasa, dosis yang diberikan maksimal 400 mg per hari. Sedangkan pada penderita Defisiensi pyridoxine, dosis yang diberikan untuk orang dewasa, yakni, maksimal 150 mg. per hari. Pada pasien ibu hamil yang mengalami morning sickness, dokter akan memberikan dosis, 75 mg, untuk satu kali per hari.

Peringatan

  • Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter anda, jika ingin memberikan pyridoxine HCl pada anak- anak.
  • Jangan lupa untuk memberi tahu dokter anda, jika anda sedang menggunakan obat-obatan lainnya, termasuk jika anda sedang mengonsumsi suplemen atau produk herbal, demi mencegah terjadinya kontraindikasi pada obat yang tidak diinginkan.
  • Jika anda sedang atau memiliki riwayat penyakit jantung, maka harap waspadai pemakaian pyridoxine HCl jenis suntik. Begitupun juga jika anda memiliki gangguan ginjal.
  • Jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dokter anda, jika anda menggunakan pyridoxine HCl dalam jangka waktu panjang dan dengan dosis besar. Hal ini untuk menghindari atau mencegah terjadinya kerusakan sistem saraf.
  • Jika anda mengalami reaksi alergi atau overdosis karena mengonsumsi pyridoxin HCl, maka segeralah temui dokter.

Interaksi dengan Obat Lain

Harap berhati-hati ketika akan menggunakan obat-obatan ini bersamaan dengan pyridoxine HCl,  untuk mencegah kemungkinan terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan. Obat tersebut adalah, Pil KB, isoniazid karena dapat meningkatkan kadar pyridoxine HCl dalam darah, dan juga mengurangi efektifitas kerja suplemen ini.

Selain itu, Levodopa, phenitoin atau phenobarbital, dapat memberi efek samping menurunkan efektivitas ketiga obat tersebut.

Kelompok Orang Berisiko

Dalam studi terkontrol bagi wanita hamil, konsumsi suplemen ini tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin, juga terdapat kemungkinan yg kecil untuk membahayakan janin. Suplemen pyridoxine HCl tergolong cukup aman jika dikonsumsi oleh ibu menyusui maupun ibu hamil, meski begitu ada baiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai pemakaian suplemen pyridoxine HCl yang tepat pada masa menyusui.

Efek Samping

pyidoxine HCl

Pyridoxine HCl atau suplemen vitamin B6 ini hampir tidak akan menimbulkan efek samping jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter. Selain itu, efek samping yang mungkin saja terjadi akibat penggunaan pyridoxine HCl ini biasanya berupa, sakit kepala, mual, mati rasa pada tungkai atau kesemutan, dan mengantuk. Apabila anda mengalami gejala alergi, seperti timbul ruam pada kulit atau gatal, wajah dan lidah membengkak, sakit kepala berat, dan sesak nafas, segeralah hubungi dokter!

Cara Konsumsi

Sebaiknya anda ikuti saran dan resep dari dokter ketika berkonsultasi, atau memperhatikan tabel yang tertera pada kemasan. Obat ini biasanya dikonsumsi setelah makan. Dosis yang diberikan tergantung pada usia, kondisi medis, dan respons tubuh pasien terhadap suplemen ini. Konsumsi dengan cara menelan kapsul dalam keadaan utuh atau tidak dihancurkan. Jangan konsumsi obat di luar petunjuk dokter.

Anda sebaiknya mengonsumsi Suplemen pyridoxine HCl ini dengan benar. Biasakan agar selalu membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan, atau ikuti petunjuk dokter. Sebaiknya, tidak mengonsumsi suplemen pyridoxine HCl ini melebihi dosis yang dianjurkan.

Pyridoxine HCl ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Pastikan agar anda mengonsumsi suplemen pyridoxine HCl ini pada waktu yang sama setiap hari agar hasil pengobatan yang dijalani menjadi efektif. Jika anda tidak sengaja melewatkan waktu rutin untuk minum suplemen pyridoxine HCl ini, sebaiknya anda bergegas untuk meminumnya pada saat teringat, apabila tidak terlalu dekat jeda dengan jadwal minum berikutnya. Jika waktunya berdekatan, abaikan saja dan tidak perlu untuk menggandakan dosis.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis