fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Penyakit polio atau yang dalam istilah medis disebut poliomyelitis merupakan jenis penyakit menular karena terjadinya infeksi virus. Virus tersebut akan menyerang sistem saraf pusat sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem motorik. Penyakit polio ini dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan pada otot, baik yang bersifat permanen maupun sementara. Dalam kasus yang lebih berat, polio dapat mengganggu kemampuan bernapas dan menelan makanan pada penderita.

Informasi

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan mudah dan sepenuhnya. Namun, saat ini sudah banyak terdapat vaksin yang mampu mencegah penularan terjadinya penyakit tersebut. Penyakit ini mudah sekali menyerang pada wanita yang sedang hamil, anak kecil yang belum diimunisasi serta orang-orang dengan sistem imun tubuh yang lemah dan buruk. 

Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan secara total, penyakit ini dapat dicegah dan diatasi dengan cara meminimalisir dan mengendalikan faktor risiko yang ada.

Gejala

Ada berbagai macam gejala yang ditimbulkan dari penyakit polio. Namun, seringkali orang yang sudah terpapar virus pun tidak menunjukkan tanda dan gejala apapun. Gejala yang muncul juga tergantung dari jenis penyakit yang menyerang penderita. Penyakit polio memiliki 3 jenis infeksi yaitu paralitik, non paralitik, dan sindrom pasca polio. Ketiga jenis infeksi tersebut masing-masing terdapat gejala yang berbeda-beda. 

  1. Jenis infeksi paralitik biasanya menyebabkan kelumpuhan (paralisis) pada saraf tulang belakang (spinal), batang otak (bulbar) atau keduanya (bulbospinal). Gejala awal pada infeksi ini mungkin tidak berbeda jauh dengan gejala non paralitik. Setelah berlangsung selama satu minggu, gejala yang lebih parah akan muncul. 

Gejala-gejala tersebut antara lain nyeri dan kejang otot hingga parah, kehilangan refleks, salah satu bagian tubuh terasa lemas, kelumpuhan secara tiba-tiba yang bersifat sementara atau permanen, serta bentuk bagian tubuh menjadi tidak sempurna khususnya pada bagian pinggang dan pergelangan kaki.

  1. Pada infeksi non paralitik gejalanya dapat berlangsung selama 1 hingga 10 hari. Gejala umum yang mungkin terjadi menyerupai flu biasa dan beberapa ciri gejala lainnya meliputi sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, tubuh kelelahan, meningitis, mual dan muntah. Jenis infeksi non paralitik ini sering disebut dengan polio abortif.
  2. Pada sindrom pasca polio, maka terdapat kemungkinan polio akan kembali datang meskipun Anda sudah disembuhkan. Kondisi sindrom ini akan terjadi sekitar 15 hingga 40 tahun setelah pertama kali terinfeksi virus. 

Adapun tanda dan gejala umum pasca polio antara lain lebih mudah lelah, nyeri otot yang semakin memburuk, penyusutan otot, lemah otot atau sendi, depresi, kesulitan menelan atau bernapas, serta kesulitan dalam mengingat dan berkonsentrasi. Pada kasus ini diperkirakan 25%-50% orang yang dinyatakan sembuh dari polio kembali menunjukkan tanda dan gejala tersebut.

Penyebab

Polio tergolong dari penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus ditemukan di feses yang terinfeksi, konsumsi makanan yang tercemar virus (fecal oral), dan ditularkan melalui bersin dan batuk karena virus tersebut dapat bertahan hidup di dalam tenggorokan dan usus. Orang yang tinggal di daerah yang kurang air bersih akan lebih mudah terpapar oleh virus. Wanita hamil dengan sistem imun yang lemah, penderita HIV dan anak-anak termasuk kategori orang yang lebih mudah terserang penyakit polio. 

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan seseorang terserang penyakit ini. Faktor-faktor risiko pemicunya antara lain: 

  • Faktor usia
  • Belum pernah vaksinasi atau imunisasi
  • Wanita hamil
  • Bepergian atau tinggal di daerah yang terdapat virus
  • Berdekatan langsung dengan orang yang terinfeksi
  • Memiliki sistem imunitas tubuh yang buruk
  • Pernah menjalani prosedur tonsilektomi 
  • Sedang mengalami depresi atau stress berat 

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis dan melakukan pemeriksaan fisik kepada pasien untuk mengetahui terjadinya kelumpuhan atau kaku di bagian leher dan punggung, kesulitan bernapas/menelan, dan reflek tubuh lainnya yang tidak wajar. Untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat, dokter akan mengambil sampel dari feses, faring, urin, dan cairan sumsum tulang belakang. Sampel cairan sumsum akan dicek di laboratorium untuk mendeteksi adanya tanda-tanda infeksi.

Pengobatan

Pengobatan pada penyakit ini berfokus pada pereda rasa sakit , mencegah terjadinya komplikasi kesehatan serta menambah tenaga. Beberapa obat-obatan yang dianjurkan dokter antara lain: 

  • Obat pereda rasa sakit (ibuprofen)
  • Obat anti kejang untuk menenangkan otot
  • Obat antibiotic untuk mengatasi infeksi saluran kemih
  • Ventilator pernapasan, terapi fisik serta rehabilitasi paru

Pencegahan

Pencegahan penyakit polio dapat dilakukan dengan cara imunisasi polio. Vaksin polio ini akan mampu menjaga kekebalan terhadap penyakit polio dan aman diberikan kepada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang cenderung lemah. Terdapat dua jenis vaksin polio yaitu suntik (IPV) dan obat tetes mulut (OPV). Obat tetes mulut (OPV-0) diberikan sesaat setelah bayi dilahirkan. 

Selanjutnya, vaksin polio diberikan sebanyak 4 dosis baik dalam bentuk IPV maupun OPV. Vaksin polio juga akan diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah vaksinasi polio sejak lahir dan mereka diberikan vaksin dalam bentuk suntik (IPV) sebanyak 3 dosis.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis