fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada bagian kolon atau usus besar, kanker ini juga bisa tumbuh pada bagian usus besar paling bawah yang terhubung ke rectum atau anus. Kanker ini juga biasa dinamai sebagai kanker rektum atau kanker kolon tergantung dimana tempat tumbuh kanker tersebut.

Informasi

Kanker ini kebanyakan bermula dari adanya jaringan yang tumbuh pada dinding bagian dalam kolon atau rektum. Jaringan ini biasa juga disebut sebagai polip usus. Namun, yang perlu Anda ingat tidak semua polip usus akan berkembang menjadi kanker kolorektal. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh jenis polip itu sendiri.  Jenis polip yang umum pada usus besar ada 2 yakni polip adenoma dan hiperplastik.

Polip adenoma lebih berisiko untuk berkembang menjadi kanker itu sebabnya polip ini sering juga disebut sebagai kondisi pra kanker. Sedangkan polip hiperplastik lebih umum untuk terjadi dan biasanya tidak akan berkembang menjadi kanker.

Gejala

Gejala yang dirasakan penderita penyakit ini seringkali terjadi jika kanker sudah berkembang jauh. Gejala yang dirasakan pun tergantung pada letak serta ukuran kanker itu sendiri. Beberapa gejala yang muncul diantaranya:

  1. Buang air besar yang terasa tidak tuntas
  2. Darah pada tinja
  3. Konstipasi atau diare
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Perut terasa nyeri, kram, serta kembung
  7. Tubuh mudah lelah
  8. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas

Namun, pada tahap awal, penderita kanker ini sering kali tidak merasakan gejala apapun.

Penyebab

Sampai dengan saat ini, penyebab penyakit ini belumlah jelas. Namun, penyakit ini bisa disebabkan karena adanya riwayat personal maupun keluarga yang menderita penyakit kanker kolorektal atau memiliki riwayat penyakit polip kolorektal. Selain itu juga bisa disebabkan karena inflammatory bowel disease (IBD).

Sindrom genetik juga dapat menjadi penyebab mengapa kanker ini bisa tumbuh. Sindrom genetic tersebut seperti familial adenomatous polyposis (FAP) atau hereditary nonpolyposis colorectal cancer syndrome. Bukan hanya itu faktor gaya hidup yang tidak sehat serta faktor makanan pun bisa menjadi penyebab dari penyakit ini.

Faktor Risiko

Meskipun penyebab timbulnya kanker ini belum bisa dipastikan, namun beberapa hal ini bisa menyebabkan risiko tumbuhnya kanker ini.

  1. Usia

semakin bertambahnya usia, maka risiko terkena kanker kolorektal pun dapat meningkat. Bahkan lebih dari 90% penderita kanker kolorektal berada pada rentang umur 50 tahun keatas.

  1. Riwayat Penyakit

Selian usia, riwayat penyakit pun menjadi faktor risiko dari kanker kolorektal. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit polip kolorektal atau riwayat penyakit kanker memiliki risiko terkena kanker kolorektal. Selain itu penyakit ini juga berisiko bagi mereka yang keluarganya memiliki riwayat penyakit kanker maupun polip kolorektal tersebut.

  1. Penyakit Genetik

Faktor genetik juga turut menjadi risiko terkena kanker kolorektal. Penyakit keturunan seperti sindrom Lynch, memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mengalami kanker jenis ini.  

  1. Radang Usus

Kanker kolorektal juga memiliki risiko yang tinggi bagi penderita kolitis ulseratif atau penyakit crohn.

  1. Gaya Hidup

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya melakukan aktivitas fisik atau olahraga, kurangnya asupan serat serta kurang konsumsi buah-buahan pun menjadi faktor risiko kanker kolorektal. Tak hanya itu, berat badan berlebih apalagi obesitas jyaga rentan mengalami penyakit ini termasuk orang yang gemar konsumsi minuman beralkohol dan merokok.

Diagnosis

Kanker kolorektal sebenarnya dapat dideteksi sejak dini. Namun karena gejala mulai terasa setelah kondisi kanker mulai memburuk banyak penderita yang tidak menyadarinya. Dibutuhkan prosedur skrining untuk dapat mendiagnosis pasien seperti:

  • Pemeriksaan Tinja

Pemeriksaan ini meliputi Fecal occult blood test (FOBT) atau tes darah samar. Tes ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya darah pada feses yang dilihat melalui mikroskop. Tes ini disarankan untuk dilakukan setahun 2 kali. Tes FOBT sendiri terdiri dari dua jenis yakni Guaiac FOBT serta Fecal immunochemical test (FIT). Fit DNA test juga dilakukan guna mengetahui adanya perubahan DNA yang terjadi pada feses.

  • Sigmoidoskopi

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat polip atau kanker pada anus hingga kebagian bawah kolon.

  • Kolonoskopi (Colonoscopy)

Prosedur ini menggunakan selang yang lebih panjang dari sigmoidoskopi. Gunanya untuk memeriksa bagian bagian dalam rektum maupun seluruh bagian pada usus besar.

  • CT Kolonografi

Pemeriksaan yang bertujuan untuk gambar usus besar untuk kemudian dianalisis.

Pengobatan

Pengobatan pada pasien kanker kolorektal didasarkan pada stadium kanker tersebut. Langkah pengobatan untuk stadium awal dan stadium lanjutan berbeda tergantung kondisi pasien dan rekomendasi dari dokter.  Semakin awal ditangani, maka peluang kesembuhannya semakin tinggi. Meskipun penanganan setiap stadium berbeda namun pengobatan kanker ini sendiri meliputi:

  • Prosedur operasi
  • Ablasi radiofrekuensi
  • Cryosurgery
  • Kemoterapi dan radioterapi

Pencegahan

Pencegahan penyakit ini belum ditemukan secara pasti, namun menjaga pola makan dan konsumsi makanan bernutrisi serta menjalani pola hidup sehat bisa menjadi langkah pencegahan untuk meminimalisir tingkat risiko terkena penyakit ini.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis