Pneumothorax

by | Jun 26, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitP | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Pneumothorax adalah suatu kondisi di mana adanya udara yang mengalir di antara dinding dada dan paru-paru. Pneumothorax memiliki dua tipe yaitu pneumothorax idiopatik (terjadi dengan tiba-tiba pada orang sehat tanpa adanya riwayat penyakit tersebut), dan pneumothorax sekunder (berasal dari komplikasi yang terjadi pada paru-paru). Jika penyakit ini tidak ditangani secara serius dan tepat, kondisi ini kemungkinan dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Informasi

Dalam istilah medis, pneumothorax adalah kondisi terkumpulnya udara dalam rongga pleura, yaitu rongga tipis yang dibatasi oleh dua selaput pleura di antara dinding dada dan paru-paru. Udara yang terkumpul tersebut dapat terjadi karena adanya celah yang terbentuk akibat cedera pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru-paru. 

Pada umumnya, pneumothorax adalah penyakit yang terjadi pada seseorang yang memilki rentang usia 20-30 tahun, terutama menyerang pada orang dengan postur tubuh tinggi dan kurus. Kemungkinan terserang pneumothorax dapat diminimalisir jika Anda menghindari faktor risiko. 

Gejala

Tanda dan gejala paling umum terjadi saat pneumothorax yaitu kesulitan dalam bernapas serta nyeri pada bagian dada, terutama saat menarik dan menghembuskan napas. Adapun beberapa gejala lain yang ditimbulkan dari pneumothorax antara lain: 

  • Napas terasa lebih pendek, sesak napas
  • Nyeri dada di sisi yang sakit
  • Wajah terlihat pucat
  • Kulit menjadi biru atau sianosis
  • Batuk
  • Berkeringat dingin
  • Pingsan
  • Mudah lelah dan jantung berdetak lebih kencang

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Anda dapat segera konsultasikan keluhannya kepada dokter.

Penyebab

Berdasarkan penyebabnya, pneumothorax dibagi menjadi dua tipe yaitu pneumothorax trauma dan pneumothorax non trauma. Pneumothorax trauma disebabkan oleh adanya cedera pada dinding paru-paru atau dada. Sedangkan pneumothorax non trauma dapat terjadi secara spontan tanpa diawali cedera. 

Dari berbagai penelitian, para ahli kesehatan mengungkapkan penyebab terjadinya pneumothorax yakni terdapat gelembung udara yang pecah dan udara menjadi stagnan diam di dalam paru-paru. Selain itu, pada kondisi pneumothorax sekunder dapat terjadi pada saat Anda pernah mengalami penyakit paru-paru tertentu seperti TBC, asma, batuk rejan, dan paru obstruktif kronis). Adanya luka pada paru-paru dan dada juga menjadi salah satu penyebab timbulnya pneumothorax.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor-faktor risiko yang kemungkinan dapat memengaruhi terjadinya pneumothorax, di antaranya: 

  • Faktor gender terutama pada pria akan lebih tinggi berisiko dibandingkan pada wanita, para perokok akan lebih tinggi mengalami risiko.
  • Faktor genetik yang menjadi faktor karena adanya riwayat penyakit pneumothorax yang diturunkan.
  • Pernah  mengalami penyakit pada paru-paru.
  • Ventilasi mekanis jika anda menggunakan alat bantu pernapasan dan faktor terakhir karena memang pernah mengalami pneumothorax sebelumnya.

Diagnosis

Penyakit pneumothorax tergolong penyakit dengan kondisi gawat darurat bahkan dapat berakibat fatal bagi penderitanya. Untuk mendiagnosis penyakit ini, maka dokter akan mengecek rekam medis yang pernah Anda lalui dan melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut. Dokter akan mengecek suara pada pernapasan Anda dengan menggunakan stetoskop. 

Tes X-ray pada bagian dada akan dilakukan untuk mendiagnosis adanya pneumothorax. Selain itu, petugas medis juga harus memeriksa kadar oksigen yang terkandung pada darah dan jantung Anda menggunakan EKG untuk mengetahui apakah Anda pernah mengalami pneumothorax sebelumnya. Jika dicurigai adanya tension pneumothorax, maka dokter akan menusukkan jarum di antara sela iga untuk mengeluarkan udara yang terdapat dalam rongga pleura. 

Pengobatan

Pada tahap pengobatan, akan dilihat dari tingkat kondisi pneumothorax yang Anda alami. Pada pneumothorax ringan akan lebih mudah diatasi yaitu dengan membiarkan paru-paru beradaptasi dengan atmosfer udara. Sedangkan pada tingkat pneumothorax yang lebih parah, maka dokter akan memberi penanganan khusus yaitu memasangkan jarum suntik dan selang pada dada penderita untuk mengeluarkan udara yang terdapat di sana. 

Jika lubang yang dibuat memiliki ukuran besar, maka selang tersebut harus dibiarkan terpasang hingga beberapa hari untuk menjaga kondisi paru-paru agar tidak mengembang sehingga lubangnya pun akan benar-benar pulih. Namun, jika cara-cara pengobatan di atas belum membuahkan hasil, maka Anda harus melakukan tindakan operasi untuk mencegah masuknya udara ke dalam paru-paru Anda.

Perubahan gaya hidup saat di rumah juga penting dilakukan untuk kesembuhan mengatasi pneumothorax. Beberapa upaya pengobatan di rumah antara lain: 

  • Memeriksa secara rutin ke dokter untuk mengecek perkembangan, gejala yang timbul serta kesehatan tubuh secara umum, 
  • Mengonsumsi obat-obatan yang telah dianjurkan dokter, 
  • Konsultasi rutin dengan dokter mengenai obat yang Anda konsumsi, baik obat yang diresepkan, suplemen pribadi atau obat yang Anda beli di Apotek, 
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, 
  • Segera hubungi dokter jika mengalami demam atau merasakan adanya rasa sesak pada dada karena kemungkinan Anda dapat terkena infeksi atau pneumonia. 

Pencegahan

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terkena penyakit pneumothorax yaitu menghentikan kebiasaan merokok. Jika terdapat penyakit paru-paru dianjurkan segera melakukan pengobatan, dan berhenti melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat yang memicu kondisi paru-paru seperti aktivitas menyelam.