Impotensi

by | Jun 26, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitI | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Impotensi adalah kondisi dimana penis tidak mampu mempertahankan ereksi bahkan tidak mampu untuk ereksi meskipun terdapat rangsangan secara seksual. Penyakit yang satu ini juga dikenal dengan disfungsi ereksi. Kondisi tersebut rentan dialami oleh pria dengan umur diatas 40 tahun. Meskipun tidak membahayakan, namun kondisi tersebut cukup mengganggu baik untuk penderita maupun untuk pasangan.

Informasi

Seorang yang mengalami disfungsi ereksi tidak dapat melakukan ereksi maupun mempertahankan ereksi. Ereksi sendiri merupakan hasil dari terjadinya peningkatan darah ke penis. Hal tersebut terjadi karena terdapat rangsangan dalam pikiran seksual maupun maupun penis mengalami kontak sehingga ereksi terjadi. Penderita impotensi akan mengalami penurunan gairah seksual. Gejalanya berlangsung secara bertahap.

Gejala

Impotensi ditandai dengan beberapa gejala seperti ketidakmampuan untuk ereksi. Kondisi impotensi ditandai dengan ketidakmampuan pria untuk melakukan ereksi maupun untuk mempertahankan ereksi hingga seks berakhir. Selain itu hasrat seksual juga berkurang

Penyebab

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan impotensi bisa dialami mulai dari penyebab fisik sampai psikologis:

Penyebab Fisik

Disfungsi ereksi bisa disebabkan karena adanya penyebab fisik berikut ini:

  • Penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah
  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas dan sindrom metabolik
  • Penyakit Parkinson
  • Multiple sclerosis
  • Diabetes
  • Gangguan hormonal, termasuk kondisi tiroid dan defisiensi testosteron
  • Kelainan struktural atau anatomi penis
  • Merokok, alkoholisme, dan penyalahgunaan zat, seperti penggunaan kokain
  • Perawatan untuk penyakit prostat
  • Komplikasi bedah
  • Kolesterol tinggi
  • Cedera di daerah panggul atau sumsum tulang belakang
  • Terapi radiasi ke daerah panggul

Penyebab Psikologis

Selain penyebab fisik, disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh penyebab psikologis ini

  • Merasa bersalah
  • Takut akan keintiman
  • Depresi
  • Kecemasan berat

Penyebab psikologis umumnya dialami oleh penderita impotensi primer yakni kondisi dimana penderita hamper tidak pernah mencapai ereksi.

Faktor Risiko

Faktor-faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya impotensi pada pria.

  • Kondisi medis seperti diabetes dan kondisi jantung dapat mempengaruhi tingkat risiko terjadinya disfungsi ereksi.
  • Mengkonsumsi tembakau. Hal ini dapat menyebabkan membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri menjadi terbatas, bahkan lama kelamaan dapat menyebabkan kondisi kesehatan kronis termasuk impoten.
  • Kelebihan berat badan bahkan obesitas.
  • Memiliki riwayat melakukan perawatan medis tertentu, seperti pengobatan radiasi untuk kanker maupun operasi prostat.
  • Cedera dapat meningkatkan risiko impoten jika ternyata merusak pembuluh darah atau saraf yang mengontrol ereksi.
  • Mengkonsumsi obat, seperti antidepresan, antihistamin, maupun obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kondisi tekanan darah tinggi,  prostat maupun nyeri.
  • Kondisi psikologis pun dapat meningkatkan risiko impoten. kondisi psikologis ini meliputi  seperti stres, depresi serta kecemasan.
  • Penggunaan narkoba terutama dalam jangka panjang.
  • Terlalu sering minum alkohol terutama jika Anda merupakan peminum berat.  
  • Aktif bersepeda dalam jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi aliran darah menuju penis hal tersebut dapat memicu terjadinya impoten baik sementara atau dapat pula secara permanen.

Diagnosis

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai keluhan serta melakukan pemeriksaan fisik selain itu, tes lain juga dilakukan untuk mengetahui penyebab disfungsi ereksi. Beberapa tes tersebut seperti:

  1. Tes Darah: Tes darah dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya penyakit yang dapat menimbulkan impotensi seperti jantung, serta diabetes. Tes ini juga untuk mengetahui kadar testosterone serta kondisi lainnya.
  2. Tes Urin: Tes urin dilakukan untuk mencari tahu tanda-tanda kondisi kesehatan yang mendasar serta ada atau tidaknya tanda diabetes.
  3. Ultrasound (USG)
  4. Uji ereksi semalam: Ereksi bisa terjadi ketika malam hari tanpa diingat oleh pria. Uji ereksi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah serta kekuatan dari ereksi yang dicapai dalam semalam. Tes ini berguna untuk mengetahui penyebab dari impotensi apakah disebabkan karena fisik atau psikologi
  5. Uji Psikologis: Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan guna mengetahui adalah faktor psikologis yang menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi.

Pengobatan

Berikut beberapa pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi impotensi:

Obat

Dokter akan meresepkan obat minum untuk mengatasi disfungsi ereksi tersebut. obat umum untuk mengatasi penyakit ini biasanya meliputi sildenafil, vardenafil, tadalafil, serta avanafil.

Penggantian Testosteron

Pengobatan ini ditujukan untuk kondisi yang disebabkan karena rendahnya hormon testosteron.

  • Perangkat Vakum Penis
  • Terapi Psikologi

Terapi ini dilakukan untuk penderita disfungsi ereksi yang disebabkan karena faktor psikologis. Dokter akan membantu Anda untuk dapat memperbaiki perasaan serta mental Anda.

Ubah Pola Hidup

Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dapat membantu proses penyembuhan. Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol serta olahraga secara rutin.

Pencegahan

Beberapa cara ini dapat membantu Anda untuk menghindari penyakit impotensi atau disfungsi ereksi, berikut beberapa caranya:

  • Berhenti merokok
  • Berhenti minum alkohol dan penggunaan obat terlarang
  • Kelola stress dengan baik
  • Olahraga secara teratur
  • Jika mengalami depresi dan kecemasan segera konsultasi dengan psikolog maupun ahli jiwa lainnya untuk membantu Anda mengatasi depresi dan kecemasan tersebut
  • Turunkan berat badan jika Anda memiliki berat badan berlebih bahkan obesitas