Saat masa kehamilan, wanita mengalami berbagai hal yang tidak biasa seperti perut yang membesar, pinggang yang sakit, kaki bengkak, atau hal-hal tidak biasa lainnya. Hal ini karena perkembangan dan pertumbuhan bayi yang terus berlangsung di dalam perut. Namun saat masa kehamilan, berbagai gangguan juga dapat terjadi loh! Bahkan kebanyakan mengancam kesehatan ibu dan sang janin, salah satunya adalah plasenta previa. Ya, kondisi yang satu ini mungkin jarang didengar oleh masyarakat umum karena hanya dapat terjadi pada ibu hamil. Lalu apa sih plasenta previa ini? Apa saja tanda dan gejala plasenta previa? Tenang! Lifepack akan membagikan informasi lengkapnya lewat ulasan berikut ini.

Apa Itu Plasenta Previa?

Saat ibu hamil, seiring dengan perkembangan baik biasanya plasenta akan melekat dan menjulur ke atas bagian rahim, namun berbeda dengan plasenta previa. Plasenta previa  adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika posisi plasenta bayi berada di bawah rahim ibu. Hal ini dapat menyebabkan plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim sehingga menghalangi jalan lahir sang bayi. Penyakit ini terbagi menjadi tiga jenis sesuai dengan letaknya, yaitu :

  1. Plasenta previa lateralis, yaitu plasenta yang melekat ke bawah namun tidak sampai menutupi jalan lahir.
  2. Plasenta previa parsialis, yaitu plasenta yang melekat ke bawah di dekat leher rahim dan menutupi sebagian jalan lahir.
  3. Terakhir, plasenta previa totalis, yaitu plasenta yang melekat ke bawah di dekat leher rahim dan menutupi seluruh jalan lahir.
plasenta previa adalah
Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika posisi plasenta bayi berada di bawah rahim ibu.

Plasenta previa biasanya dapat sembuh sendiri, namun terdapat 10% kasus yang biasanya bertahan lama hingga waktu kelahiran. Gangguan yang satu ini sudah terlihat sejak masa kehamilan memasuki usia 20 minggu. Sehingga gangguan ini dapat diawasi dan dicarikan solusi seiring berjalannya waktu.

Penyebab Plasenta Previa

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit ini. Namun risikonya dapat meningkat jika Anda memiliki beberapa kondisi, seperti :

  1. Kehamilan yang terjadi pada usia > 35 tahun
  2. Pernah menjalani operasi caesar atau operasi lainnya pada rahim
  3. Pernah mengalami kehamilan bayi kembar
  4. Mengalami plasenta previa
  5. Terdapat jaringan parut pada endometrium (Baca juga Penyebab Endometriosis dan Cara Agar Tetap Bisa Hamil)
  6. Kelainan pada lapisan rahim
  7. Kelainan pada plasenta
  8. Merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang (Baca juga Bahaya Merokok Terhadap Kesuburan Pria dan Wanita)

Tanda dan Gejala

Saat ibu hamil mengalami penyakit ini, biasanya terdapat beberapa tanda dan gejala yang muncul. Gejala yang paling umum, antara lain :

  1. Pendarahan yang terjadi secara berulang
  2. Pendarahan tidak disertai rasa nyeri
  3. Jika pendarahan yang terjadi dapat menyebabkan anemia dan syok
  4. Penampakan janin dalam rahim tidak normal
  5. Kepala bayi masih berada di atas panggul saat waktu kelahiran sudah dekat
  6. Rasa kram atau nyeri pada perut

Apakah Saya Masih Dapat Hamil Setelah Mengalami Plasenta Previa?

Jawabannya, Ya! Anda masih memiliki kemungkinan untuk hamil lagi meski pada kehamilan sebelumnya Anda mengalami plasenta previa. Namun perlu dipahami bahwa sebaiknya Anda memberikan jarak waktu dengan program kehamilan berikutnya agar rahim bisa bekerja dengan normal kembali.

Diagnosis

Saat terdapat gejala, biasanya dokter akan menanyakan keluhan Anda. Kemudian dokter umumnya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk melihat kondisi plasenta di dalam perut, seperti :

  1. USG transvaginal
  2. USG perut
  3. MRI

Perawatan

Perawatan yang diperlukan pada penyakit ini biasanya disesuaikan dengan kondisi yang dialami oleh penderitanya. Jika terjadi pendarahan yang tidak terlalu banyak, biasanya Anda akan dianjurkan untuk banyak beristirahat dan dianjurkan untuk menghindari kegiatan yang berat. Menurut dr. Irma Lidia dari Tim Dokter Lifepack plasenta previa sering kali ditemukan saat melakukan pemeriksaan USG rutin. Tujuan perawatan ini adalah untuk menjaga agar tidak terjadi perdarahan sampai janin mendekati atau cukup umur untuk dilahirkan. Kebanyakan wanita akan disarankan untuk melahirkan secara caesar untuk menghindari perdarahan yang membahayakan

Namun pada perdarahan berat biasanya diperlukan penanganan medis lebih lanjut sehingga Anda perlu segera ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Biasanya jika terjadi pendarahan berat pada usia kandungan 36 minggu, dokter akan menyarankan kelahiran bedah caesar.

Itulah informasi mengenai apa itu plasenta previa, penyebab, dan gejalanya, serta perawatannya. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Konsultasi gratis dengan dokter umum dan beli obat rutin. Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri. Dapatkan rekomendasi vitamin harian personal kamu, dari A ke Z(inc) hanya di Jovee.

Ditulis oleh : Nada Karisma

Referensi

Jaminan Lifepack untuk Anda

Icon

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Pertanyaan Seputar Lifepack

+

Apa itu Lifepack?

+

Apa yang membuat Lifepack berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Lifepack?

+

Berapa lama pengiriman obat saya?

+

Dokter spesialis apa saja yang tersedia di Lifepack?

Artikel Terkait

obat-rutin-medical-check-up

Mengenal Medical Check Up, Apakah Perlu?

Telemedik   22/02/2021, 19:58 WIB
resep-obat-ruton

Ketahui Macam-Macam Pemeriksaan dalam Medical Check Up

Telemedik   19/02/2021, 16:58 WIB
covid-19 vaksin

Seberapa Pentingkah Vaksin COVID-19?

Telemedik   10/02/2021, 20:40 WIB
asam hidroksi

8 Manfaat AHA (Asam Hidroksi Alpha) untuk Kulit

Telemedik   10/02/2021, 18:40 WIB
apa itu asam borat

4 Informasi Penting Tentang Tetes Telinga Asam Borat Yang Perlu Anda Ketahui

Telemedik   09/02/2021, 20:00 WIB
Logo kemenkes

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat Anda

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Callback
Logo kemenkes

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat anda

Konsultasi Sekarang

Jaminan Lifepack untuk Anda

Icon

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Icon

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Icon

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Icon

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Icon

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Icon

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Icon

Kemasan obat praktis dan aman

Icon

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Artikel Terkait

obat-rutin-medical-check-up

Mengenal Medical Check Up, Apakah Perlu?

Telemedik   22/02/2021, 19:58 WIB
resep-obat-ruton

Ketahui Macam-Macam Pemeriksaan dalam Medical Check Up

Telemedik   19/02/2021, 16:58 WIB
covid-19 vaksin

Seberapa Pentingkah Vaksin COVID-19?

Telemedik   10/02/2021, 20:40 WIB
asam hidroksi

8 Manfaat AHA (Asam Hidroksi Alpha) untuk Kulit

Telemedik   10/02/2021, 18:40 WIB
apa itu asam borat

4 Informasi Penting Tentang Tetes Telinga Asam Borat Yang Perlu Anda Ketahui

Telemedik   09/02/2021, 20:00 WIB

Metode Pembayaran

metode pembayaran

Partner Pengiriman

partner pengiriman partner pengiriman

Beli Obat Tanpa Antre

Lifepack melayani tebus resep, pembelian obat rutin dan Over The Counter (OTC). Pengiriman ke seluruh Indonesia.

Chat Dokter via Whatsapp

Respon Cepat, Jawaban Akurat

arrow right

Download Aplikasi

Konsultasi Dokter Gratis, Semakin Praktis

arrow right
image subscribe form

Selamat! Anda Mendapatkan Voucher Diskon!

Nikmati diskon Rp10.000 untuk pembeli obat dengan minimum transaksi. Masukkan alamat email Anda untuk dapat kodenya sekarang.

Download Aplikasi Lifepack

Anda Seorang Dokter?