fbpx

Penyebab Endometriosis dan Cara Agar Tetap Bisa Hamil

Mei 5, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Gangguan endometriosis merupakan gangguan yang menyerang bagian rahim wanita. Biasanya penderitanya mengalami gangguan berupa tumbuhnya jaringan yang seharusnya berada di bagian dinding rahim justru tumbuh di luar rahim. Jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim ini dapat tumbuh di usus, indung telur, vagina, tuba falopi hingga rektum yang merupakan bagian akhir usus yang berhubungan ke anus.

Kondisi endometriosis ditandai dengan rasa nyeri akibat penebalan yang terjadi terhadap jaringan tersebut di luar Rahim. Penebalan terjadi sebelum menstruasi. Bedanya, jaringan endometrium di dalam Rahim akan meluruh ketika menstruasi, namun endometrium di luar Rahim tidak dapat meluruh ketika menstruasi. Hal ini akan menimbulkan rasa nyeri di tubuh bahkan menyebabkan kemandulan. 

Penyebab Endometriosis 

Meski penyebab pasti dari gangguan ini belum dapat diketahui dengan jelas oleh para ahli kesehatan, namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab endometriosis. Berikut faktor penyebabnya:

1. Gangguan terhadap sistem kekebalan tubuh

Sistem imun yang terganggu dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh gagal untuk menghancurkan sel endometrium yang tumbuh di luar Rahim. 

2. Perpindahan sel endometrium

Ketika sel endometrium mengalami perpindahan dari luar Rahim, maka hal ini dapat menyebabkan timbulnya gangguan endometriosis. Sel endometrium sendiri dapat berpindah ke bagian tubuh lain melalui sistem limfatik hingga darah.

3. Retrograde Menstruation

Darah menstruasi ada kalanya mengalami gangguan dengan mengalir ke arah sebaliknya dari yang seharusnya. Darah menstruasi yang seharusnya mengalir keluar melalui vagina justru berbalik arah ke atas masuk ke tuba falopi (saluran indung telur). 

Ketika terjadi perpindahan aliran darah menstruasi, maka sel endometrium yang seharusnya terbuang ke luar justru menempel pada dinding panggul maupun permukaan pada organ panggul. Sel yang menempel pada dinding panggul ini kemudian dapat terus tumbuh. Akibatnya adalah sel ini dapat menebal hingga menyebabkan terjadinya pendarahan ketika siklus menstruasi.

4. Sel yang belum matang mengalami perubahan

Pengaruh hormone estrogen dapat mempengaruhi sel yang belum matang dalam tubuh berubah menjadi sel endometrium. 

5. Peninggalan prosedur bedah cesar

Bedah histerektomi dan cesar berisiko menyebabkan adanya sel endometrium tertinggal dan menempel pada bekas area sayatan.

Faktor Risiko

Menurut CDC, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena endometriosis, yaitu:

  • Menstruasi pertama di usia yang sangat muda
  • Panjang siklus menstruasi yang lebih pendek
  • Tinggi badan yang melebihi tinggi rata-rata pada umumnya
  • Konsumsi alkohol
  • Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein

Gejala Gangguan yang Dirasakan

Pada wanita yang mengalami kondisi ini akan merasakan beberapa gejala pada tubuhnya seperti:

  • Volume darah ketika menstruasi terlalu banyak dan cenderung tidak normal
  • Rasa sakit dan nyeri ketika sedang buang air kecil dan buang air besar
  • Bagian panggul dan perut bagian bawah terasa nyeri terutama ketika menstruasi

Pengobatan Penyakit

Jika mengalami kondisi ini sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan. Untuk mengobati gangguan ini akan bergantung kepada tingkat keparahan ataupun keinginan wanita tersebut ingin memiliki anak. Berikut pengobatan yang umum dipilih:

  • Terapi hormone berfungsi untuk menghentikan produksi hormone estrogen
  • Menjalani prosedur operasi seperti histerektomi, laparoskopi, hingga laparotomy
  • Diberi obat antiinflamasi non steroid (OAINS)

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Penyebab Serta Cara Mengatasi Gusi Bengkak
Penyebab Penyakit Disentri dan Gejalanya
Si ‘Campak Jerman’ Penyakit Rubella dan Bahayanya
Kolesterol Tinggi: Gejala, Akibat, dan Penyebabnya
Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Depresi
Paru-Paru Basah: Penyebab dan Cara Penanganan

Cara Agar Wanita dengan Gangguan Endometriosis Tetap Dapat Hamil

1. Inseminasi buatan

Cara ini merupakan upaya memperoleh keturunan bagi wanita yang hanya mengalami gangguan ringan. Selain itu, kondisi tuba falopi yang masih normal serta kualitas sperma pasangan yang baik juga cocok menggunakan upaya inseminasi buatan.

2. In vitro fertilization atau bayi tabung

Bayi tabung merupakan cara apabila inseminasi buatan tidak berhasil. Meski begitu, bayi tabung umumnya akan langsung disarankan bagi wanita dengan kondisi endometriosis telah memasuki stadium 3 atau 4 serta berusia lebih dari 35 tahun. 

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab endometriosis dan cara agar tetap bisa hamil.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Sumber:
National Center for Biotechnology Information

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis