fbpx

Paru-Paru Basah: Penyebab dan Cara Penanganan

Mei 5, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Paru-paru basah atau dikenal juga sebagai pneumonia merupakan penyakit yang timbul akibat adanya infeksi yang dapat memicu luka pada alveolus atau kantong udara salah satu ataupun kedua paru-paru. Hal yang dapat memicu timbulnya pneumonia sangat beragam, mulai dari infeksi bakteri, virus, dan juga jamur pada sistem pernapasan.

Menurut WHO, pneumonia menyebabkan 15% dari keseluruhan kematian anak di bawah 5 tahun, dan menyebabkan 808.694 kematian anak pada tahun 2017.

Penyakit ini dapat menjadi berat maupun ringan tergantung bagaimana kondisi serangan atau inflamasi. Pneumonia sendiri sebenarnya dapat dicegah semenjak dini dengan menjaga kebersihan diri untuk mencegah penularan kuman serta menerapkan pola hidup sehat. Bagi Anda yang belum mengetahui bagaimana penyakit ini, sangat penting untuk mempelajarinya sejak dini agar paham. Berikut ulasannya.

Penyebab Paru-paru Basah

Secara umum, pneumonia timbul akibat sistem kekebalan tubuh kalah terserang bakteri, virus, maupun jamur dari luar tubuh. Hal ini dapat menimbulkan radang pada paru-paru. Faktor yang paling sering menimbulkan peradangan paru-paru adalah serangan virus dan bakteri dari udara yang dihirup. Berikut adalah jenis pneumonia dilihat dari penyebabnya:

1. Pneumonia akibat bakteri

Paru-paru basah paling umum disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Selain itu, ada pula jenis bakteri lainnya yang menyebabkan pneumonia yaitu Chlamydophila pneumoniae, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

2. Pneumonia akibat jamur

Spora jamur yang dihirup dalam jumlah banyak dapat menyebabkan seseorang terjangkit penyakit ini. Spora jamur dalam jumlah banyak bisa berasal dari kotoran burung maupun tanah. Serangan pneumonia yang berasal dari jamur paling umum menyerang seseorang dengan kondisi imun rendah dan menderita penyakit kronis.

3. Pneumonia akibat virus

Pneumonia yang disebabkan oleh virus dapat menyebabkan gejala yang jauh lebih singkat dan ringan ketimbang pneumonia akibat bakteri. Virus yang dapat menyebabkan pneumonia sangat beragam. Salah satu virus yang paling umum adalah virus penyebab flu dan batuk.

4. Pneumonia mikroplasma

Organisme mikoplasma merupakan organisme kecil yang bukan merupakan bakteri maupun virus. Meski begitu, organisme mikoplasma memiliki karakteristik yang serupa dengan keduanya. Paru-paru basah akibat mikoplasma lebih sering diderita oleh remaja dan anak-anak. Selain itu, gejala pneumonia akibat mikoplasma juga tergolong lebih ringan.

Karena menyebar dari organisme kecil seperti virus, bakteri, jamur dan mikoplasma, penyebaran penyakit ini juga tergolong mudah dan hampir serupa dengan penyebaran virus batuk dan flu. Seseorang dapat terserang infeksi penyakit pneumonia akibat adanya percikan air liur akibat bersin dan batuk yang dikeluarkan oleh penderita pneumonia. Percikan air liur yang menyebar di udara dan terhirup orang lain akan menyebabkan penularan.

Gejala Penyakit Pneumonia

  • Batuk kering disertai oleh mengi maupun batuk berdahak
  • Demam, berkeringat serta menggigil
  • Nyeri pada beberapa bagian otot. Termasuk nyeri dada yang akan bertambah semakin parah ketika batuk
  • Hilang nafsu makan
  • Muntah dan mual
  • Jantung berdebar cepat dan tidak normal
  • Napas semakin cepat hingga kesulitan untuk bernapas (asma)

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Penyebab Serta Cara Mengatasi Gusi Bengkak
Penyebab Penyakit Disentri dan Gejalanya
Si ‘Campak Jerman’ Penyakit Rubella dan Bahayanya
Kolesterol Tinggi: Gejala, Akibat, dan Penyebabnya
Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Depresi
Sakit Pada Bagian Pinggang, Ciri Penyakit Batu Ginjal?

Kelompok yang Paling Mudah Terserang Pneumonia 

Penyakit ini tidak pandang bulu ketika menyerang seseorang. Semua kelompok usia dan gender dapat terserang. Meski begitu, ada beberapa kelompok manusia yang lebih berisiko terkena paru-paru basah seperti berikut ini:

  • Kelompok usia lanjut di atas 65 tahun
  • Bayi maupun anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh masih rendah dan lemah (biasanya akibat kekurangan gizi terutama pada bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif)
  • Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh rendah
  • Kelompok perokok
  • Penderita penyakit kronis pada organ paru-paru seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan asma
  • Penderita HIV

Sebaiknya Anda menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit ini. Tutuplah pula mulut serta hidung tatkala bersin.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store
Sumber:
World Health Organization

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis