fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Diabetes melitus tipe 2 menunjukkan kadar gula dalam darah melebihi nilai normal. Hal tersebut disebabkan karena tubuh tidak menggunakan hormon insulin secara normal. Hormon insulin inilah yang membantu gula (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Untuk membantu tugas hormon insulin pada penderita diabetes tipe 2, bisa menggunakan obat pioglitazone. 

Informasi

Pioglitazone termasuk golongan obat anti-diabetes (thiazolidinedione-type, juga disebut “glitazones”). Obat ini biasa digunakan bersamaan dengan diet dan program olahraga untuk mengontrol tingginya gula darah pada pasien dengan diabetes tipe 2. Obat ini bekerja dengan membantu mengembalikan respon tubuh yang normal terhadap insulin, sehingga menurunkan gula darah.

Dengan melakukan kontrol terhadap gula darah tinggi, akan membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan kaki atau tangan, dan masalah fungsi seksual. Hal ini juga dapat mengurangi risiko Anda terkena serangan jantung atau stroke.

Pioglitazone bisa Anda gunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat anti-diabetes lain (seperti metformin atau sejenis sulfonylurea seperti glyburide). Namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. 

Dosis

Pioglitazone tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 15 mg, 30 mg, dan 45 mg. Penggunaan pioglitazone bagi pasien anak-anak, belum ada ketentuan pasti mengenai dosis, keamanan, dan efisiensi penggunaannya. 

Bagi pasien dewasa dengan diabetes tipe 2, dapat diberi dosis awal pioglitazone dengan ketentuan: untuk pasien tanpa kegagalan jantung kongestif, diberi dosis 15 mg atau 30 mg oral sekali sehari; sedangkan untuk pasien dengan kegagalan jantung kongestif, diberi dosis 15 mg oral sekali sehari.

Sedangkan untuk perawatannya, diberi dosis 15 mg-45 mg oral sekali sehari tergantung respon glikemik yang ditentukan oleh HbA1c. Dosis perawatan dapat ditingkatkan hingga maksimum  45 mg oral sekali sehari.

Kontraindikasi

pioglitazone

Interaksi dengan Obat Lain

Konsumsi obat pioglitazone tidak disarankan dikombinasikan dengan obat rifampicin, karena dapat mengurangi kadar pioglitazone dalam darah. Sebaliknya, jika obat ini digunakan bersamaan dengan obat gemfibrozil dan ketoconazole, akan meningkatkan kadar pioglitazone dalam darah. 

Penggunaan pioglitazone juga dapat meningkatkan resiko edema atau pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh, jika digunakan bersama dengan insulin, metformin, dan sulfonilurea. Jadi sebaiknya penggunaan obat ini setelah Anda konsultasikan dengan dokter. 

Kelompok Orang Berisiko

Penggunaan pioglitazone tidak baik jika Anda juga mengalami penyakit kanker kandung kemih yang aktif, diabetic ketoacidosis (ketones dalam darah), gagal jantung, diabetes tipe 1, diabetic macular edema (pembengkakan belakang mata), edema (retensi cairan atau pembengkakan), penyakit jantung, atau penyakit hati. 

Penggunaan obat pioglitazone juga dapat memperparah demam, infeksi, operasi, trauma, dan tulang rapuh (terutama pada wanita). Pergunakan obat ini secara hati-hati sebagaimana instruksi dokter atau jika tidak justru dapat meningkatkan kadar gula darah. 

Efek Samping

Penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Jika hal tersebut Anda alami, segera dapatkan bantuan medis. 

Anda harus menghentikan penggunaan obat ini dan segera ke dokter bila mengalami sakit perut, kencing berdarah, sakit saat buang air kecil, napas pendek, pembengkakan atau kenaikan berat badan secara cepat, sakit dada, tubuh terasa sakit, mual, nyeri perut atas, gatal-gatal, hilang napsu makan, urin gelap, tinja seperti tanah liat, sakit kuning (kulit dan mata), pandangan kabur, rasa haus dan lapar meningkat, kulit pucat, mudah lebam atau berdarah, dan lemas.

Namun Anda tidak perlu khawatir jika mengalami gejala flu seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, berat badan naik perlahan, nyeri otot, nyeri punggung, atau sakit gigi. Hal tersebut menandakan bahwa obat pioglitazone sudah bekerja optimal. 

Cara Konsumsi

Pioglitazone dapat Anda konsumsi dengan atau tanpa makanan sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari. Pemberian dosis biasanya disesuaikan dengan kondisi medis Anda, respon terhadap pengobatan, dan jika Anda meminum obat anti-diabetes lain. Pemberian dosis juga akan disesuaikan dengan level gula darah Anda untuk menemukan dosis terbaik, sehingga ikutilah anjuran dokter.

Konsumsilah obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Sebaiknya konsumsi obat ini di waktu yang sama setiap hari. Anda bisa membuat jadwal minum obat dan memasang alarm pada ponsel. Sebaiknya Anda mengikuti rencana pengobatan, instruksi makan, dan program olahraga yang direkomendasikan dokter.

Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin sesuai anjuran dokter dan perhatikan hasilnya. Konsultasikan dengan dokter Anda jika gula darah Anda terlalu tinggi atau rendah, karena dosis dan pengobatan Anda mungkin harus diubah. 

Pengobatan dengan obat ini mungkin membutuhkan waktu 2-3 bulan sebelum manfaat obat ini terasa. Apabila Anda mengalami reaksi efek samping serius atau kondisi Anda memburuk, segera ke dokter untuk mendapatkan bantuan medis. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis