fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Perikarditis merupakan suatu kondisi yang terjadi pembengkakan dan peradangan pada perikardium jantung. Penyakit ini adalah salah satu jenis penyakit perikardium paling umum yang menjadi penyebab nyeri pada dada paling banyak ditemui. Perikarditis banyak dialami oleh penderita laki-laki dibandingkan perempuan. Kondisi umumnya ditemukan pada penderita di usia 20 sampai 50 tahun. Namun tak jarang kejadian peradangan selaput jantung pada usia anak-anak dan remaja (Baca juga Mengenal Seluk Beluk Serangan Jantung).

Informasi

perikarditis adalah
Penderita Penyakit Perikarditis

Secara umum, perikarditis tergolong penyakit yang bersifat akut. Perikarditis dapat terjadi karena adanya suatu peradangan pada selaput pembungkus jantung (perikardium). Perikardium berfungsi untuk menahan jantung pada posisinya, melumas dan melindungi jantung dari infeksi atau penyakit lainnya. Peradangan dapat terjadi biasanya timbul secara mendadak hingga berlangsung selama beberapa bulan. Kemungkinan lain peradangan dapat muncul kembali setelah beberapa tahun kemudian.

Gejala

Umumnya perikarditis gejalanya dapat dialami penderita kurang lebih selama 3 minggu. Namun, perikarditis dapat terjadi kronis apabila gejalanya masih menetap selama lebih dari 3 bulan. Gejala umum yang dialami penderita perikarditis antara lain: 

  • Demam, jantung berdebar-debar
  • Sesak napas pada saat posisi berbaring
  • Nyeri dada seperti tertusuk di tengah atau sisi kiri dada 
  • Tungkai atau perut membengkak 
  • Lemas dan cepat lelah

Bagi beberapa gejala, penderita juga mengeluhkan rasa sakit yang terjadi selama terus menerus dengan intensitas yang beragam. Pada saat rasa nyeri timbul, kemungkinan dapat menjalar ke bagian bahu dan leher penderita. Terkadang rasa nyeri tersebut dapat semakin parah saat penderita batuk, berbaring atau menarik napas dalam-dalam. Hal ini sering kali membuat kondisi menjadi sulit untuk dibedakan dengan rasa sakit pada saat terjadi serangan jantung. 

Penyebab

Pada saat kondisi tubuh seseorang yang sehat dan normal, maka kondisi pada kedua lapisan perikardium mengandung sedikit cairan pelumas. Saat perikarditis timbul, lapisan tersebut akan meradang sehingga gesekan pada area yang radang menyebabkan rasa nyeri di bagian dada. Pada sebagian kasus, penyebab penyakit perikarditis belum pasti diketahui. 

Para dokter biasanya mengalami kesulitan saat menentukan penyebab perikarditis. Meski demikian, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perikarditis diantaranya infeksi bakteri, virus, serangan jantung, kanker dari organ lain, cedera pada bagian dada, autoimun, radioterapi di daerah dada dan pasca operasi jantung.  

Faktor Resiko

Perikarditis terjadi karena adanya beberapa faktor yang dapat menimbulkan risiko seseorang mengidap pericarditis seperti sebagai berikut: 

  • Rata-rata berjenis kelamin laki-laki, usia mulai dari 20-50 tahun
  • Terdapat riwayat serangan jantung dan operasi jantung
  • Riwayat radioterapi, riwayat cedera kecelakaan
  • Penderita gagal ginjal, HIV/AIDS
  • Penyakit kanker serta TBC dan penggunaan obat tertentu seperti phenytoin, warfarin, heparin atau procainamide

Dalam beberapa kasus, seseorang dapat mengalami penyakit perikarditis tanpa adanya satu pun faktor risiko. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan perikarditis dapat terjadi pada setiap orang terlepas dari usia dan kelompok ras penderitanya.

Diagnosis

Untuk mengawali diagnosis perikarditis, dokter akan melakukan wawancara medis secara lengkap kepada penderita. Kemudian, dokter akan memeriksa fisiknya secara menyeluruh untuk menemukan abnormalitas yang memicu pericarditis. 

Dalam menentukan diagnosis, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya, seperti: 

  • Pemeriksaan darah untuk mengecek infeksi atau peradangan
  • Foto rontgen dada 
  • CT scan serta MRI dada untuk mendeteksi gambaran jantung secara lebih jelas dan adanya perubahan pada pericardium

Pengobatan

Bila dalam kondisi ringan, perikarditis dapat sembuh dengan mengonsumsi obat dari resep dokter disertai istirahat yang cukup. Dokter akan menyarankan para penderita perikarditis agar tidak melakukan aktivitas fisik secara berlebihan, karena hal tersebut dapat memicu kambuhnya penyakit. 

Adapun obat-obatan umum dari dokter yaitu: 

  • Antiinflamasi nonsteroid (OAINS) obat ini digunakan sebagai pereda nyeri pada dada. 
  • Colchicine untuk mengurangi radang dan membunuh sel radang, prednisone untuk penderita yang tidak cocok dengan obat OAINS dan colchicine, serta obat antibiotik yang dapat mengatasi perikarditis akibat infeksi bakteri.

Sedangkan bagi penderita pericarditis yang parah dan komplikasi, maka penderita harus mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit. Dalam kondisi ini, dokter akan memberikan tindakan medis berupa pericardiocentesis yakni tindakan untuk mengeluarkan cairan dari perikardium dimana prosedurnya menggunakan jarum dan selang kecil yang berfungsi mengeluarkan timbunan cairan pada ruang perikardium, dan pericardiectomy yaitu tindakan medis dengan cara memotong bagian pericardium yang kaku agar dapat memulihkan fungsi jantung kembali normal.

Pencegahan

Sebagai upaya pencegahan, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit perikarditis yaitu: 

  • Rutin melakukan check up terhadap perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan.
  • Mengikuti instruksi dan anjuran dokter apabila sedang menjalani pengobatan pada jantung.
  • Istirahat yang cukup.
  • Menghindari pekerjaan dan aktivitas berat yang dapat memicu timbulnya perikarditis.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis