fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Mungkin salah satu orang yang sering sekali mengalami nyeri atau peradangan. Biasanya nyeri dan peradangan diakibatkan oleh infeksi. Medis banyak sekali obat golongan anti nyeri yang digunakan untuk mengatasi peradangan, salah satunya adalah ketorolac (Baca juga Apa Saja Kandungan dan Manfaat Neurobion Bagi Tubuh?).

Namun Apakah obat ketorolac aman untuk digunakan? Berapa dosis yang tepat? Dan apakah obatnya yang menimbulkan efek samping? Simak selengkapnya pada ulasan yang telah Tim Lifepack buat berikut ini.

Informasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, obat ketorolac adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi nyeri akibat tindakan medis seperti operasi.

Ketorolac merupakan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin dalam tubuh yang menyebabkan rasa nyeri akibat inflamasi. Efek akibat penggunaan obat ini berupa berkurangnya bengkak, rasa nyeri, dan demam.

ketorolac
Ketorolac adalah salah satu obat golongan anti nyeri yang digunakan untuk mengatasi peradangan. Biasanya peradangan diakibatkan oleh infeksi.

Meski fungsinya sebagai obat anti nyeri, ketorolac tidak dapat digunakan untuk mengatasi nyeri ringan atau untuk mengatasi nyeri akibat peradangan sendi jangka panjang. Ketorolac tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi.

Dosis

Obat ketorolac merupakan obat yang masuk ke dalam golongan keras sehingga penggunaannya tidak dapat sembarangan dan memerlukan resep dokter. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter untuk mencegah kemungkinan efek buruk. Dosis yang diberikan untuk penggunaan obat ini pun sebenarnya berbeda-beda tergantung pada jenis penyakit yang menyebabkan rasa nyeri atau inflamasi. Namun terdapat beberapa rekomendasi dosis yang biasa digunakan oleh dokter, antara lain: 

  1. Ketorolac Tablet
  • Orang Dewasa : Penggunaan obat ketorolac untuk mengatasi nyeri pasca tindakan operasi pada orang dewasa biasanya diberikan sebanyak 20 mg sebagai dosis awal, kemudian dilanjutkan pemberian dosis 10 mg yang diberikan setiap 4 jam. Dosis maksimum penggunaan obat ini adalah 40 mg dalam jangka waktu 5 hari.
  • Usia Lanjut : Penggunaan obat ketorolac untuk mengatasi nyeri pasca tindakan operasi pada orang dengan usia lanjut adalah sebanyak 10 mg sebagai dosis awal. Kemudian diberi dosis lanjutan yang diberikan setiap 4 jam.
  1. Ketorolac Injeksi
  • Orang Dewasa : Penggunaan ketorolac injeksi untuk mengatasi nyeri pasca operasi biasanya diberikan dosis awal sebanyak 10 mg yang dilanjutkan dengan dosis lanjutan sebanyak 10-30 mg yang diberikan setiap 4 jam yang diberikan melalui intramuskular atau intravena. 
  • Usia Lanjut : Penggunaan ketorolac injeksi pada orang dengan usia lanjut untuk mengatasi nyeri pasca operasi biasanya diberikan dosis sebesar 10 mg dengan dosis maksimum sebanyak 60 mg yang diberikan melalui intramuskular atau intravena

Kontraindikasi Obat

Interaksi Obat

Penggunaan obat ketorolac bersamaan dengan obat-obatan lain ternyata dapat menimbulkan kontraindikasi. Berikut beberapa obat-obatan yang dapat menimbulkan kontraindikasi jika dikonsumsi bersamaan dengan ketorolac. 

  1. Obat golongan antikoagulan dan anti inflamasi non steroid : aspirin, pentoxifylline, dan probenecid.
  2. Golongan kortikosteroid
  3. Obat antidiuretik : cyclosporin dan tacrolimus
  4. Obat psikoaktif : fluoxetine, thiothixene, dan alprazolam
  5. Golongan ACE Inhibitors atau Angiotensin II receptor antagonist

Kelompok Berisiko

Penggunaan obat ketorolac juga dapat menimbulkan kontraindikasi jika digunakan pada kelompok berisiko seperti pasien dengan gangguan hati, penyakit ginjal, dan penyakit jantung. Selain itu obat  ini juga dapat menimbulkan kontraindikasi jika digunakan pada ibu hamil karena obat ketorolac merupakan obat yang masuk ke dalam kategori C, yakni dapat berisiko buruk pada janin terutama pada trimester pertama dan kedua. Obat ini juga tidak dapat digunakan pada pasien yang menderita infeksi mata, rheumatoid arthritis, dan gangguan pernapasan seperti asma. 

Efek Samping

Obat ketorolac juga dapat menimbulkan efek samping pada penggunanya. Beberapa gejala efek samping yang umum akibat penggunaan obat ketorolac, antara lain :

  1. Rasa kantuk
  2. Sakit kepala
  3. Berkeringat
  4. Demam
  5. Nyeri dada
  6. Mulut menjadi kering

Gejala efek samping akibat penggunaan obat ini juga dapat memburuk. Anda perlu segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan jika gejala efek samping berubah menjadi : 

  1. Timbul ruam
  2. Kejang
  3. Penurunan kesadaran

Cara Penggunaan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa cara penggunaan obat ketorolac terbagi menjadi dua, yaitu secara oral dan injeksi. Namun perlu diingat bahwa penggunaan obat ini tidak boleh tanpa pengawasan dokter.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Ditulis oleh: Nada Karisma

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis