fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Siapa sih yang tidak kenal dengan daun Peppermint? Daun peppermint dikenal dengan manfaatnya yang sangat beragam. Daun peppermint seringkali dijumpai dalam produk pasta gigi, obat kumur, dan permen karet yang digunakan sebagai penyegar mulut. Namun, tahukah anda jika peppermint memiliki khasiat atau manfaat lainnya? Berikut ini informasi lebih jelas terkait daun peppermint yang wajib untuk anda ketahui.

Informasi

Tidak hanya digunakan sebagai penyegar mulut dan pencegah bau napas tidak segar, daun peppermint juga digunakan sebagai suplemen herbal dan minyak esensial karena memiliki segudang manfaat dibidang kesehatan tubuh. Sebagai tanaman aromatik yang berasal dari campuran water mint dan spearmint tanaman ini memiliki beberapa manfaat khusus di bidang kesehatan sebagai berikut :

  1. Dapat mengobati masalah perut kembung, nyeri haid, diare, mual, gangguan cemas, nyeri otot, gangguan saraf, pilek, gangguan pencernaan, dan peradangan pada saluran usus besar (IBS).
  2. Dapat mengobati berbagai macam keluhan iritasi kulit dan gatal-gatal atau kemerahan pada kulit.
  3. Dapat mengurangi rasa sakit kepala dan migrain.
  4. Dapat mengurangi dan mengobati gejala flu.

Dosis

peppermint

Dosis Peppermint Oil untuk orang dewasa berdasarkan kondisi medis yang dialami :

  1. Untuk mengatasi sindrom iritasi usus besar digunakan sebanyak 0,2 ml atau setara dengan 180 – 225 mg yang dapat diminum 3x dalam sehari.
  2. Untuk mengatasi kejang selama endoskopi sebanyak 0,2 ml dan diminum 4 jam sebelum melakukan endoskopi.
  3. Untuk mengatasi sakit perut dapat menggunakan produk yang mengandung 90 mg Peppermint Oil dan 50 mg minyak jintan (entero plant) dan diminum sebanyak 2 – 3 kali sehari selama maksimal 4 minggu.
  4. Untuk mengatasi ketidaknyamanan pada puting karena menyusui dapat menggunakan gel Peppermint Oil dengan konsentrasi 0,2% dan dioleskan pada puting setiap hari selama maksimal 2 minggu.
  5. Untuk mengatasi sakit kepala atau migrain dapat menggunakan 10% Peppermint Oil dalam larutan etanol dan diaplikasikan pada dahi dan pelipis, dapat diulangi setiap 15 hingga 30 menit.
  6. Untuk anak-anak dengan sindrom iritasi usus besar dapat menggunakan satu atau dua kapsul berlapis enterik dengan kandungan 0.2 mL Peppermint Oil dan diminum 3x dalam sehari, dan bisa digunakan maksimal selama 2 minggu untuk anak-anak usia lebih dari 8 tahun.

Kontraindikasi

Obat ini tidak boleh dan dilarang keras untuk dikonsumsi oleh orang yang menderita kondisi atau memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen atau komposisi yang ada di dalam obat ini. Hipersensitivitas merupakan suatu kondisi dimana munculnya sebuah reaksi yang berlebihan karena terlalu lemah atau sensitifnya respon imun tubuh. Akibatnya akan terjadi kerusakan, ketidaknyamanan, dan dapat mengakibatkan kondisi yang sangat fatal bagi tubuh. Reaksi ini dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu hipersensitivitas tipe 1, hipersensitivitas tipe 2, hipersensitivitas tipe 3, dan hipersensitivitas tipe 4 semakin tinggi tingkat hipersensitivitas, maka dampak yang akan muncul semakin bertambah buruk. Oleh karena itu pastikan anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin menggunakan obat-obatan lainnya untuk menghindari reaksi ini.

Interaksi dengan Obat Lain

Meskipun termasuk obat herbal, namun mengonsumsi Peppermint Oil dengan obat-obatan lain secara bersamaan ternyata tetap akan menimbulkan adanya interaksi lho. Berikut ini beberapa daftar obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya interaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan Peppermint Oil :

  1. Obat yang digunakan oleh penerima transplantasi organ yaitu Cyclosporine yang berfungsi untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan.
  2. Obat-obatan yang berfungsi untuk mengurangi asam lambung seperti pepcid, zantac, dan lainnya.
  3. Obat penurun tekanan gula darah atau diabetes.
  4. Obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  5. Obat antasida karena akan menyebabkan lapisan kapsul akan rusak terlalu cepat sehingga meningkatkan resiko terjadinya efek samping Peppermint Oil yang serius.

Kelompok Orang Berisiko

Jangan menggunakan Peppermint Oil jika sedang dalam kondisi medis seperti sedang mengalami masalah pencernaan yang menyebabkan perut tidak menghasilkan asam klorida, diare, dan ibu hamil atau menyusui tidak disarankan untuk mengonsumsi Peppermint Oil dalam jumlah yang berlebihan.

Efek Samping

Meskipun termasuk dalam jenis obat herbal, namun Peppermint Oil merupakan obat jangka pendek yang tidak bisa dikonsumsi lebih dari 8 minggu. Hal ini dikarenakan keamanan menggunakan Peppermint Oil dalam jangka panjang masih belum diketahui secara pasti. Penggunaan Peppermint Oil sama seperti dengan obat lain yang pasti memiliki efek samping, meskipun efek samping tersebut masih sangat jarang dijumpai. Adapun beberapa efek samping yang mungkin saja bisa muncul setelah penggunaan Peppermint Oil adalah muncul rasa terbakar di daerah dada, gatal-gatal, muncul ruam pada kulit, dan reaksi alergi seperti mual, muntah, demam, sakit kepala, sariawan, dan pembengkakan pada beberapa daerah tubuh (Baca juga 7 Cara Mengobati Sariawan Secara Alami dan Ampuh).

Cara Konsumsi

Jika anda ingin menggunakan Peppermint Oil murni untuk pijat atau untuk dioleskan ke area kulit, sebaiknya lakukanlah tes terlebih dulu untuk mengecek ada atau tidaknya alergi. Caranya dengan mengoleskan secara tiis Peppermint Oil di belakang telinga dan tunggu selama 1×24 jam. Jika ada reaksi alergi yang muncul maka sebaiknya jangan gunakan Peppermint Oil. Sebaiknya menggunakan Peppermint Oil dengan minyak pembawa seperti minyak zaitun jika ingin digunakan pada bagian kulit. Cukup mencampurkan 3 – 5 tetes Peppermint Oil dengan 2 sendok makan minyak zaitun sebelum diaplikasikan ke bagian kulit.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis