fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Rematik adalah sebuah penyakit autoimun yang menyerang otot dan persendian. Otot dan persendian pada seseorang akan mengalami pembengkakan dan peradangan. Tentunya hal tersebut nantinya akan menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang sangat luar biasa. Rematik biasa ditandai dengan adanya rasa sakit berupa nyeri sendi dan otot.

Informasi

Rematik ini juga bisa disebut dengan istilah Rheumatoid Arthritis. Rheumatoid Arthritis atau yang biasa disebut rematik merupakan sejenis penyakit autoimun, dimana sistem imun yang pada tubuh seseorang bisa menyerang sel-sel sehat yang ada dalam tubuh tersebut. 

Akibat mendapat serangan sistem imun tersebut, seseorang akan merasakan rasa nyeri yang luar biasa pada persendian. Saat ini, terdapat lebih dari 100 jenis rematik, namun hanya ada beberapa yang paling sering terjadi pada manusia. Jenis rematik yang paling sering muncul antara lain osteoarthritis, sindrom sjogren, lupus dan ankylosing spondylitis.

Gejala

Seseorang yang memiliki rematik nantinya akan sering merasa nyeri pada bagian pergelangan tangan, tangan, kaki dan lutut. Jangan anggap remeh penyakit rematik, karena rematik jika dibiarkan akan menimbulkan erosi tulang. Sebelum terlambat, alangkah baiknya untuk mengetahui apa saja gejala dari penyakit rematik. Berikut adalah beberapa gejala dari penyakit rematik yang wajib diketahui

  • Lemas
  • Tangan kemerahan
  • Pembengkakan sendi
  • Nyeri sendi jika ditekan atau disentuh
  • Demam
  • Berat badan menurun
  • Sendi terasa kaku saat pagi hari, rasa kaku tersebut bisa bertahan selama kurang lebih 30 menit

Pada tahap awal, penyakit rematik ini biasanya menyerang sendi-sendi kecil seperti jari-jari kaki, jari-jari tangan, pergelangan kaki dan pergelangan tangan. apabila terus dibiarkan, maka penyakit rematik ini akan menjalar dan menyerang sendi bahu, panggul, siku, lutut, leher dan rahang.

Jika seseorang merasakan gejala-gejala di atas, maka langsung saja konsultasi ke dokter. Gejala atau tanda-tanda penyakit rematik ini sangat beragam. Jadi setiap orang yang mengidap rematik ini belum tentu memiliki gejala dan tingkat keparahan yang sama.

Penyebab

Rheumatoid Arthritis atau yang biasa disebut rematik dapat menyerang persendian dan otot pada tubuh manusia karena adanya kesalahan pada sistem imun seseorang. Sistem imun tubuh tersebut menyerang sinovium atau membran yang bertugas untuk melapisi sendi-sendi pada tubuh manusia.

Hal tersebut mengakibatkan sinovium menjadi radang. Tak hanya itu saja, serangan sistem imun tersebut juga dapat mengakibatkan kerusakan pada tulang rawan dan tulang yang berada di sekitar sendi. Nantinya ligamen dan tendon yang berada di sekitar persendian akan melemah merenggang. Jika hal tersebut tidak segera ditangani, maka seiring berjalanya waktu sendi akan berubah bentuk dan mengalami perubahan posisi dari yang sebelumnya.

Faktor Risiko

Untuk mencegah datangnya penyakit rematik, seseorang harus mengetahui apa saja faktor risiko dari penyakit rematik. Faktor risiko penyakit rematik antara lain luka berat, rokok, genetik, hormon, obesitas dan polutan. Jadi mulai sekarang biasakanlah hidup sehat dengan selalu berolahraga, berhenti merokok, menjaga daya tahan tubuh dan makan makanan yang bergizi.

Dengan begitu maka tubuh akan segar dan dapat terhindar dari penyakit rematik. Untuk para ibu hamil, alangkah baiknya untuk selalu menjaga kesehatan karena hormon pada ibu hamil selalu meningkat. Peningkatan hormon tersebut dapat memicu penyakit rematik. Disarankan untuk para ibu hamil jangan terlalu lelah, istirahat yang cukup dan selalu makan makanan yang bergizi.

Diagnosis

Perlu diketahui bahwa pada stadium awal, rematik ini cukup sulit untuk didiagnosa. Hal tersebut dikarenakan, gejala rematik yang muncul hampir sama dengan gejala penyakit lain. Nantinya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan seseorang untuk memastikan diagnosis.

Pada umumnya dokter akan melakukan beberapa hal seperti memeriksa fungsi sendi, mencari pembengkakan, menguji reflek dan menguji kekuatan otot. Setelah itu dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan kembali, pemeriksaan yang selanjutnya yaitu pemeriksaan sendi dan pemeriksaan X-ray.

Selain itu dokter juga akan melakukan beberapa tes yakni tes laju endap darah (LED), tes darah lengkap dan tes faktor rheumatoid. Tes laju endap darah (LED) bertujuan untuk mengukur peradangan pada tubuh seseorang.

Pengobatan

Saat ini sudah ada beberapa cara untuk mengobati rematik yaitu dengan obat-obatan, olahraga, terapi dan pengetahuan tentang aktivitas apa saja yang dapat memicu nyeri sendi dan nyeri otot. Perlu diketahui bahwa obat seperti ibuprofen dan naproxen dapat dikonsumsi saat rematik kambuh. Obat-obatan tersebut dapat mengurangi rasa nyeri dan bengkak saat rematik kambuh.

Nantinya dokter juga akan memberikan sebuah obat yang cukup ampuh dalam menangani rematik yaitu obat Disease-Modifying  Antirheumatic Drugs (DMARDs). Obat tersebut memiliki manfaat yang sangat besar bagi penderita rematik, karena obat tersebut dapat memperlambat perkembangan Rheumatoid Arthritis.

Tak hanya itu saja, ternyata obat DMARDs ini juga dapat menyelamatkan sendi dan jaringan dari kerusakan yang bersifat permanen.

Pencegahan

Rematik adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja, maka dari itu mulai dari sekarang biasakanlah hidup sehat supaya terhindar dari rematik. Ada beberapa cara untuk mencegah rematik antara lain mengonsumsi makanan yang tepat yang dikenal sebagai obat asam urat alami, olahraga secara teratur, melakukan peregangan secara teratur dan banyak minum air putih.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis