fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Apabila hati sebagai organ tubuh manusia yang berfungsi untuk menetralisir dan menawar racun telah mengalami kerusakan, maka bisa berakibat fatal. Penyakit tersebut biasa disebut gagal hati sehingga harus segera dilakukan transplantasi organ.

Informasi

Kerusakan pada organ hati ini bisa saja terjadi secara tiba-tiba atau bertahap melalui proses jangka waktu yang panjang. Sehingga apabila seseorang telah didiagnosa menderita penyakit ini, sebaiknya segera ditangani dengan serius guna menghindari kemungkinan terburuk yaitu kematian.

Gagal hati membuat racun yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa dicegah, serta darah terhambat saat proses penggumpalan. Akibatnya darah kotor bisa bercampur dan mengalir ke organ-organ lain dan tentu saja bisa membahayakan bagi tubuh.

Gejala

Gagal hati pada umumnya memiliki beberapa gejala yang mirip seperti penyakit maag dan tifus yakni rasa sakit di perut bagian atas. Namun apabila diabaikan bisa menimbulkan berbagai gejala penyebab gagal hati akut, seperti diantaranya:

  • Mual
  • Merasakan demam tinggi
  • Diare
  • Nafsu makan cenderung menurun
  • Mudah mengalami memar dan pendarahan, baik melalui lubang organ vital atau hidung
  • Warna kulit dan bola mata berubah menjadi kuning pucat. Gejala ini hampir mirip dengan pengidap penyakit kuning
  • Saat buang air besar, tinja berwarna hitam serta biasanya diringi muntah disertai darah
  • Pandangan sering kali berkabut
  • Kehilangan kesadaran saat berbicara
  • Sering mengalami kehilangan kesadaran atau pingsan dalam waktu cukup lama

Penyebab

Sangat perlu diketahui bahwa penyakit gagal hati ini tidak hanya disebabkan karena kerusakan sel-sel pada bagian hati saja. Lantas apa hal lainnya? Agar lebih jelas simak ulasan tentang serangkaian penyebab timbulnya gagal hati, berikut diantaranya:

  • Tubuh terinfeksi virus seperti Hepatitis A, B, C atau E
  • Terbentuk dari penyakit kanker, baik kanker dari organ lain atau kanker hati itu sendiri
  • Mengkonsumsi obat Paracetamol berlebihan atau diluar batas dosis yang telah ditentukan
  • Konsumsi obat herbal dalam jumlah yang berlebihan
  • Mengkonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid
  • NAPZA yang disalahgunakan
  • Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan hingga mengalami candu
  • Terkena paparan racun seperti berasa dari zat tetraklorida
  • Mengalami hepatitis autoimun
  • Mengidap penyakit sindrom Budd-Chiari
  • Menderita penyakit Wilson

Faktor Risiko

Penyakit gagal hati yang paling buruk adalah disebabkan oleh salah satu faktor risiko berupa tidak sterilnya jarum suntik yang digunakan oleh tenaga medis. Serta bisa juga dikarenakan adanya faktor genetik, bahkan juga sangat rawan menjangkiti orang yang mengalami obesitas.

Mengapa orang yang mengalami obesitas rawan terkena gagal hati? karena bertumpuknya lemak di dalam tubuh bisa mempersempit sebagai pembuluh darah. Sehingga menyebabkan kinerja organ-organ penting menjadi terganggu.

Diagnosis

Apabila ada pasien yang mengeluhkan beberapa gejala di atas, dokter tidak bisa begitu saja mengklaim bahwa keluhan tersebut merupakan indikasi gagal hati. Lantas bagaimana cara mengetahuinya? yakni dokter terlebih dahulu melakukan diagnosis.

Pertama kali dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, kemudian mengajukan beberapa pertanyaan terkait keluhan dalam diri pasien. Setelah mendapatkan data tersebut, dokter akan melakukan tahap diagnosis selanjutnya yaitu dengan tes.

Tes ini berguna untuk mengetahui apakah gagal hati yang diderita pasien tergolong ringan atau akut. Terdapat dua macam tes untuk mendiagnosanya pertama, tes darah untuk mengetahui seberapa baik kinerja fungsi hati.

Kedua, tes pencitraan untuk mempermudah dokter menentukan penyebab masalah hati dan ketiga, pemeriksaan jaringan hati. Serangkaian tes tersebut kemudian akan dicatat sebagai data bukti, sehingga pasien bisa segera mendapatkan penanganan khusus.

Pengobatan

Sebaiknya para penderita gagal hati jangan terburu pesimis karena faktanya penyakit tersebut masih disembuhkan. Namun tentu saja harus sesuai saran dokter, apalagi pengidap gagal hati akut. Lantas apa saja pengobatannya? berikut diantaranya:

Pertama, apabila tekanan darah pasien normal maka dokter akan memberikan cairan infus untuk memperlancar peredaran darah. Kedua, pada beberapa kasus pasien yang telah mengalami pendarahan hebat, maka upayanya yakni dengan mendapatkan transfusi darah.

Ketiga, Gagal hati pasti menyebabkan racun di dalam tubuh menyebar dengan cepat, sehingga dokter akan memberikan obat pencahar. Gunanya untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Terakhir, pengobatan yang harus ditempuh yakni dengan suntik gula apabila kadar gula darah pasien menurun.

Pencegahan

Apabila ingin hidup layak dengan sehat, maka sebaiknya lakukan upaya pencegahan agar tidak terjangkit penyakit gagal hati. Lantas apa saja yang harus dilakukan? berikut beberapa diantaranya dan segera terapkan di rumah ya?

  • Hindari mengkonsumsi obat tanpa resep dokter
  • Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman mengandung alkohol
  • Sebaiknya batasi konsumsi daging merah, keju dan telur. Jangan terlalu berlebih karena bisa mengakibatkan kerusakan pada organ hati
  • Saat memasak atau membeli makanan, sebaiknya hindari pemberian garam yang berlebihan
  • Pastikan tekanan darah selalu normal
  • Selalu jaga kadar gula darah dan jangan sampai terserang diabetes
  • Sebisa mungkin pertahankan berat badan agar selalu ideal guna menghindari obesitas

Setelah membaca ulasan singkat mengenai penyakit gagal hati, kini para penderita tidak perlu khawatir. Mengapa? karena penyakit tersebut masih bisa disembuhkan asal selalu mematuhi anjuran dokter. Juga penting menghindari berbagai hal yang memicu timbulnya penyakit tersebut.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis