fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Kolera merupakan salah satu penyakit infeksi yang serius karena menyebabkan dehidrasi serta diare yang parah. Penularan penyakit ini umumnya dikarenakan bakteri Vibrio cholerae yang tercampur ke dalam air.

Bakteri ini sering ditemukan terkontaminasi dengan air minum maupun pada masakan laut yang kurang matang. Meskipun tidak semua kasus menunjukkan adanya gejala namun, penyakit ini terbilang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Informasi

Kolera merupakan penyakit yang telah ada sejak lama. Kasus kolera sendiri turun karena teknologi serta sanitasi yang telah berkembang. Meskipun begitu, bukan berarti penyakit kolera sudah hilang sepenuhnya. Di negara dengan sanitasi yang masih buruk, pemukiman yang padat penduduk serta masih banyaknya kasus kelaparan maka penyakit ini masih cukup umum untuk ditemukan.

Menurut WHO setidaknya ada sekitar 1,3 sampai 4 juta kasus kolera yang terjadi di seluruh dunia. Bahkan menurut data WHO kematian yang disebabkan penyakit ini mencapai 21.000 sampai 143.000 kasus setiap tahunnya.

Gejala

Penyakit kolera umumnya dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:

  1. Diare
  2. Mual muntah
  3. Dehidrasi
  4. Elektrolit yang tidak seimbang
  5. Gula darah rendah

Penyebab

Kolera disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut banyak ditemukan di danau, sungai, atau sumur dan memiliki habitat di alam bebas. sedangkan sumber utama dari penyebaran bakteri ini adalah makanan serta air yang telah terkontaminasi kolera.

Bakteri masuk melalui makanan yang tidak bersih dan tidak dimasak sampai matang. Beberapa jenis makanan ini sering menjadi sarana penyebaran bakteri kolera, diantaranya:

  1. Makanan laut seperti ikan maupun kerang
  2. Buah-buahan serta sayuran
  3. Biji-bijian seperti gandum dan beras

Untuk terjangkit virus ini dibutuhkan jumlah bakteri yang cukup banyak, jika makanan terkontaminasi hanya mengandung sedikit bakteri, maka virus tersebut tidak akan menjangkit tubuh orang yang mengkonsumsi makanan itu.

Ketika terinfeksi, nantinya bakteri akan berkembang biak di area usus kecil. Hal ini dapat mengganggu sistem pencernaan sehingga diare pun dapat terjadi.

Faktor Risiko

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu timbulnya penyakit ini, diantaranya:

  • Kondisi sanitasi yang buruk, biasanya terjadi di tempat pemukiman, daerah terbelakang serta pada wilayah bencana alam maupun wabah penyakit.
  • Kurang atau tidak adanya asam lambung, bakteri V. cholerae tidak dapat bertahan hidup pada lingkungan dengan tingkat keasaman yang tinggi. oleh karenanya asam lambung menjadi hal penting untuk melawan infeksi virus ini. Oleh karena itu orang yang memiliki tingkat asam lambung rendah lebih berisiko terkena bakteri ini.
  • Tinggal serumah dengan penderita.
  • Memiliki golongan darah O.
  • Makan seafood mentah atau setengah matang.

Diagnosis

Untuk dapat memastikan apakah seseorang menderita kolera atau tidak, dokter akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan.

Biasanya dokter akan melakukan tanya jawab dengan pasien seputar gejala dan keluhan yang dialami serta riwayat penyakit sebelumnya. Bukan hanya mengenai pasien, dokter juga akan menanyakan kondisi kesehatan keluarga termasuk lingkungan tempat pasien tinggal, serta minuman maupun makanan yang dikonsumsi.

Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan fisik serta tes lanjutan. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel tinja pasien guna pengecekan di laboratorium. Tes ini nantinya akan menunjukan ada tidaknya bakteri kolera dalam tinja tersebut.

Pengobatan

Kolera membutuhkan perawatan yang cepat karena penyakit tersebut dapat menimbulkan kematian selang beberapa jam. Berikut pengobatan untuk pasien penderita kolera

Rehidrasi

Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mengganti elektrolit maupun cairan yang telah hilang dari tubuh. Pengobatan ini menggunakan larutan rehidrasi berupa oralit. Oralit sendiri dinilai begitu efektif untuk mengembalikan cairan yang ada pada tubuh, termasuk dalam mengurangi angka kematian yang cukup signifikan akibat penyakit kolera.

Cairan Infus

Cairan infus digunakan jika ternyata rehidrasi oral dengan menggunakan oralit dinilai belum dapat menunjukan perkembangan baik untuk pasien. Cairan ini digunakan dengan metode infus atau injeksi.

Antibiotik

Meskipun antibiotik bukan menjadi pengobatan utama untuk penyakit kolera, namun beberapa jenis antibiotic mampu untuk mengurangi gejala yang timbul akibat penyakit ini terutama untuk mengatasi diare.

Pencegahan

Risiko terkena penyakit kolera bisa diminimalisir dengan menjaga kebersihan seperti menggunakan sabun dan air yang mengalir ketika mencuci tangan apalagi setelah dari toilet dan sebelum makan. Selain menjaga kebersihan diri, Anda juga perlu menjaga asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi seperti:

  • Tidak membeli makanan yang kebersihannya tidak terjamin.
  • Hindari konsumsi makanan mentah maupun setengah matang.
  • Jangan mengkonsumsi susu segar yang belum diolah.
  • Minumlah air mineral botol atau air yang telah dimasak sampai mendidih.
  • Cuci sayur dan buah hingga bersih.
  • Anda juga bisa melindungi diri dengan melakukan vaksinasi kolera apalagi jika tinggal di daerah yang memiliki banyak kasus penyakit ini. Vaksin ini diminum 2 kali dalam jarak 7 hari sampai 6 minggu. Vaksin ini dapat melindungi diri selama 2 tahun.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis