fbpx

Penyakit Jantung Koroner

Jun 24, 2020 | direktoriPenyakit, Informasi Kesehatan Penyakit dari Huruf P | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Penyakit jantung koroner adalah penyakit tidak menular namun menjadi penyumbang jumlah kematian paling tinggi di seluruh dunia. Tercatat di Indonesia kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner sebanyak 2 juta di tahun 2013 dan lebih banyak terjadi pada mereka di rentang usia 45 hingga 54 tahun. 

Informasi  

Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang dapat terjadi saat pembuluh darah pada jantung atau dikenal sebagai arteri koroner mengalami sumbatan yang disebabkan oleh timbunan lemak. Pembuluh darah arteri akan semakin sempit ketika timbunan lemak semakin besar. Akhirnya aliran darah menuju jantung pun menurun sehingga menimbulkan gejala berupa sesak napas. 

Gejala  

Penyakit jantung koroner bisa menyebabkan beberapa gejala. Gejala ini mungkin akan berbeda antara satu orang dan orang lainnya:

1. Tubuh menghasilkan keringat dingin dan lebih mudah merasa lelah. Anda juga mungkin merasakan muntah dan mual

2. Denyut jantung menghasilkan irama yang kurang stabil atau aritmia. Kinerja organ jantung pun dapat berhenti secara tiba-tiba atau dikenal sebagai sudden cardiac arrest. Kondisi henti jantung mendadak ini harus mendapatkan penanganan cepat karena bisa berakhir pada kematian

3. Merasakan nyeri pada bagian dada. Penderita mungkin akan merasakan rasa nyeri yang bermula pada dada dan terus meningkat ke bagian bahu, rahang, leher, punggung, perut di bagian kiri dan juga nyeri di punggung. Nyeri pada bagian dada sering dikenal sebagai angina dan terjadi selama beberapa saat. 

Penyebab  

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Setiap keadaan yang bisa menyebabkan dinding arteri menyempit adalah penyebab dari jantung koroner.

1. Kebiasaan Merokok

Di dalam rokok terkandung karbon monoksida dan juga nikton yang akan menyebabkan jantung harus memompa darah lebih cepat. Pada akhirnya zat ini juga menyebabkan risiko penggumpalan darah semakin besar. Perokok memiliki kemungkinan mengalami penyakit jantung koroner hingga 25 persen lebih besar. 

2. Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi akan membuat jantung harus memompa darah lebih kuat. Pada akhirnya hal ini bisa memicu terjadinya jantung koroner.

3. Diabetes

Jumlah gula dalam darah yang lebih tinggi atau disebut sebagai diabetes bisa menyebabkan penebalan pada pembuluh darah. Penebalan pembuluh darah bisa menyebabkan aliran darah terhambat. Diabetes meningkatkan risiko jantung koroner hingga 2 kali. 

4. Level Kolesterol dalam Darah 

Penyakit jantung koroner akan lebih mungkin terjadi pada mereka yang memiliki kandungan kolesterol dalam darah tinggi. Pasalnya kolesterol jahat dalam jumlah besar bisa meninggalkan plak pada pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan. 

Faktor Risiko  

Beberapa hal bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya jantung koroner atau disebut sebagai faktor risiko. Berikut daftarnya:

  1. Kebiasaan merokok
  2. Faktor usia yang semakin tua. Seseorang lanjut usia akan memiliki kecenderungan penyempitan pembuluh darah
  3. Riwayat trauma pada mental atau psikologis yang menyebabkan stres hingga jangka panjang
  4. Faktor keturunan atau genetik. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jantung memiliki risiko jantung koroner lebih besar
  5. Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko jantung koroner lebih rendah ketimbang pria.

Diagnosis  

Untuk mengetahui apakah seorang pasien benar mengalami penyakit jantung koroner, maka dokter akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Untuk mereka yang memiliki risiko jantung koroner besar dan telah menunjukkan gejala, maka langkah awal akan diperiksa tekanan darahnya. Setelah itu dokter juga mungkin mengecek kadar kolesterol. Terakhir dokter akan melakukan tes berikut ini:

1. Foto Rontgen

Dokter mungkin akan menyarankan foto rontgen organ paru-paru dan jantung untuk mengetahui ukuran kedua organ ini apakah ada kelainan atau tidak. 

2. Elektrokardiograf atau EKG

Untuk mengetahui aktivitas listrik pada organ jantung maka dokter akan melakukan elektrokardiograf atau EKG. Tes EKG juga memungkinkan dokter mengecek detak jantung hingga iramanya apakah normal atau bermasalah. 

3. Tes Tekanan

Uji tekanan akan dilakukan untuk mereka yang mengeluh mengalami gejala jantung koroner saat beraktivitas. Uji tekanan dilakukan dengan melakukan pengecekan EKG sementara pasien beraktivitas dengan berjalan santai di atas treadmill maupun mengayuh sepeda. 

Pengobatan  

Untuk kondisi penyempitan pembuluh darah disebabkan oleh ateroma menumpuk, maka mungkin akan dilakukan pemasangan ring pada jantung. Sementara itu, dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasi jantung koroner seperti berikut:

  1. ACE inhibitors
  2. Pengencer darah
  3. Statin
  4. Beta blockers atau Penghambat beta
  5. ARB atau Angiotensin II Receptor Blockers
  6. Diuretik
  7. Nitrat
  8. Antagonis kalsium

Pencegahan  

Jalani pola hidup sehat sejak muda untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner.

1. Konsumsi makanan bergizi dan alami. Usahakan pula kurangi makanan dengan kandungan LDL kolesterol tinggi. Selain itu sebaiknya kurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.

2. Berolahraga secara teratur sekurang-kurangnya 30 menit setiap hari.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis