fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Pentoxifylline merupakan salah satu jenis obat turunan xanthine derivative yang berfungsi sebagai pelancar aliran darah. Obat ini akan bekerja dengan menipiskan darah dan meningkatkan fleksibilitas sel darah merah yang akan menyebabkan darah mengalir dengan lebih mudah melalui pembuluh darah. 

Informasi

Pentoxifylline termasuk dalam kelas obat hemorrheologic yang bekerja dengan mempermudah aliran darah melalui arteri yang menyempit. Proses ini akan dapat meningkatkan jumlah oksigen yang dapat dialirkan oleh darah ketika otot-otot membutuhkan lebih banyak misalnya saat berolahraga sehingga meningkatkan jarak dan durasi berjalan kaki. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati kondisi klaudikasio intermiten seperti nyeri, kram, mati rasa, pelemahan yang ada pada kaki, pinggul, paha, dan bokong untuk pasien tertentu.

Dosis

Dosis penggunaan Pentoxifylline secara umum adalah sebagai berikut :

  • Pada tahap awal dimulai dengan 200 mg melalui oral 3x sehari.
  • Dosis rumatan 100 mg melalui oral 2 – 3 kali sehari, 200 – 300 mg melalui infus dan diulangi setiap 12 jam.
  • Dosis maksimum per hari sebanyak 1200 mg
  • Dosis pelepasan yang diperluas sebanyak 400 mg melalui oral 3 kali sehari kemudian. Kemudian dosis rumatan 400 mg melalui oral 2 – 3 kali sehari.

Kontraindikasi

pentoxifylline

Obat ini tidak boleh dan dilarang keras untuk dikonsumsi oleh orang yang menderita kondisi atau memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen atau komposisi yang ada di dalam obat ini. Hipersensitivitas merupakan suatu kondisi dimana munculnya sebuah reaksi yang berlebihan karena terlalu lemah atau sensitifnya respon imun tubuh. Akibatnya akan terjadi kerusakan, ketidaknyamanan, dan dapat mengakibatkan kondisi yang sangat fatal bagi tubuh. Reaksi ini dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu hipersensitivitas tipe 1, hipersensitivitas tipe 2, hipersensitivitas tipe 3, dan hipersensitivitas tipe 4 semakin tinggi tingkat hipersensitivitas, maka dampak yang akan muncul semakin bertambah buruk. Oleh karena itu pastikan anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin menggunakan obat-obatan lainnya untuk menghindari reaksi ini.

Interaksi dengan Obat Lain

Menggunakan Pentoxifylline dengan obat-obatan lain secara bersamaan tidak direkomendasikan karena akan menyebabkan adanya interaksi yang meningkatkan resiko terjadinya efek samping yang serius. Oleh karena itu konsultasikan kepada dokter tentang semua produk yang sedang anda gunakan termasuk produk obat-obatan resep maupun non resep beserta dengan produk obat herbal lainnya. Berikut ini beberapa daftar obat yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan Pentoxifylline :

  • Ketorolac
  • Riociguat
  • Aceclofenac
  • Acemetacin
  • Adenosine
  • Amtolmetin Guacil
  • Aspirin
  • Bromfenac
  • Bufexamac
  • Celecoxib
  • Choline Salicylate
  • Clonixin
  • Dexibuprofen
  • Dexketoprofen
  • Diclofenac
  • Diflunisal
  • Dipyrone
  • Etodolac
  • Etofenamate
  • Etoricoxib
  • Felbinac
  • Fenoprofen
  • Fepradinol
  • Ferrazone
  • Floctafenine
  • Flufenamic Acid
  • Flurbiprofen
  • Ibuprofen
  • Ibuprofen Lysine
  • Indomethacin
  • Ketoprofen
  • Lornoxicam
  • Loxoprofen
  • Lumiracoxib
  • Meclofenamate
  • Mefenamic Acid
  • Meloxicam
  • Morniflumate
  • Nabumetone
  • Naproxen 
  • Nepafenac
  • Niflumic Acid
  • Nimesulide
  • Oxaprozin
  • Oxyphenbutazone
  • Parecoxib
  • Phenylbutazone
  • Ketoprofen
  • Piroxicam
  • Pranoprofen
  • Proglumetasin
  • Propyphenazone
  • Proquazone
  • Regadenoson
  • Rofecoxib
  • Salicylic Acid
  • Salsalate
  • Sodium Salicylate
  • Sulindac
  • Tenoxicam
  • Tiaprofenic Acid
  • Tolfenamic Acid
  • Tolmetin
  • Valdecoxib
  • Acenocoumarol
  • Cimetidine
  • Dicumarol
  • Theophylline
  • Warfarin

Kelompok Orang Berisiko

Penggunaan Pentoxifylline harus dilakukan secara hati-hati untuk orang dengan kondisi medis sebagai berikut :

  • Pendarahan besar-besaran
  • Pendarahan retinal yang luas
  • Arrhythmias kardiak akut
  • Hipotensi
  • Kerusakan fungsi ginjal
  • Kerusakan fungsi liver
  • Gangguan antikoagulan.

Efek Samping

Memang tidak semua orang akan mengalami efek samping ketika mengonsumsi obat. Efek samping yang dirasakan oleh satu orang dengan orang yang lain bisa saja berbeda. Jika anda mengalami gejala yang tidak wajar saat mengonsumsi Pentoxifylline segera hubungi dokter atau penyedia layanan terdekat untuk mendapatkan bantuan medis. Gejala yang mungkin saja bisa terjadi seperti mual, muntah, berkeringat, gatal-gatal, sesak nafas, pembengkakan pada beberapa daerah tubuh, tubuh merasa sangat lemah hingga pingsan, pusing, penglihatan kabur, flushing, perut kembung, nyeri perut, dan diare. Beberapa efek samping serius yang bisa muncul akibat mengonsumsi obat ini adalah :

  • Nyeri pada daerah dada.
  • Detak jantung tidak normal.
  • Tubuh melemah sampai pingsan.
  • Urin berwarna merah atau merah muda.
  • Tinja berdarah, menggelap, menghitam, atau seperti tar.
  • Batuk darah.
  • Muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Cara Konsumsi

Cara konsumsi Pentoxifylline dikonsumsi bersama dengan makanan, biasanya sebanyak 3x dalam sehari atau sesuai dengan dosis yang telah diberikan. Untuk sediaan obat minum, tidak boleh dihancurkan atau dikunyah karena akan melepaskan semua obat secara sekaligus dan dapat meningkatkan efek samping. Dilarang untuk membagi tablet pil tanpa anjuran atau petunjuk dari dokter atau apoteker. Gunakan obat ini secara teratur sesuai dengan jangka waktu konsumsi yang telah ditentukan oleh dokter tanpa mengurangi atau menambah dosis agar mendapatkan manfaat yang optimal. Obat akan berfungsi pada jangka waktu 2 – 4 minggu, namun bisa juga menjadi 8 minggu untuk bisa mendapatkan manfaat secara penuh.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis