fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Estradiol merupakan obat hormon wanita yang berguna untuk membantu meringankan gejala menopause, seperti rasa panas dan vagina kering. Wanita yang menghasilkan hormon estrogen lebih sedikit biasanya mengalami gejala tersebut saat menopause.

Informasi

Estradiol merupakan hormon estrogen sintetis yang berfungsi sebagai pengganti estrogen alami dalam tubuh. Berikut beberapa manfaat lain dari obat esradiol.

Produk hormon estrogen tertentu juga bisa digunakan setelah menopause untuk mencegah kerapuhan tulang (osteoporosis), mengobati kanker (seperti kanker prostat dan kanker payudara), dan wanita yang tidak mampu menghasilkan hormon estrogen yang cukup. Penggunaan obat ini untuk mengobati gejala hanya didalam dan area vagina, maka produk yang langsung digunakan pada vagina harus dipertimbangkan lebih dulu sebelum obat yang diminum, disuntik, dan diserap melalui kulit. Begitu pula penggunaan produk lain untuk mencegah kerapuhan tulang yang harus dipertimbangkan dulu sebelum pengobatan dengan hormon estrogen.

Dosis Estradiol

estradiol

Sesuaikan dosis estradiol dengan kondisi pengguna.

Untuk Gejala Menopause

  1. Injeksi intramuskular
    • Estradiol valerate: 10-20 mg tiap 4 minggu
    • Estradiol cypionate: 1-5 mg tiap 3-4 minggu
  2. Oral: 1-2mg/hari sesuaikan dengan kebutuhan, siklus 3 minggu mengonsumsi obat dan 1 minggu tidak, secara berulang

Pencegahan Osteoporosis Pasca Menopause

  1. Oral:  0.5mg/hari dengan siklus 23 hari mengonsumsi obat dan 5 hari tidak, secara berulang.

Hipogonadisme

  1. Injeksi intramuskular:
    • Estradiol valerate: 10-20 mg tiap 4 minggu
    • Estradiol cypionate: 1.5-2mg/bulan
  2. Oral: 1-2mg/hari dengan siklus 3 minggu mengonsumsi obat dan 1 minggu tidak, secara berulang

Sesuaikan dengan dosis yang diberikan dokter atau pihak medis. Pastikan selalu konsultasi dengan dokter sebelum memulai pengobatan dengan Estradiol. Untuk anak-anak, tanyakan dosis yang baik kepada dokter.

Kontraindikasi

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Estradiol.

  1. Beritahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap jenis estrogen oral apapun, produk estrogen lainnya, atau bahan yang terdapat dalam tablet estrogen.
  2. Sebelum menggunakan Estradiol, beritahu dokter jika Anda memiliki alergi aspirin atau tartrazine.
  3. Beritahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk obat resep dan tanpa resep, suplemen, vitamin, dan herbal. Jika iya, mungkin dokter akan mengubah dosis atau memantau lebih ketat munculnya efek samping.
  4. Beritahu dokter kondisi Anda sedang hamil, berencana hamil, atau menyusui.
  5. Konsultasikan dulu dengan dokter jika Anda berusia 65 tahun atau lebih terkait risiko dan manfaat penggunaan Estradiol. Sebab, konsumsi estrogen tanpa hormon lainnya tidak akan seefektif obat lain yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi yang sama.
  6. Jika Anda mengonsumsi Estradiol untuk mencegah osteoporosis, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter terkait cara lain yang lebih aman, seperti olahraga dan minum suplemen vitamin D atau kalsium.

Interaksi dengan Obat Lain

Beritahu dokter obat apa saja yang sedang Anda konsumsi, sebab Estradiol akan berinteraksi dengan obat-obatan lain, seperti:

  1. Obat pengencer darah atau antikoagulan
  2. Cimetidine
  3. Carbamazepine
  4. Phenobarbital
  5. Phenytoin
  6. Rifampin
  7. Ritonavir
  8. St. John’s wort
  9. Ketoconazole
  10. Clarithromycin atau erythromycin

Kelompok yang Berisiko

Estradiol sudah terbukti menimbulkan abnormalitas dan risiko terhadap janin. Obat ini termasuk dalam kategori X bagi ibu hamil yang berarti kontraindikasi. Obat ini juga diserap dalam ASI sehingga tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui. Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Efek Samping

Estradiol dapat menimbulkan efek samping bagi penggunanya, berupa:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal, sulit bernapas, dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan)
  • Perdarahan vagina yang tidak wajar, terutama Anda yang sudah menopause
  • Merasa akan pingsan
  • Dada terasa nyeri dan berat
  • Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
  • Sakit kuning

Tidak semua efek samping disebutkan diatas. Segera hubungi dokter jika Anda mengkhawatirkan gejala tertentu setelah penggunaan Estradiol.

Cara Konsumsi

Perhatikan aturan pakai Estradiol berikut ini sebelum menggunakannya.

  1. Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai petunjuk dokter. Untuk mencegah gangguan perut, Anda boleh meminumnya dengan makanan atau tepat usai makan. 
  2. Jika Estradiol berupa tablet yang larut perlahan (extended-release tablet), maka jangan hancurkan, kunyah, atau larutkan karena  dapat melarutkan semua obat bersamaan dan meningkatkan risiko efek samping. 
  3. Jangan membelah tablet Estradiol (extended release tablet) kecuali ada garis pembagi yang jelas atau memang tidak dianjurkan oleh dokter. Segera telan tablet tanpa dihancurkan atau dikunyah untuk mengoptimalkan kinerja obat.
  4. Dosis Estradiol yang diberikan sesuai kondisi medis dan respon tubuh terhadap pengobatan. 
  5. Minum obat ini secara teratur sesuai aturan pakai untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.
  6. Untuk membantu mengingat, minum Estradiol pada waktu yang sama setiap hari sesuai dosis atau aturan pakai.
  7. Jangan mengubah dosis, meningkatkan dosis, atau menggunakannya lebih lama dari yang dianjurkan. Beritahu dokter apabila kondisi tidak membaik atau justru memburuk.
  8. Perhatikan cara penyimpanan Estradiol yang benar supaya tidak memengaruhi kinerja obat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis