Otitis Media

by | Jun 29, 2020 | penyakitO | 0 comments

Otitis media terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Penyakit ini menyerang pada setiap klaster umur tetapi 90 persen kasus ini ditemukan pada anak-anak yang berada di bawah usia 6 tahun. Selain itu, anak yang berjenis kelamin laki-laki lebih rentan mengalami otitis media dibandingkan perempuan.

Informasi

Otitis media dikenal dengan sebutan infeksi yang terjadi pada telinga tengah. Infeksi mengakibatkan radang di bagian gendang telinga belakang dan telinga tengah. Cairan yang keluar dari telinga menimbulkan masalah yang cukup serius terhadap kondisi kesehatan indera pendengaran.

Penyakit infeksi ini terbagi atas tiga jenis, yaitu otitis media akut, otitis media efusi, dan otitis media kronis. Otitis media akut terjadi secara tiba-tiba dalam jangka waktu tertentu. Otitis media efusi terjadi karena penumpukan cairan yang tersisa dari gendang telinga. Otitis media kronis terjadi karena penumpukan cairan berulang.

Gejala

Setiap penderita penyakit ini memiliki gejala yang berbeda-beda. Gejala umum yang terjadi pada penderita otitis media adalah demam. Sejumlah penderita juga akan mengalami gejala lain yang dirasakan meliputi:

  1. Nyeri telinga yang berkepanjangan
  2. Susah tidur  
  3. Nyeri pada kepala
  4. Keluarnya cairan dari telinga 
  5. Tidak dapat mendengar dengan jelas 
  6. Nafsu makan menurun
  7. Tubuh kesulitan melawan infeksi
  8. Gendang telinga mengalami kerusakan 

Penyebab

Penyebab infeksi pada telinga disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus patogen. Patogen yang seperti Streptococcus pneumoniae, Moraxella catarrhalis, dan Haemophilus influenza pada orang dewasa. Otitis media rentan pada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang dewasa. 

Penyakit ini tidak hanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Penderita otitis media akibat dari masalah kesehatan, seperti demam, flu, atau alergi yang dapat meningkatkan produksi lendir. Produksi lendir yang meningkat membuat cairan menumpuk dan menyebabkan terhambatnya pembuangan cairan pada saluran eustachius. 

Saluran eustachius memiliki fungsi untuk mengatur tekanan udara dan saluran pembuangan cairan. Jika terjadi gangguan pernapasan seperti alergi, saluran ini akan mengalami penyumbatan. Penumpukan cairan di telinga tengah yang lembab dan basah menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri atau virus.

Faktor Risiko

Faktor risiko tidak menutup kemungkinan terjadi pada semua orang. Pentingnya mengetahui faktor risiko otitis media memudahkan penderitanya mengenali gejala pada kondisi kesehatan tubuhnya. Faktor risiko yang dapat memicu terjadinya otitis media meliputi:

1. Usia

Faktor usia merupakan faktor utama yang dapat memicu seseorang mengalami gejala otitis media. Anak-anak merupakan kelompok usia yang rentan mengalami infeksi telinga tengah. Mereka adalah anak-anak yang berada di rentang usia 6 bulan sampai 2 tahun. Hal ini terjadi dikarenakan ukuran dan bentuk saluran eustachius masih besar. 

2. Jenis kelamin

Faktor jenis kelamin menjadi faktor terbesar kedua penyebab seseorang menderita otitis media. Sejumlah kasus yang ditemukan pada penderita otitis media terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Jika Anda memiliki anak yang berjenis kelamin laki-laki, berikan perawatan yang lebih intens untuk mencegah terjadinya infeksi.

3. Polusi 

Jika Anda berada di tempat yang memiliki polusi tinggi, tingkatkan kewaspadaan. Aktivitas yang menyebabkan polusi yang tinggi seperti pemukiman yang berada dekat pabrik. Selain itu, polusi diakibatkan dari asap kendaraan roda dua, dan asap rokok memperbesar risiko Anda mengidap penyakit ini. 

4. Imunitas yang buruk

Imunitas menjadi faktor umum yang mempengaruhi kesehatan tubuh. Jika imunitas tubuh buruk, maka tubuh akan lebih mudah terpapar oleh serangan bakteri atau virus.

5. Keturunan keluarga

Faktor keturunan juga merupakan faktor risiko umum yang terjadi pada penderita. Seseorang dapat berisiko mengidap suatu penyakit akibat dari faktor keturunan dari anggota keluarga. Kondisi ini membuat sebagian orang berkesempatan mengidap penyakit ini. 

Diagnosis 

Diagnosis dapat dihasilkan dari gejala-gejala yang dialami serta riwayat penyakit yang pernah diderita. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Anda dapat mengkonsultasikan ke dokter spesialis. Dokter memiliki kemampuan diagnosa dengan peralatan lengkap. Telinga akan diperiksa menggunakan alat yang bernama otoskop atau pneumatik. Alat ini dapat melihat kondisi saluran telinga karena dilengkapi dengan senter. 

Pengobatan

Pengobatan medis yang akan tergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta riwayat kesehatan penderita. Pengobatan dilakukan dengan memberikan obat penghilang nyeri. Selain itu, pengobatan dilakukan dengan rekomendasi terapi antibiotik. Jika kondisi penderita sangat parah, pengobatan dapat dilakukan dengan tindakan medis seperti operasi.

Pencegahan 

Adapun pencegahan yang mesti dilakukan ialah mengubah pola gaya hidup sehat. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara:

1. Menjaga kebersihan telinga

Telinga merupakan organ tubuh yang terbuka dan tidak menutup kemungkinan benda-benda kecil yang tidak kasat mata masuk ke dalam. Untuk itu, penting menjaga kebersihan telinga agar terhindar dari gangguan telinga seperti keluarnya cairan dan lendir dari telinga.

2. Mengawasi anak 

Anak kecil rentan dengan penyakit ini. Anak yang berusia 6 bulan sudah bisa menggenggam makanan sambil tertidur. Kadang tempat berbaring terdapat tungau. Oleh karena itu,

3. Menghindari asap dan polusi 

Aktivitas di luar ruangan dapat membuat debu-debu dengan mudahnya masuk ke dalam telinga. Cara untuk menghindari asap dan polusi ialah dengan cara menjauhi perokok dan bagi Anda yang bekerja di pabrik gunakan sesuatu untuk menutup telinga saat Anda bekerja.

4. Melakukan imunisasi anak

Imunisasi sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh. Anak yang rentan terserang penyakit bisa jadi tidak melakukan imunisasi lengkap. Imunisasi memperkuat imunitas pada tubuh anak. Jadi penuhi imunisasi anak agar anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.