fbpx
BerandadirektoriPenyakitObat Penyakit Darah Tinggi untuk Normalkan Tekanan Darah

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi yang diderita seseorang, akan bisa menurunkan kualitas hidupnya. Oleh sebab itu, diperlukan pengontrolan akan kondisi tekanan darah tinggi yang dideritanya, agar tekanan darah tersebut bisa menurun. Pengonsumsian obat penyakit darah tinggi merupakan salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi tersebut.

obat_penyakit_darah_tinggi

Kapan Obat Penyakit Darah Tinggi Perlu Dikonsumsi?    

Perlu atau tidak perlunya pengonsumsian obat untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, tentu saja salah satunya ditentukan dari berapa tekanan darah seseorang. Selain itu, faktor lain seperti usia dan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, juga akan bisa mempengaruhi keputusan untuk meresepkan obat penyakit tekanan darah tinggi ini atau tidak. 

Tekanan darah seseorang dikategorikan normal, jika angka tekanan sistolik kurang dari 120 dan angka tekanan diastolik kurang dari 80. Jadi, tekanan darah normal tak lebih dari 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan saat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan angka 80 menunjukkan tekanan saat jantung berelaksasi. 

Jika hasil pemeriksaan darah seseorang menunjukkan angka 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg, maknanya tubuhnya sedang berada di hipertensi fase pertama. Pada fase ini, dokter umumnya akan menganjurkan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, sebelum meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah. 

Jika hasil pemeriksaan darah seseorang menunjukkan angka 140/90 mmHg atau bahkan lebih dari itu, maknanya tubuhnya sedang berada di hipertensi fase kedua. Pada fase kedua ini, dokter akan meresepkan obat-obatan khusus untuk mengontrol tekanan darah tersebut. Menjalankan pola hidup sehat juga akan direkomendasikan, agar tekanan darah yang tinggi bisa menurun.

Obat Penyakit Darah Tinggi  

  1. Diuretik

Diuretik merupakan obat untuk penderita tekanan darah tinggi, yang akan bekerja dengan cara membantu tubuh mengeluarkan sodium berlebihan dan air dan juga mengontrol tekanan darah. Obat yang tergolong ke dalam kelas obat diuretik memiliki beberapa efek samping yang berpotensi muncul seperti berkurangnya suplai potasium dalam tubuh dan impoten.  

Jaminan Lifepack untuk Anda

  1. Penghambat Beta 

Obat yang tergolong ke dalam kelas obat penghambat beta atau beta-blockers, akan bisa membantu mengurangi kecepatan jantung dan beban kerja jantung, sehingga tekanan darah pun bisa menurun. Pengonsumsian obat penghambat beta ini berisiko menimbulkan efek samping seperti insomnia, tangan dan kaki terasa dingin, detak jantung melambat, gejala asma, dan depresi. 

  1. ACE Inhibitors

ACE Inhibitors merupakan obat yang membantu tubuh memproduksi lebih sedikit angiotensin. Angiotensin ini merupakan senyawa kimia yang menyebabkan pembuluh arteri di seluruh tubuh menjadi menyempit, khususnya di bagian ginjal. Dengan berkurangnya angiotensin, maka pembuluh darah akan bisa bekerja lebih rileks, sehingga tekanan darah pun bisa menurun. 

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Layaknya obat penyakit darah tinggi sebelumnya, pengonsumsian ACE Inhibitors juga berpotensi memicu efek samping. Adapun efek samping yang berisiko terjadi akibat mengonsumsi obat ini seperti ruam pada permukaan kulit, terganggunya kerja indera perasa, hingga mengancam nyawa ibu hamil dan janin, jika dikonsumsi saat tengah mengandung.  

  1. ARB 

ARB atau angiotensin II receptor blockers merupakan obat untuk menurunkan tekanan darah, dengan cara menghambat efek dari angiotensin, senyawa kimia yang menyebabkan arteri jadi menyempit. Pengonsumsian obat ARB ini akan bisa memicu timbulnya efek samping seperti pusing, serta gangguan kesehatan hingga kematian pada janin, jika dikonsumsi pada saat hamil. 

  1. Antagonis Kalsium 

Antagonis kalsium atau calcium channel blockers merupakan obat penurun tekanan darah yang bekerja dengan cara mencegah kalsium masuk ke sel otot jantung dan arteri. Pasalnya, jika kalsium memasuki lokasi tersebut, akan bisa menimbulkan kontraksi yang kuat pada jantung. Pengonsumsian antagonis kalsium ini bisa memicu efek samping seperti konstipasi, sakit kepala, dan pusing. 

  1. Penghambat Alfa

Penghambat Alfa atau alfa blocker merupakan obat yang bekerja dengan cara mengurangi resistensi arteri, sehingga bisa membuat otot pada dinding vaskular menjadi lebih rileks. Penderita tekanan darah tinggi yang mengonsumsi penghambat alfa, berisiko mengalami efek samping seperti detak jantung yang cepat dan pusing. 

Jaminan Lifepack untuk Anda

  1. Alpha-2 Receptor Agonists

Alpha-2 Receptor Agonists merupakan obat penurun tekanan darah tinggi yang bekerja dengan cara mengurangi porsi simpatetik dari sistem saraf involunter. Obat ini merupakan obat tekanan darah tinggi yang biasa direkomendasikan bagi ibu hamil dengan hipertensi. Adapun efek samping yang berisiko muncul akibat mengonsumsi obat ini adalah rasa kantuk dan pusing. 

Kombinasi Pola Hidup Sehat dengan Obat Penyakit Darah Tinggi

Selain mengonsumsi obat untuk menurunkan darah tinggi, menjalankan pola hidup sehat juga akan bisa membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Perbanyak mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, serta hindari makanan olahan yang kaya lemak jenuh. Tak lupa, aktiflah berolahraga untuk menjaga berat badan agar tetap ideal dan terhindar dari obesitas. 

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Dokter Lifepack, dr. Irma Lidia, menambahkan, “aktifitas olahraga untuk kesehatan jantung disarankan setidaknya 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya lima hari per minggu. Konsultasikan dengan dokter sebelum memilih memulai olahraga, terutama bila memiliki riwayat penyakit.”

Pengonsumsian obat penyakit darah tinggi akan bisa membantu mengontrol tekanan darah. Dengan begini, maka kondisi penderita penyakit darah tinggi atau hipertensi tak akan makin memburuk. Salah satu obat yang dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi adalahAldactone 25 MG 10 Tablet – Obat Hipertensi Diuretik (Rp680.000)yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Tak lupa, jalani pola hidup sehat sembari mengonsumsi obat tersebut, agar kondisi tubuh tetap terjaga dengan optimal.

Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri.

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat anda

Konsultasi Sekarang

Referensi

Pertanyaan Seputar Lifepack

+

Apa itu Lifepack?

+

Apa yang membuat Lifepack berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Lifepack?

+

Berapa lama pengiriman obat saya?

+

Dokter spesialis apa saja yang tersedia di Lifepack?

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat Anda

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Konsultasi mobile Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat anda

Konsultasi Sekarang

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Artikel Terkait

perbedaan demam berdarah malaria

Perbedaan Demam Berdarah dan Malaria

direktoriPenyakit   27/09/2022
demam berdarah dan tifus

Wajib Tahu! Perbedaan Demam Berdarah dan Tifus

direktoriPenyakit   26/09/2022
fase demam berdarah

Jangan Lengah, Ini 3 Fase Demam Berdarah yang Harus Dipahami

direktoriPenyakit   05/09/2022
jantung koroner

Jantung Koroner: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

direktoriPenyakit   02/09/2022

Sama-sama Gangguan Memori, Apa Perbedaan Alzheimer dan Demensia?

direktoriPenyakit   26/07/2022

Tebus Obat Tak Perlu Antre Lagi

Dapatkan atau Upload resep, obat siap dikirim ke lokasi Anda

Chat via Whatsapp

Respon Cepat, Jawaban Akurat

Download Aplikasi

Obat Dijamin Asli, Lengkap dan Murah

Pelajari Lebih Lanjut

Metode Pembayaran

metode pembayaran

Partner Pengiriman