fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Bagian luar tubuh sering mengalami luka akibat berbagai macam faktor. Luka tersebut harus diobati dengan tepat dan sesuai.  Salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengobati luka setelah proses operasi adalah obat Oxoferin. Obat ini dalam bentuk larutan untuk mempercepat penyembuhan luka akibat traumatik atau operasi.

Informasi

Oxoferin merupakan obat untuk pemakaian luar tubuh dalam bentuk larutan atau cairan. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit ulkus kaki kronis pada insufisiensi vena. Selain itu, dapat digunakan untuk luka pada aliran darah arteri sehingga mencegah terjadinya infeksi yang lebih parah dan serius.

Oxoferin dapat memberikan kesembuhan yang lebih cepat setelah operasi. Serta dapat digunakan untuk mengobati luka bakar dan gangren yang serius. Bagi penderita mikroangiopati juga bisa diobati dengan Oxoferin karena penyakit diabetes atau kelainan. Sehingga luka yang terjadi pada tubuh cepat membaik dan sembuh.

Dosis

Sebagai obat topikal, Oxoferin mengandung Anion Tetra Klorodeka-oksigen kompleks. Sehingga dapat mengobati luka dengan cepat dari luar. Oxoferin juga bisa digunakan untuk mengobati luka karena berbaring terlalu lama. Serta berbagai luka lain yang disebabkan penyakit dalam, baik pada tubuh maupun kaki.

Untuk penggunaanya harus dilakukan dari luar dan termasuk obat keras. Dosis Oxoferin ini harus sesuai dengan resep dokter. Untuk kulit yang terluka, bisa diobati dengan Oxoferin dengan dosis 5 sampai 10 mg dengan penggunaan 2 kali sehari. Dosis tersebut tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gejala yang dapat berisiko.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Oxoferin termasuk obat luar dan keras, serta hanya digunakan untuk kalangan medis. Khususnya bagi pasien yang telah melakukan operasi dan menimbulkan luka pada bagian luar tubuhnya. Luka tersebut bisa diobati dengan cairan Anion Tetra Klorodeka-oksigen kompleks yaitu Oxoferin.

Karena Oxoferin termasuk obat keras, maka penggunaan obat lain harus dilakukan sesuai petunjuk dokter. Jangan menggunakan obat lain bersamaan dengan cairan Oxoferin ini. Karena bisa menyebabkan interaksi yang mungkin membahayakan. Oxoferin sendiri bisa digunakan untuk mengobati luka bakar atau luka akibat diabetes.

Kelompok Orang Berisiko

Oxoferin hanya bisa digunakan untuk mengobati luka luar saja. Karena termasuk obat keras yang dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Oxoferin sangat berisiko tinggi jika digunakan pada penderita hipersensitif atau gangguan terhadap tingkat sensitivitas seseorang terhadap obat tertentu.

Jika penderita tersebut menggunakan Oxoferin ini, ditakutkan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Karena obat ini termasuk obat keras, jauhkan Oxoferin dari jangkauan anak-anak, terutama balita. Karena jika Oxoferin tumpah atau terkena tubuh yang masih rentan, dapat berisiko berbahaya.

Oleh karena itu, jika Anda menggunakan obat luka Oxoferin ini, simpan di tempat yang baik. Jauhkan dari panas dan tempat lembab, serta jangkauan anak-anak. Sebelum menggunakan Oxoferin  ini, pastikan And terbebas dari riwayat penyakit hipersensitif.

Efek Samping

Oxoferin mengandung Chlor Oxide Oksigen kompleks yang cukup tinggi. Dimana zat tersebut merupakan senyawa oksigen untuk merangsang pembersihan luka dan fagositosis. Sehingga penggunaan Oxoferin ini hanya untuk bagian luar tubuh saja.

Karena termasuk obat keras, penggunaan Oxoferin harus sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan menambahkan dosis Oxoferin ini meski dalam jumlah sedikit. Karena bisa menyebabkan efek samping yang berbahaya, diantaranya:

Gatal

Penggunaan Oxoferin yang berlebihan bisa menyebabkan rasa gatal. Gatal tersebut terjadi pada area yang luka, bahkan bisa merambat ke bagian yang lainnya. Jika rasa gatal ini tidak segera mereda, bisa menyebabkan infeksi yang justru memperparah luka.

Alergi

Jika Anda menderita hipersensitif dan menggunakan obat Oxoferin ini dapat menyebabkan alergi.  Alergi tersebut yang membuat rasa gatal berlebih pada kulit yang luka. Alergi juga bisa semakin parah apabila Anda tidak berhenti menggunakan Oxoferin.

Rasa Terbakar

Penggunaan Oxoferin yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan rasa panas dan terbakar. Rasa panas ini ditimbulkan karena reaksi obat dengan bagian tubuh yang luka tersebut. Jika terjadi hal demikian, segera periksakan ke dokter sebelum lebih parah.

Cara Konsumsi

Oxoferin mengandung senyawa Anion Tetra Klorodeka oksigen kompleks sebanyak 0.001037%. obat ini hanya digunakan dengan resep dokter dan tidak boleh sembarangan. Cara menggunakan Oxoferin pada kulit yang terluka yaitu dengan meneteskannya sesuai dengan dosis yang ditentukan. 

Sebelum menggunakan obat luka Oxoferin ini, pastikan area yang luka sudah dibersihkan. Baik dari kotoran atau debu yang menempel dan dari obat lain yang terdapat dalam area luka tersebut. Jika masih ada obat lain, dapat mengurangi efektivitas obat Oxoferin ini.

Setelah area yang infeksi bersih, teteskan sebanyak 5 sampai 10 mg pada pagi dan sore hari. Gunakan kain kasa untuk mengompres area yang luka tersebut. Oxoferin tidak dianjurkan digunakan lebih dari 6 minggu. Jangan menggunakan bahan selulosa atau kompres berlapis saat ingin mengompres area yang infeksi. Untuk tebus resep obat, anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis