fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Acetazolamide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan diuretic yang bisa berguna untuk mencegah atau mengurangi gejala dari altitude sickness atau penyakit ketinggian, keluhan dari penyakit ini diantaranya merasa sakit kepala, lelah, muntah pusing hingga nafas yang sesak.

Gejala tersebut umumnya dialami orang yang melakukan pendakian di atas 300 meter dari permukaan laut dan dengan laju yang cukup cepat.

Informasi

Pendakian yang dilakukan secara cepat dapat membuat tubuh kekurangan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan seperti suhu serta tekanan udara sekaligus kadar oksigen yang rendah karena berada di ketinggian. Hal tersebut dapat menimbulkan kebocoran cairan di pembuluh darah kapiler. Cairan tersebut kemudian akan menyebar ke beberapa bagian tubuh termasuk otak dan paru-paru. 

Selain menyebar, cairan juga akan menumbuk dan gejala penyakit ketinggian pun akan dirasakan. Obat acetazolamide inilah yang berfungsi untuk mengurangi penumpukan cairan sehingga dapat mencegah atau meminimalisir gejala. Selain untuk mengatasi penyakit ketinggian, obat ini juga bisa mengatasi penyakit glaukoma serta mengontrol kejang yang terjadi akibat epilepsi, namun penggunaannya harus disertai obat lain.

Dosis

Penggunaan dosis yang tepat untuk mengkonsumsi obat adalah hal yang penting. Obat dapat bekerja dengan lebih maksimal jika diberikan dalam jumlah dosis yang sesuai. Untuk obat Acetazolamide dosis yang diberikan kepada setiap orang bisa berbeda-beda tergantung kondisinya. Berikut dosis obat acetazolamide berdasarkan kondisi:

Mencegah Meredakan Gejala yang Timbul Akibat Penyakit Ketinggian

Untuk orang dewasa, dosis yang akan diberikan berkisar 500-1000 mg per hari. Dosis tersebut dibagi kedalam beberapa jadwal konsumsi. Jika ingin mencegah penyakit ketinggian, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi obat ini 1-2 hari sebelum melakukan pendakian. Jika perlu, Anda bisa mengkonsumsinya selama 2 hari ketika berada di dataran tinggi.

Epilepsi dan Glaukoma

Untuk kondisi ini, pasien umumnya akan diberikan dosis berkisar 250-1000 perhari, dosis tersebut dibagi menjadi beberapa kali jadwal konsumsi. Obat ini bisa diminum secara tunggal, dan tidak masalah jika dikombinasikan dengan penggunaan obat lain selama sudah berkonsultasi dengan dokter.

Untuk anak dengan usia diatas 12 tahun, maka dosis yang diberikan berkisar 8-30mb/kgBB. Dosis tersebut pun dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi. Dosis maksimal yang dianjurkan untuk dikonsumsi pasien anak diatas 12 tahun adalah 70 mg per harinya.

Diuresis

Untuk kondisi diuresis, dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 230.375 mg per hari.

Kontraindikasi

Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan kontraindikasi. Setidaknya kontraindikasi bisa disebabkan oleh 2 faktor, yakni interaksi dengan obat lain, serta kelompok orang berisiko.

Interaksi dengan Obat Lain

Berikut adalah interaksi yang bisa terjadi jika menggunakan obat acetazolamide secara bersamaan dengan obat berikut ini:

  • Advair Diskus
  • Aspirin
  • Benadryl
  • CoQ10
  • Cymbalta
  • Fish Oil
  • Furosemide
  • Ibuprofen
  • Lasix
  • Lyrica
  • Methotrexate
  • Metoprolol Tartrate
  • Naproxen
  • Nexium
  • Norco
  • Paracetamol
  • ProAir HFA
  • Synthroid
  • Topamax
  • Tylenol
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin D3
  • Zofran
  • Zyrtec

Dampak dari penggunaan obat tersebut dengan dibarengi konsumsi acetazolamide dapat menimbulkan:

  • Dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping
  • Menyebabkan efektivitas lithium menjadi berkurang
  • Meningkatkan terjadinya risiko batu ginjal
  • Meningkatkan risiko koma, asidosis, anoreksia hingga kematian jika obat ini dikonsumsi dengan penggunaan obat aspirin dalam dosis yang tinggi

Kelompok Orang Berisiko

Obat ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi kelompok orang tertentu. Sebaiknya konsultasikan kondisi kesehatan terlebih dahulu dengan dokter. Terutama jika Anda penderita diabetes insipidus, serta mengalami penurunan pH darah.

Hindari minum alkohol selama mengkonsumsi obat, Anda dilarang untuk mengkonsumsi obat ini jika memiliki kondisi medis berupa:

  • Hipersensitivitas terhadap acetazolamide
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan hati
  • Kerusakan natrium atau kalium

Efek samping

Efek samping yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan acetazolamide:

  • Mengantuk
  • Kebingungan
  • Anoreksia
  • Kejang
  • Kesemutan
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Lemas
  • Kelumpuhan

Cara konsumsi

Ikuti petunjuk dokter untuk mengkonsumsi obat ini. Selain itu Anda dapat membaca petunjuk yang ada pada kemasan obat. Acetazolamide dapat dikonsumsi setelah maupun sebelum makan. Pastikan untuk meminum obat di jam yang sama setiap harinya. Dengan begitu kerja obat dapat lebih maksimal. Jika Anda lupa mengkonsumsi obat atau melewati jadwal konsumsi, maka segera minum dan jangan menundanya bisa jadwal konsumsi berikutnya masih cukup jauh. 

Namun, jika ternyata jarak konsumsi dekat, maka tidak perlu minum obat acetazolamide, minumlah sesuai jadwal selanjutnya dan jangan minum dalam dosis yang digandakan. Mengkonsumsi obat ini dapat menimbulkan beberapa gejala diantaranya adalah pusing serta pandangan yang kabur. Hindari untuk mengkonsumsi alkohol selama minum obat ini. 

Selain itu, karena obat dapat menimbulkan efek yang lebih sensitif terhadap matahari, maka hindari terlalu lama berada di luar ruangan. Gunakan pelindung atau tabir surya jika Anda ingin keluar. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh anak di bawah 12 tahun karena dapat mempengaruhi pertumbuhannya.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis