fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Nicotinamide atau yang juga bisa disebut dengan niacinamide merupakan turunan dari vitamin B3. Zat yang satu ini memang dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh, namun zat tersebut juga ada pada makanan seperti daging sapi, ayam, susu, ikan ragi, telur serta gandum utuh.

Informasi

Bentuk dari obat ini adalah suplemen yang umumnya dikombinasikan dengan kandungan vitamin maupun zat lainnya. Suplemen tersebut juga tersedia dalam bentuk obat sirup, gel, tablet serta cairan suntik. Nicotinamide atau niacinamide tablet sendiri bisa digunakan untuk mengatasi masalah kadar kolesterol yang tinggi atau hiperlipidemia serta kondisi pellagra yakni kondisi dimana seseorang mengalami penyakit yang diakibatkan kurangnya vitamin B (Baca juga Kolesterol Tinggi: Gejala, Akibat, dan Penyebabnya). gejala dari penyakit tersebut meliputi dermatitis serta diare dan gejala lainnya.

Sedangkan untuk bentuk gel niacinamide sendiri umumnya digunakan untuk mengatasi kulit berjerawat. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas obat tersebut untuk mengatasi masalah jerawat ini.

Nantinya, nicotinamide atau niacinamide sendiri akan berubah menjadi enzim yang berguna untuk mengurai lemak tubuh menjadi energi. Di dalam zat tersebut, juga terdapat sifat anti inflamasi yang dipercaya mampu mengatasi peradangan yang terjadi pada kulit berjerawat.

Dosis

Penggunaan dosis pada setiap orang bisa saja berbeda, tergantung pada kondisi serta usa. Namun, penggunaan obat ini secara umum meliputi:

Obat Tablet

Untuk obat bentuk tablet yang digunakan untuk mengatasi kondisi pellagra atau defisiensi vitamin B3 yang terjadi pada remaja dengan usia diatas 12 tahun ke atas adalah sebesar 100 hingga 300 mg per hari. dosis tersebut dibagi ke dalam beberapa kali jadwal pemakaian.

Sedangkan untuk kondisi kadar kolesterol tinggi yang dialami oleh orang dewasa, pemberian dosis yang umum dianjurkan adalah 250 mhg yang dikonsumsi sekali sehari. dosis ini nantinya dapat diubah menjadi dalam kurun waktu 4 hingga 7 hari. hal tersebut tergantung pada respon tubuh terhadap obat. 

Sedangkan jika Anda menggunakan obat dalam bentuk tablet lepas lambat, maka dosis yang umum digunakan adalah 500 mg. dosis ini diminum sehari sekali. Dosis tersebut juga bisa berubah setelah penggunaan selama empat minggu. Perubahan dosis ini akan dipengaruhi oleh respon tubuh terhadap obat.

Obat Oles

Untuk kondisi berjerawat, penggunaan dosis yang dianjurkan untuk niacinamide ini adalah 4% yang dioleskan dua kali per hari. Anda bisa menurunkan dosis pemakaian menjadi satu kali sehari atau pakai obat ini dua hari sekali jika Anda mengalami kulit yang kering, mengelupas atau terjadi iritasi.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi obat ini bisa terjadi jika Anda menggunakan obat lain secara bersamaan. Pastikan untuk memberitahu dokter jika Anda sedang mengkonsumsi obat apapun, baik obat dengan resep, suplemen, vitamin, atau obat tanpa resep lainnya. Berikut beberapa obat yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan secara bersamaan dengan niacinamide.

Simvastatin serta obat penghambat enzim HMG-CoA reductase lainnya yang digunakan bersama obat ini akan menyebabkan kadar niacinamide yang ada pada darah menjadi meningkat. Penggunaan obat carbamazepine juga dapat menyebabkan kemampuan tubuh saat menghancurkan obat menjadi turun.

Penggunaan obat pengencer darah juga tidak disarankan untuk dikonsumsi secara bersamaan dengan niacinamide karena dapat menyebabkan risiko terjadinya perdarahan. Obat lain yang dapat menyebabkan interaksi adalah isoniazid, paracetamol, methotrexate, serta methyldopa karena dikhawatirkan akan mengganggu fungsi hati.

Kelompok Orang Berisiko

Selain interaksi obat, kondisi kesehatan tertentu juga dapat memicu terjadinya kontraindikasi. Pastikan untuk memberitahu dokter mengenai kondisi kesehatan yang sedang Anda alami. Anda juga perlu memberi tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda untuk menghindari risiko kontraindikasi.

Efek Samping

niacinamide

Sama seperti penggunaan obat lainnya, niacinamide juga memiliki beberapa efek samping yang mungkin dialami oleh orang yang mengkonsumsinya. Berikut beberapa efek samping yang umum terjadi, yakni kepala menjadi berkunang-kunang hingga akhirnya pingsan. 

Gejala lain juga dapat berupa nyeri dada, sesak napas, keringat yang berlebih. Gangguan fungsi hati juga bisa dialami, gangguan tersebut memiliki ciri lemas, merasa kenyang, muntah, perut sakit, urin yang menjadi gelap, penyakit kuning, serta warna tinja yang pucat.

Efek samping lain juga dapat berupa naiknya kadar gula dengan gejala kebingungan, mengantuk, lebih sering haus dan lapar, buang air kecil yang lebih sering, bau mulut serta nafas yang terengah-engah. Anda juga mungkin akan mengalami gatal, iritasi, kulit kering serta kemerahan. Efek samping ini mungkin saja tidak akan dialami, atau ada pula orang yang mengalami efek samping lain selain yang ada pada daftar di atas.

Cara Konsumsi

Untuk penggunaan niacinamide atau nicotinamide tablet disarankan diminum saat Anda sedang makan, pastikan untuk tidak mengkonsumsi makanan pedas, minuman keras serta minuman hangat saat mengkonsumsi obat ini.  Untuk bentuk oles, Anda perlu mencuci tangan sampai bersih terlebih dahulu, setelah itu oleskan obat pada area kulit yang berjerawat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis