fbpx

Apa Itu Stroke Non Hemoragik?

Okt 2, 2020 | Stroke | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Stroke non hemoragik adalah jenis penyakit yang timbul karena adanya sumbatan aliran darah yang terjadi di otak. Kondisi stroke non hemoragik membutuhkan penanganan medis secepat mungkin sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi dan memberikan penanganan yang cepat.

Stroke adalah kondisi yang terjadi jika suplai darah menuju otak ternyata terputus atau justru berkurang, jika hal ini terjadi, maka sel otak bisa saja mulai mati dalam hitungan menit. Ada banyak faktor yang dapat memicu kondisi ini seperti berat badan berlebih atau obesitas, jarang melakukan olahraga atau melakukan kegiatan fisik. Kondisi ini juga dapat disebabkan jika seseorang memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol, merokok, serta menggunakan obat terlarang seperti methamphetamine dan menggunakan kokain.

Penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebab mengapa penyakit ini bisa terjadi, misalnya, mengalami gangguan irama jantung, hipertensi, penyakit jantung, kolesterol yang tinggi maupun diabetes dan memiliki keluarga dengan riwayat stroke.

Penyebab dan Gejala Stroke Non Hemoragik

Stroke jenis ini memiliki dua kemungkinan penyebab stroke itu sendiri. Penyebabnya bisa saja karena adanya gumpalan darah yang terbentuk pada bagian pembuluh darah di otak pasien. Atau bisa saja disebabkan oleh penyebab kedua yakni, adanya gumpalan pada tempat lain namun terbawa ketika pembuluh darah dialirkan ke otak. Gumpalan ini dapat membuat aliran darah yang menuju otak menjadi terhenti. Penyakit stroke yang satu ini bisa dikatakan menjadi menjadi jenis yang paling umum dialami oleh penderita.

Kondisi ini juga memiliki gejala yang dapat muncul pada penderita. Gejala tersebut tergantung pada pabian otak mana yang mengalami pengaruh dari pecahnya pembuluh darah. Secara umum gejala dari penyakit ini meliputi terjadi kelemahan pada area lengan, wajah maupun pada bagian tungkai secara tiba-tiba.

Namun, bisa saja kelemahan atau mati rasa terjadi pada satu maupun kedua sisi tubuh pasien. Gejala lain juga bisa meliputi, kebingungan, adanya gangguan untuk memahami ucapan orang lain serta untuk berbicara. Pasien dengan kondisi ini juga dapat mengalami pusing, kehilangan kseimbangan atau koordinasi, sakit kepala serta mengalami kesulitan untuk berjalan dan penglihatan menjadi kabur atau mengalami penglihatan ganda.

Jika Anda mengalami gejala yang sudah disebutkan tadi, maka Anda harus bergegas ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis secepat mungkin dari dokter.

Pengobatan Stroke Non Hemoragik

Pengobatan untuk menangani kondisi ini bergantung pada jenis stroke yang dialami serta dari berapa lama kondisi ini sudah berlangsung. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, maka semakin besar pula peluang untuk pulih. Oleh sebab itu, Anda perlu sesegera mungkin untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Kondisi penyakit stroke jenis ini, juga akan diberikan pengobatan berdasarkan riwayat kesehatan pasien. 

Jika pasien dibawa ke rumah sakit sebelum tiga jam sejak terjadinya awal serangan, maka dokter mungkin saja akan memberikan obat TPA atau tissue plasminogen activator. Obat yang satu ini nantinya akan diberikan melalui selang infus. Gunanya adalah untuk melarutkan gumpalan yang menjadi penyebab stroke. Namun, tidak semua pasien akan diberikan pengobatan ini karena adanya resiko pendarahan yang dapat terjadi.

Penanganan lain juga dapat diberikan dengan tujuan untuk memperbaiki aliran darah yang mengalami sumbatan pada otak dengan dilakukannya prosedur stenting. Prosedur ini juga bisa ditambahkan dengan melakukan pemberian obat TPA dengan tujuan supaya pasien mendapatkan perbaikan kondisi dengan signifikan. Namun, pemberian prosedur ini pun harus berdasarkan pada kondisi pasien serta resiko yang mungkin terjadi.

Baik jenis stroke hemoragik maupun non hemoragik memerlukan penanganan secepat mungkin serta memerlukan observasi dokter yang cepat dari rumah sakit. Untuk dapat menentukan jenis stroke yang dialami oleh pasien, nantinya dokter akan melakukan neurologis maupun pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter akan mencoba mencari tahu jenis stroke yang dialami pasien dengan menggunakan CT scan maupun pemeriksaan penunjang lainnya.

Penanganan yang akan diperoleh pasien di rumah sakit bisa saja berupa observasi yang dilakukan dokter terhadap kondisi pasien dengan sangat ketat, jika diperlukan dokter juga bisa memberikan oksigen, cairan infus maupun pemberian obat yang sesuai dengan kondisi pasien saat itu.

Penyakit stroke tidak dapat diabaikan. Anda perlu melakukan pencegahan penyakit stroke dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya dengan rutin melakukan olahraga, mengkonsumsi makanan sehat, menghindari merokok dan berhenti minum minuman beralkohol.

Jangan menunda untuk langsung memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan secepat mungkin. Semakin cepat penanganan yang diberikan, maka semakin besar pula peluang untuk cepat puluh dan mencegah timbulnya komplikasi yang lebih lanjut. Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan atau penanganan medis, maka dampak yang akan didapatkan pun akan semakin baik. Pastikan untuk segera mungkin mendapatkan pertolongan jika Anda sudah merasakan gejala awal dari penyakit ini.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan Anda? Temukan solusi konsultasi dokter online dengan mengunduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store sekarang juga!

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis