fbpx

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Dokter Saat Praktik Telemedicine

Okt 2, 2020 | Dokter | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Perkembangan teknologi tidak hanya terjadi pada komunikasi, namun juga merambah ke bidang kesehatan. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan di bidang kesehatan adalah Telemedicine. Layanan kesehatan Telemedicine merupakan layanan kesehatan yang sedang dikembangkan di era sekarang. Namun banyak sekali masyarakat, dokter, dan tenaga medis lainnya yang masih awam terhadap teknologi kesehatan yang satu ini. 

Apa Itu Telemedicine?

Menurut WHO,Telehealth atau telemedicine adalah penyampaian layanan pelayanan kesehatan, di mana pasien dan penyedia layanan dipisahkan oleh jarak. Telehealth atau telemedicine menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pertukaran informasi untuk diagnosis dan pengobatan penyakit dan cedera,  dan untuk melanjutkan pendidikan profesional kesehatan.

Sedangkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 tahun 2019 telemedicine adalah pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh oleh profesional kesehatan dengan memberikan informasi dan komunikasi, meliputi pertukaran informasi diagnosis, pengobatan Pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi, dan  pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan untuk kepentingan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat.

Telemedicine sendiri sekarang telah banyak digunakan baik oleh masyarakat maupun tenaga profesional kesehatan. Kini layanan kesehatan dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus bertatap muka secara langsung. Perkembangan telemedicine juga sangat cepat, kini dokter dan pasien dapat melakukan konsultasi jarak jauh hanya dengan percakapan teks, panggilan suara, dan panggilan video. Diagnosis dapat dilakukan kan melalui jaringan telekomunikasi.  Namun jika diperlukan, layanan kesehatan dapat merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut secara langsung  untuk mendapatkan  hasil diagnosa yang valid.

Layanan yang Tersedia pada Pelayanan Kesehatan Telemedicine

Menurut peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan, layanan telemedicine terdiri dari:

  1. Teradiologi, pelayanan radiologi diagnostik dengan menggunakan transmisi elektronik image dari semua modalitas radiologi beserta data pendukung.
  2. Teleelektrokardiografi, pelayanan elektrokardiografi dengan menggunakan transmisi elektronik gambar dari semua modalitas elektrokardiografi beserta data pendukung.
  3. Teleultrasonografi, Pelayanan ultrasonografi  obstetrik dengan menggunakan transmisi elektronik gambar dari semua modalitas ultrasonografi obstetrik beserta data pendukung.
  4. Telekonsultasi klinis, Pelayanan konsultasi klinik jarak jauh untuk membantu menegakkan diagnosis, dan / memberikan pertimbangan / saran tatalaksana. Dalam pelayanan ini telekonsultasi dapat dilakukan secara tertulis, suara dan /  video. Kalau konsultasi klinis harus Terekam dan tercatat dalam rekam medis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  5. Pelayanan konsultasi telemedicine lainnya.

Dalam pelayanan telemedicine tentu dokter menjadi unsur penting dalam layanan kesehatan ini.  Seperti yang telah disebutkan sebelumnya,  namun  masih banyak dokter atau tenaga medis lainnya yang awam dengan teknologi kesehatan yang satu ini. Lalu apa saja sih yang harus dan tidak harus dilakukan oleh dokter dalam melayani pasien di layanan kesehatan telemedicine? Simak selengkapnya pada ulasan yang telah Tim Lifepack rangkum berikut ini. 

Hal yang Harus Dihindari saat Melakukan Praktik Telemedicine

telemedicine

1. Tidak Memiliki Surat Izin Praktik

Meski pelayanan kesehatan dilakukan secara virtual dokter atau tenaga medis lainnya yang melakukan praktik di layanan telemedicine wajib memiliki surat izin praktik (SIP) sesuai yang tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 tahun 2019. 

2. Tidak Memahami Peraturan dalam Layanan Telemdicine

Sebelum dokter atau tenaga medis lainnya terjun ke dalam layanan telemedicine, sebagai memahami benar peraturan yang harus dilakukan dalam melayani pasien di layanan telemedicine. Dokter juga perlu memastikan bahwa layanan telemedicine yang dokter pilih adalah layanan yang tepat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia .

3. Terlambat dalam Melakukan Layanan

Dalam layanan telemedicine tentu tidak hanya menghemat tenaga namun juga waktu. Dengan adanya layanan ini tentu pasien berharap waktu tunggu yang seharusnya mereka dapatkan saat melakukan pelayanan virtual lebih singkat dibandingkan melakukan pelayanan di pelayanan kesehatan secara langsung. Oleh karena itu sebaiknya dokter maupun tenaga medis lainnya tidak terlambat dalam melakukan pelayanan di layanan telemedicine. Karena hal ini dapat menurunkan kepuasan pasien  saat melakukan pelayanan. Tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap rating dari layanan telemedicine itu sendiri. Oleh karena itu, hal yang satu ini perlu dihindari saat praktik di telemedicine.

4. Tidak Responsif

Hal yang diharapkan pasien saat melakukan layanan kesehatan adalah sikap yang responsif dari dokter atau tenaga medis lainnya. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap keinginan pasien dan apa yang mereka dapatkan setelah melakukan layanan kesehatan. Dokter atau tenaga medis yang responsif dapat membuat pasien lebih puas ketika melakukan layanan kesehatan. Hal ini tentu berpengaruh terhadap penilaian kinerja dokter dan telemedicine itu sendiri. 

5. Tidak Berpakaian Rapi 

Hal ini mungkin terlihat sepele tapi ternyata sangat penting. Meski layanan telemedicine membuat dokter lebih fleksibel dalam waktu dan tempat, tetapi sebaiknya dokter tetap berpakaian rapi. Hal ini akan membuat dokter lebih terlihat profesional seperti melakukan konsultasi atau pelayanan secara langsung di rumah sakit.

6. Tidak Serius Mendengarkan Keluhan Pasien

Pada layanan telemedicine tentunya gangguan yang mungkin terjadi berbeda dengan gangguan yang dapat terjadi saat pelayanan  langsung secara fisik. Hambatan yang mungkin terjadi pada layanan telemedicine dapat berupa apa jaringan internet yang lemah, media komunikasi yang kurang mendukung, dan sebagainya. Sehingga dokter atau tenaga medis harus meminimalisir hambatan tersebut dengan tetap serius mendengarkan keluhan pasien. Hal ini akan membuat pasien merasa didengar dan mempermudah dokter atau tenaga medis lainnya dalam menegakkan diagnosis. Hal yang satu ini harus dihindari saat praktik telemedicine.

7. Menyebarkan Data Pasien

Salah satu yang masuk dalam kode etik kedokteran adalah menjaga kerahasiaan data pasien. Hal ini juga berlaku pada layanan telemedicine. Dokter atau tenaga medis lainnya wajib menjaga kerahasiaan data pasien, terlebih jika tidak memiliki kepentingan dalam penanganan medis.

8. Tidak Memberikan Informasi Secara Jelas

Hal yang satu ini merupakan hal yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Meski layanan dilakukan secara virtual dokter atau tenaga medis lainnya yang wajib memberikan informasi secara jelas dan lengkap agar pasien tidak salah memahami atau melakukan tindakan yang berkaitan dengan masalah kesehatannya. Dokter dan tenaga medis lain yang wajib memastikan bahwa pasien memahami apa yang disampaikan.

Bergabunglah dengan Lifepack

Lifepack merupakan layanan apotek secara digital. Kami menyediakan obat-obatan yang dapat diakses oleh masyarakat dengan lebih praktis, aman, dan nyaman. Masyarakat hanya perlu mengupload atau mengambil foto resep obat yang telah diberikan dokter, kemudian pesanan akan diproses dan diantar ke alamat yang tercantum dalam pesanan. Kami juga menyediakan layanan konsultasi dokter secara online hanya dengan mengunduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store.

Di masa pandemi seperti saat ini, dokter tentu memiliki kekhawatiran dalam menolong pasien. Dengan Lifepack, Dokter dapat menolong pasien dengan lebih mudah tanpa rasa khawatir. Dokter dapat memberikan konsultasi secara online dengan bergabung melalui partner kami. Dokter juga dapat memberikan resep obat dengan lebih mudah hanya dengan membuat dan mengupload resep di aplikasi, mengisi data pasien, dan resep akan langsung diproses oleh apoteker. Setelah itu Life akan langsung mengantarkan obat sesuai dengan pesanan dokter ke alam.

Dengan bergabung dengan lifepak,  dokter berkontribusi untuk peningkatan layanan kesehatan di Indonesia. Dokter juga lebih fleksibel dalam waktu dan tempat untuk menolong pasien. Selain itu, Dokter bisa mendapatkan referral fee yang menarik.

Dengan Lifepack, Anda dapat menolong pasien tanpa rasa khawatir. Konsultasi dengan pasien jadi lebih aman dan nyaman dimana saja. Daftar sekarang dan rasakan kemudahan saat menolong pasien

Ditulis oleh: Nada Karisma Oktavia

Referensi:

Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
World Health Organization. Telehealth. Diakses pada 2020.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis