fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Natrium Tiosulfat atau juga dikenal sebagai Sodium Tiosulfat merupakan salah satu senyawa yang ada dalam obat untuk mengatasi efek samping yang timbul akibat penggunaan obat kanker. Selain digunakan untuk mendampingi penggunaan obat kanker, obat ini juga sering dikonsumsi untuk mengatasi kondisi keracunan akibat sianida.

Informasi 

Senyawa ini memiliki formula molekul Na2O3S2 atau bisa juga Na2S2O3. Selain dikenal dengan nama Natrium Tiosulfat, sodium thiosulfate, senyawa ini juga dikenal dengan nama Sodo Thiol serta Sodium thiosulfate. Berat molekul senyawa ini sebesar 158,11 g/mol. Senyawa ini termasuk ke dalam garam sodium inorganic yang terdiri dari sodium atau natrium dan thiosulfate. 

Obat ini selain berfungsi untuk mengatasi keracunan akibat sianida juga memiliki kemampuan sebagai obat antijamur. Obat Natrium Tiosulfat juga memiliki kemampuan sebagai agen neuroprotektif. 

Natrium Tiosulfat termasuk ke dalam kategori obat keras yang pemberiannya tidak bisa sembarangan. Obat ini hanya bisa didapatkan menggunakan resep dari dokter. Pengobatan menggunakan senyawa ini hanya boleh apabila berada di bawah pengawasan oleh dokter.

Dosis 

sodium-natrium-tiosulfat

Pemberian dosis obat Natrium Tiosulfat yang tepat harus mengikuti anjuran dokter. Dokter hanya akan memberikan obat Natrium Tiosulfat berdasarkan kondisi pasien dan usianya. Cara pemberian juga berdasarkan sediaan obat. 

Dosis Natrium Tiosulfat untuk Digunakan Bersamaan dengan Cisplatin

Pemberian Natrium Tiosulfat dengan obat kanker cisplatin bagi orang dewasa serta usia remaja maka dibagi berdasarkan dosis awal dan dosis lanjutan. Dosis awal diberikan sebanyak 4 gram setiap meter persegi luasan permukaan tubuh. Dosis ini diberikan sebelum dilakukan pengobatan kanker. 

Selanjutnya untuk dosis kedua diberikan ketika sedang dilakukan pengobatan kanker. Pemberian dosis Natrium Tiosulfat kedua adalah sebanyak 12 gram setiap meter persegi dari luas permukaan tubuh. Penyuntikkan selama durasi 6 jam melalui pembuluh darah.

Dosis Natrium Tiosulfat untuk Mengatasi Keracunan Sianida

Untuk kasus keracunan sianida yang menimpa orang dewasa serta usia remaja, maka dosis yang umum diberikan sebanyak 12,5 gram. Pemberian suntik melalui pembuluh darah pada kecepatan 2,5 sampai 5 ml setiap menit. 

Dosis Natrium Tiosulfat untuk Pengobatan Anak-Anak

Sementara untuk pengobatan usia anak-anak maka obat ini diberikan sebanyak 412,5 mg setiap kg berat badan. Ini adalah dosis umum yang diberikan. Bisa juga diberikan sebanyak 7 g setiap meter persegi luasan dari permukaan tubuh. 

Pemberian obat ini harus mengikuti anjuran dari dokter dan dilarang untuk melaksanakan prosedur pengobatan tanpa pengawasan dokter.

Kontraindikasi 

Interaksi dengan Obat Lain 

Belum diperoleh informasi interaksi Natrium Tiosulfat dengan obat lainnya. Hindari penggunaan obat secara bersamaan.

Kelompok Orang Berisiko 

Orang yang memiliki riwayat alergi baik terhadap makanan dan juga obat-obatan harap selalu memberitahu dokter mengenai hal ini. Selalu berhati-hati menggunakan obat jika memiliki riwayat alergi. Kelompok orang usia lanjut termasuk ke dalam kelompok berisiko meski belum terdapat informasi lebih lanjut terkait efek sampingnya terhadap lansia.

Sementara untuk wanita hamil serta menyusui maka obat Natrium Tiosulfat masuk ke dalam kategori C (mungkin berisiko). Oleh sebab itu selalu berkonsultasi ke dokter jika menggunakan obat ini.

Efek Samping 

Penggunaan Natrium Tiosulfat bisa menimbulkan efek samping seperti:

  1. Kram pada otot
  2. Berdengung di telinga
  3. Agitasi
  4. Penglihatan memburam
  5. Mual serta muntah
  6. Sendi terasa nyeri
  7. Berhalusinasi
  8. Perubahan pada mental

Cara Konsumsi

Cara konsumsi paling tepat tentu harus mengikuti anjuran dari dokter dan petugas kesehatan. Berikut adalah cara pemberian obat Natrium Tiosulfat:

Pemberian Bersamaan dengan Cisplatin

Pemberian Natrium Tiosulfat dengan cisplatin terkonsentrasi adalah dengan menyuntikkan senyawa ini ke dalam garis IV. Suntikkan Natrium Tiosulfat 0,1 ml subkutan atau searah jarum jam ke area sekitar ekstravasasi. Penyuntikkan menggunakan jarum 27 gauge ataupun jarum 25 gauge baru untuk setiap kali penyuntikan.

Pemberian sebagai Mechlorethamine

Pemberian senyawa ini sebagai mechlorethamine secara suntikan subkutan atau searah jarum jam ke area sekitar ekstravasasi. Penyuntikkan menggunakan jarum suntik berukuran kurang dari 25 gauge. Masing-masing injeksi penyuntikkan merubah jarum suntik.

Pemberian sebagai Manajemen Ekstravasasi

Pemberian senyawa ini sebagai manajemen ekstravasasi adalah dengan memutuskan pemasangan infus yang menimbulkan pembengkakan. Kemudian putuskan jalur IV. Selanjutnya ekstravasasi larutan secara perlahan yang ada di garis IV. Kemudian jarum atau kanula dilepaskan, sementara untuk jenis cisplatin ekstravasasi dibiarkan di tempatnya agar sodium tiosulfat bisa digunakan lewat kanula atau jarum.

Penyimpanan obat dilakukan di dalam ruangan dengan suhu tidak terlalu tinggi dan rendah alias suhu ruangan. Jangan biarkan obat terpapar langsung dengan sinar matahari karena dapat menurunkan efektivitas obat. Dilarang menyimpan obat di daerah yang lembab seperti kamar mandi. Sementara untuk pembuangan obat juga tidak boleh sembarangan. Selalu konsultasikan ke petugas berwenang untuk penanganan obat yang telah kadaluarsa. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis