fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Natrium Chlorida atau juga dikenal sebagai sodium klorida adalah unsur elektrolit yang memiliki fungsi mengontrol kadar air yang ada dalam tubuh. NaCl atau Natrium Klorida merupakan nama kimia dari garam. Natrium klorida juga tersedia dalam sediaan obat medis yang digunakan untuk mencegah serta mengatasi masalah kehilangan sodium dalam darah yang disebabkan oleh kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) dan juga keringat berlebih.

Informasi 

Natrium Chlorida atau dikenal sebagai sodium klorida tersedia dalam berbagai bentuk dari mulai larutan infus, salep, gel, dan cairan. Penggunaan obat ini harus mengikuti dosis dan anjuran dari dokter. Manfaat Natrium klorida sebagai elektrolit adalah untuk mengontrol impuls saraf, mengatur kadar air pada tubuh hingga kontraksi pada otot. 

Dosis 

Dosis penggunaan natrium klorida harus mengikuti kondisi pasien dan juga sediaan obat. Obat dengan kandungan Natrium klorida tersedia dalam bentuk larutan infus, cairan, gel dan juga salep. Dalam bentuk sediaan larutan infus, larutan Natrium klorida tersedia dengan komposisi 0,9%. Untuk dosis yang tepat harus mengikuti anjuran dan panduan dari dokter baik penggunaan kecil maupun penggunaan banyak. 

Pembagian dosis Natrium Chlorida dibagi berdasarkan kondisi dan usia pasien.

Dosis Natrium Klorida untuk Anak-Anak

Dosis Natrium klorida dalam bentuk larutan hypertonic diberikan dengan dosis lebih dari 0,9%. Pemberian hanya digunakan untuk terapi awal gejala hyponatremia yang serius. Pemberian obat Natrium klorida untuk anak diberikan juga apabila terjadi peningkatan tekanan intrakranial yang terjadi pada penderita cedera trauma otak.

Sementara dosis Natrium Chlorida yang diberikan saat terapi lanjutan adalah 3 sampai 4 mEq/ kg/ hari. Dosis maksimal saat terapi lanjutan sebesar 100 sampai 150 mEq/ hari. Dosis ini akan berbeda-beda berdasarkan kondisi klinis pasien.

Dosis Natrium klorida untuk Pasien Dewasa

Untuk pasien dewasa dengan kondisi trauma, pendarahan subarachnoid serta sindrom herniasi transtentorial maka dosis obat Natrium klorida dalam bentuk sediaan cairan hypertonic sebesar 30 sampai 60 ml. Komposisi obat Natrium klorida dalam sediaan cairan sebesar 23,4% dan diberikan selama 2 hingga 20 menit lewat pusat pembuluh vena. Untuk mengatasi sepsis berat, maka pemberian cairan Natrium klorida sebanyak 30 ml per kg (dosis minimal).

Kontraindikasi 

Interaksi dengan Obat Lain 

Penggunaan obat Natrium Chlorida bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat-obatan baik itu obat herbal, obat resep, non resep ataupun suplemen. Oleh sebab itu Anda harus selalu menginformasikan penggunaan obat-obatan lainnya terhadap dokter. Anda juga harus menginformasikan ke dokter jika Anda sedang mengkonsumsi suplemen baik itu suplemen medis maupun herbal. 

Kelompok Orang Berisiko 

Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap penggunaan obat-obatan tertentu ataupun Natrium klorida harus selalu menginformasikan ke dokter mengenai hal ini. Pasalnya dokter akan mengganti resep Natrium Chlorida dengan obat jenis lainnya. Alergi lainnya terhadap minuman ataupun jenis makanan juga harus selalu dikonsultasikan ke dokter.

Lansia juga termasuk ke dalam kelompok orang yang berisiko apabila menggunakan obat-obatan ini. Oleh sebab itu Anda harus selalu berkonsultasi ke dokter untuk penggunaan orang kelompok lanjut usia. Sementara untuk wanita hamil dan menyusui obat ini termasuk ke dalam kategori C sehingga penggunaan harus di bawah pengawasan dokter.

Efek Samping

Pemberian Natrium Chlorida dalam bentuk cairan, infus ataupun gel bisa menimbulkan efek samping. Hanya saja, efek samping penggunaan obat Natrium klorida tidak sama untuk setiap orang. Pada beberapa orang mungkin akan mengalami beberapa efek samping berikut ini:

  • Demam
  • Peningkatan detak jantung
  • Suara menjadi serak
  • Timbul ruam berwarna merah pada beberapa bagian tubuh yang menyebabkan rasa gatal
  • Iritasi pada kulit
  • Rasa sesak pada dada
  • Nyeri pada bagian tubuh terutama persendian dan timbul pembengkakan

Pada beberapa orang yang memiliki riwayat alergi terhadap Natrium klorida, konsumsi obat ini  bisa menimbulkan efek samping seperti sulit untuk bernapas, timbul ruam merah pada beberapa bagian tubuh yang terasa gatal, bagian tubuh seperti lidah, wajah, tenggorokan dan bibir membengkak.

Apabila Anda mengalami beberapa gejala efek samping di atas, maka sebaiknya Anda segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Cara Konsumsi

Obat Natrium Chlorida harus disimpan di dalam ruangan yang tidak lembab dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Temperatur penyimpanan obat yakni suhu ruangan untuk mencegah kerusakan obat. Konsumsi obat Natrium Chlorida dalam bentuk berbagai sediaan dapat dikonsumsi tanpa makan terlebih dahulu ataupun sesudah makan. Penggunaan obat Natrium klorida harus mengikuti dosis yang disarankan, tidak boleh mengurangi ataupun melebihkan dosis selain yang disarankan dokter.

Konsumsi obat Natrium Chlorida dalam bentuk cairan ditelan bersama dengan satu gelas air putih penuh sekitar 8 ons. Obat harus langsung dikonsumsi saat dibuka. Tidak boleh sembarangan mencampurkan obat karena dikhawatirkan dapat meningkatkan efek samping dari obat.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis