fbpx

Bagaimana Hidup dengan Diabetes Melitus?

Nov 14, 2020 | Diabetes | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering terjadi pada orang dengan usia lanjut usia 60 tahun keatas. Menurut WHO, terdapat 422 juta orang yang menderita diabetes di dunia. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian di dunia. Di Indonesia sendiri penderita diabetes cukup banyak. Menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2018,  di Indonesia terdapat 2% orang penderita diabetes melitus. 

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang mengakibatkan komplikasi pada organ lain seperti jantung, ginjal, mata, sistem saraf dan pembuluh darah. Diabetes menyebabkan tubuh menjadi tidak bisa menggunakan insulin secara efektif sehingga glukosa tidak dapat diolah dan terus meningkat jumlahnya dalam darah (Baca juga Tanda dan Gejala Diabetes Melitus Yang Harus Anda Ketahui).

Bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November, Lifepack ingin membagikan sedikit informasi seputar diabetes. Apa aja sih? Simak selengkapnya berikut ini!

Faktor Risiko Diabetes

Terdapat banyak sekali faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit diabetes melitus, antara lain :

1. Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko yang tidak dapat diubah. Faktor risiko ini dapat meningkatkan risiko Anda terhadap diabetes melitus Jika memiliki keluarga dengan riwayat pernah menderita diabetes melitus. Menurut jurnal Diabetic Medicine, orang yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes melitus memiliki risiko 1,53 lebih besar untuk terkena diabetes melitus.

2. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional atau diabetes yang terjadi pada kehamilan disebabkan oleh terjadinya peningkatan berat badan berlebih. Peningkatan berat badan berlebih ini terjadi pada masa kehamilan. Semakin tua usia kehamilan, maka semakin tinggi risiko seorang wanita hamil untuk mengalami diabetes gestasional. Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami diabetes melitus di masa mendatang.

3. Gaya Hidup Tidak Sehat

Kebanyakan penyebab diabetes melitus adalah penerapan gaya hidup tidak sehat. Gaya tidak sehat yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap diabetes melitus adalah kurangnya aktivitas fisik, konsumsi lemak jenuh dan trans berlebih, merokok, konsumsi alkohol berlebih, dan obesitas.

Cara Hidup dengan Diabetes

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis berbahaya yang cukup banyak terjadi. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan memulai gaya hidup sehat seperti melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengontrol berat badan normal, dan tidak merokok. Namun jika Anda sudah terlanjur mengalami diabetes melitus, Anda dapat mencoba beberapa tips berikut ini untuk mencegah komplikasi diabetes dan membuat hidup lebih sehat meski Anda sudah terkena diabetes.

1. Kontrol Kadar Gula Darah

Ketika Anda sudah menderita diabetes, menjaga kadar gula darah normal menjadi semakin penting untuk dilakukan. Hal ini akan membantu Anda mencegah terjadinya permasalahan kesehatan yang semakin serius hingga terjadinya komplikasi akibat diabetes seperti kebutaan, gagal ginjal, dan lain-lain. 

penderita diabetes, diabetes melitus
Menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, di Indonesia terdapat 2% orang penderita diabetes melitus.

Seberapa sering frekuensi Anda dalam memeriksa kadar gula darah tergantung pada jenis diabetes dan apakah Anda mengonsumsi obat-obatan untuk diabetes. Namun terdapat beberapa waktu yang direkomendasikan oleh CDC untuk memeriksakan kadar gula darah, yaitu:

  1. Saat pertama kali bangun tidur
  2. Sebelum makan atau minum apapun
  3. Dua jam setelah makan
  4. Sebelum tidur

Kadar gula yang normal sebelum makan adalah 80-130 mg/dL, sedangkan 2 jam setelah makan adalah < 180 mg/dL.

Terdapat beberapa penyebab peningkatan kadar gula darah, antara lain adalah stress, konsumsi makanan berlebih, dan kekurangan insulin. Gejala dari peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes adalah kelelahan, haus berlebihan, penglihatan menjadi kabur, dan frekuensi buang air kecil yang meningkat.

2. Menjaga Berat Badan Sehat

Berat badan yang sehat sangat mempengaruhi perkembangan penyakit diabetes melitus yang Anda derita. Sehingga menjaga berat badan sehat sangatlah penting. Anda dapat melakukan pengukuran berat badan sehat dengan mengukur BMI (Body Mass Index). Berikut skala berat badan sehat yang dapat Anda jadikan sebagai perbandingan:

  1. Underweight (Berat Badan Kurang) : < 18.5
  2. Normal : 18.5-24.9
  3. Overweight (Berat Badan Lebih) : 25-29.9
  4. Obesitas : ≥ 30

Anda dapat menghitungnya dengan cara Body Mass Index adalah BMI = Berat Badan / Tinggi Badan (m)2. Menurut dr. Irma Lidia dari Tim Dokter Lifepack, dengan menurunkan berat badan Anda sekitar 7-10% dari berat badan dan mempertahankannya, penderita diabetes melitus tipe 2 dapat memperbaiki kadar gula dan meningkatkan sensitivitas insulinnya. pada orang yang belum diabet ini berarti mengurangi resiko kena diabetes.

3. Konsumsi Makanan yang Baik

Ketika menderita diabetes, perencanaan makan dan konsumsi makanan yang baik sangatlah penting untuk dilakukan. Anda perlu merencanakan makanan Anda untuk dikonsumsi sehari-harinya guna mengontrol kadar gula darah agar tetap normal. Selain itu Anda juga perlu memiliki strategi seperti membaca label nutrisi pada kemasan dan makan di waktu yang tepat agar kadar gula darah tidak meningkat secara signifikan.

4. Aktivitas Fisik

Sebenarnya cara ini sangat mempengaruhi cara-cara lainnya. Aktivitas fisik dapat membantu Anda dalam menjaga berat badan sehat. Selain itu aktivitas fisik juga membuat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin untuk membakar glukosa menjadi energi. Anda juga akan membuat tidur menjadi lebih berkualitas dan membantu mengontrol tekanan darah Anda.

5. Cegah Komplikasi Diabetes

Dengan berjalannya waktu, diabetes dapat mempengaruhi organ-organ lainnya dalam tubuh Anda. Namun, Anda dapat memperlambat hal itu untuk terjadi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Anda dapat mencegahnya dengan konsumsi makanan sehat, menjaga gula darah normal, menjaga berat badan sehat, dan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Meski begitu, Anda perlu tahu apa saja komplikasi diabetes melitus dan apa penyebabnya agar Anda dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes dengan optimal.

Penyakit jantung, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah. Selain itu Anda juga dapat memiliki beberapa masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan penyakit jantung seperti hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol yang menimbulkan plak-plak pada pembuluh darah.

Anda dapat mencegah komplikasi dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup yang lebih sehat seperti di atas.

Itulah informasi mengenai hidup dengan diabetes melitus. Semoga bermanfaat.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Atau Anda bisa mendapatkan rekomendasi suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Ditulis oleh: Nada Karisma

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. (2019). Living with Diabetes. Diakses pada 2020.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis