fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Ketika Anda dirawat di rumah sakit atau poliklinik tertentu, biasanya akan diberi infus. Pemberian infus utamanya berfungsi untuk mengembalikan kondisi cairan elektrolit tubuh yang hilang. Tahukah Anda cairan apa yang digunakan pada infus tersebut? Isi cairan dalam infus ada bermacam – macam, namun yang paling banyak digunakan adalah larutan natrium klorida (Baca juga Natrium Laktat). 

Informasi 

Natrium klorida atau rumus senyawanya NaCl merupakan suatu larutan garam elektrolit yang memiliki fungsi untuk mengatur jumlah air dalam tubuh Anda. Garam natrium juga memainkan peran pada bagian impuls saraf dan kontraksi otot.

natrium klorida, natrium chloride
Natrium klorida merupakan suatu larutan garam elektrolit yang memiliki fungsi untuk mengatur jumlah air dalam tubuh Anda.

Natrium klorida sering disebut pula sebagai garam dapur. Senyawa ini dalam bentuk larutan digunakan untuk mengatasi atau mencegah kehilangan natrium yang disebabkan dehidrasi, keringat berlebih, atau penyebab lainnya. Biasanya digunakan pula sebagai pertolongan pertama untuk kondisi dehidrasi parah akibat diare. 

Natrium klorida pada sediaan obat terdapat pada 4 bentuk. Ada bentuk solution, Inhalation 0.9% dalam volume 90 mL dan 240 mL. Ada pula yang berbentuk gel dengan berat 14.1 g, cairan eksternal 355 mL, dan salep Ophthalmic 5% dengan berat 3,5 g.

Dosis

Penggunaan natrium klorida pada kasus ICP refraktori tinggi karena terjadinya perdarahan subarachnoid, trauma, dan neoplasma, serta penggunaannya untuk sindrom herniasi transtentorial pada pasien dewasa dapat diberi dosis infus secara IV: Hypertonic saline: 23,4% (30-60 mL) diberikan 2-20 menit yang diberikan melalui pusat akses vena saja.

Sedangkan penggunaan larutan elektrolit ini untuk sepsis berat, diberikan resusitasi cairan awal infus secara IV: saline normal (0,9% NaCl), minimal 30 mL / kg. Sedangkan untuk pasien anak – anak dapat diberikan infus tipe IV: Solusi Hypertonic (>0,9%).

Pada pasien anak sebaiknya hanya digunakan untuk pengobatan awal untuk gejala hiponatremia serius atau meningkatnya tekanan intrakranial dalam letak cedera trauma otak. Selanjutnya dapat diberi dosis pengembangan 3-4 mEq/kg/hari; maksimal: 100 – 150 mEq/hari; dosis berbeda berdasarkan kondisi klinis.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Natrium klorida tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan lithium dan tolvaptan karena dapat bereaksi berlebihan. Selain itu juga tidak dianjurkan dikonsumsi dengan obat hipertensi karena dapat berefek buruk untuk penggunanya. 

Kelompok Orang Berisiko

Sebaiknya penggunaan obat dengan kandungan natrium klorida didasarkan pada resep dokter. Terlebih jika Anda mengalami kondisi asidosis, justru konsumsi NaCl berlebihan dapat meningkatkan kadar klorida dalam tubuh, sehingga terjadi masalah asidosis metabolisme pada tubuh.

Selain itu juga tidak dianjurkan bagi Anda yang mengalami masalah retensi cairan, penggunaan NaCl dapat meningkatkan risiko terjadinya hipernatremia, hipokalemia, serta gagal jantung kongestif. Obat ini juga tidak baik digunakan bagi penderita hipertensi, karena dapat meningkatkan tekanan darah. 

Efek Samping

Sebagaimana penggunaan obat lainnya, meskipun natrium klorida juga terdapat pada garam dapur, penggunaan obat ini juga bisa memicu efek samping walaupun jarang. Gejala efek samping yang bisa terjadi seperti detak jantung cepat, demam, gatal-gatal atau ruam, suara serak, iritasi, nyeri sendi, kaku, atau bengkak, dan dada sesak.

Efek samping parah yang bisa muncul biasanya karena terjadi reaksi alergi, hingga yang lebih parah lagi sampai terjadi syok anafilaktik. Gejala yang muncul seperti pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah, ruam kulit, gatal-gatal, dan kesulitan bernapas.

Jika muncul efek samping ringan, segera hentikan pemakaian obat dan konsultasikan ke dokter. Namun jika muncul gejala efek samping parah, segeralah untuk mendapatkan pertolongan medis. 

Cara Konsumsi

Penggunaan obat ini sebaiknya atas saran dan mengikuti petunjuk dari dokter. Anda bisa menggunakan obat ini dengan segelas air penuh (8 ons) dan dapat Anda minum dengan atau tanpa makan. Namun, untuk memastikan bahwa obat ini membantu kondisi Anda, darah Anda mungkin akan dites secara berkala. Untuk itu, sebaiknya Anda mengunjungi dokter secara rutin.

Penggunaan natrium klorida sebagai pertolongan pertama jika Anda mengalami dehidrasi akibat diare parah, bisa membuat garam ini sebagai oralit. Cara pembuatannya cukup mudah. Anda tinggal masukkan 1/2 sendok teh garam dapur dan 8 sendok teh gula pasir ke dalam wadah.

Selanjutnya Anda bisa menambahkan 1 liter air matang ke dalam wadah dan aduk sampai rata dengan sendok selama 1 menit. Larutan oralit siap untuk Anda minum. Perlu diingat bahwa oralit tidak menghentikan diare, fungsinya hanya mencegah Anda mengalami dehidrasi. Jadi Anda tetap butuh minum obat untuk menghentikan diare. 

Usahakan jangan sampai berbagi obat ini dengan orang lain, meskipun jika mereka memiliki gejala yang sama dengan Anda, apalagi dalam bentuk infus. Sebaiknya segera hubungi dokter jika gejala tidak berkurang atau jika menjadi lebih buruk ketika menggunakan sodium chloride. Sebaiknya Anda menyimpan obat ini dalam ruangan dengan temperatur jauh dari lembab, panas, dan cahaya.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis