fbpx

Natrium Bikarbonat

Sep 25, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf N | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ketika Anda membuat roti atau kue, bahan apa yang Anda gunakan untuk mengembangkan adonan? Ya betul, soda kue atau bahasa ilmiahnya adalah natrium bikarbonat. Senyawa ini selain sebagai pengembang pada adonan roti, juga bisa digunakan sebagai obat. Gangguan atau penyakit apa saja yang bisa dipulihkan dengan natrium bikarbonat?

Informasi 

Natrium bikarbonat atau yang sering Anda sebut sebagai soda kue sebagai obat bisa digunakan untuk menetralkan asam darah (pada keadaan asidosis) dan urine yang terlalu asam. Pada sebagian orang dengan penyakit berisiko, urine yang terlalu asam dapat memicu timbulnya batu ginjal. Soda kue ini juga dapat berperan sebagai antasida, yang berperan menetralkan asam lambung.

Dosis

Penggunaan natrium bikarbonat untuk kondisi asidosis metabolik pada dewasa dapat diberikan larutan 50 – 150 mEq natrium bikarbonat dalam 1 L larutan dextrose 5% (D5W) kemudian dapat diberikan melalui infus intravena dengan kecepatan 1 – 1,5 L/jam selama 1 jam pertama. Pada anak-anak diberi dosis 2-5 mEq/kg infus IV selama 4- 8 jam. 

Sedangkan pada kondisi ketoasidosis diabetik diperbolehkan bila pH darah arterial antara 6,9-7,1 dengan perfusi jaringan dan ventilasi pernapasan yang adekuat, dapat diberi dosis 50 mEq dilarutkan dalam 1 L larutan yang diinginkan. 

Pemberian obat ini secara oral untuk pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang mengalami asidosis diberikan 3×500-1000 mg per hari dilaporkan mampu menurunkan risiko memerlukan dialisis. Selain itu, obat ini juga bermanfaat menurunkan progresivitas PGK. Kadar natrium bikarbonat yang disarankan untuk PGK adalah serum <22 mEq/L.

Penggunaan obat ini pada kondisi alkalinisasi urin biasa digunakan pada kasus intoksikasi atau overdosis dan dapat diberikan dosis 50-150 mEq dilarutkan dalam 1 L D5W diberikan secara infus intravena dengan kecepatan 1-1,5 L/jam, dan dapat ditingkatkan hingga 100-150 mEq/L. Pemberian dosis disesuaikan dengan pH urin yang diinginkan. 

Sedangkan pada pasien anak – anak usia 0 – 12 tahun untuk kondisi alkalinisasi urin dapat diberi dosis 1 – 10 mEq (84-840 mg)/kg/hari per oral dibagi dalam beberapa dosis. Sedangkan untuk anak usia 12 – 18 tahun dapat diberikan dengan dosis 325-2000 mg per oral sebanyak 1-4 kali per hari.

Penggunaan natrium bikarbonat untuk hiperkalemia dapat diberikan dosis 1 ampul atau setara 50 mEq, disuntikan secara bolus lambat (>5 menit) dan dapat diulang setiap 10-15 menit. Pada kondisi henti jantung, dapat diberi 1 mEq/kg IV lambat, dapat diulang dengan dosis 0,5 mEq/kg setelah 10 menit. 

Sedangkan penggunaannya untuk kondisi dispepsia dapat diberi dosis 325 – 2000 mg per oral diberikan 1-4 kali per hari. Selain itu, penggunaan obat ini sebagai antasida hanya diperuntukkan sebagai penghilang gejala sementara dan tidak digunakan sebagai terapi jangka panjang. 

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Obat yang memiliki kandungan natrium bikarbonat tidak bekerja maksimal jika digunakan bersamaan dengan obat memantine, acetazolamide, aspirin, dan kortikosteroid. Selain itu, konsumsi obat ini juga akan menurunkan efektivitas kerja dari obat sukralfat, pazopanib, suplemen zat besi, anti-jamur golongan Azol, seperti ketoconazole dan fluconazole, serta obat ampicillin.

Kelompok Orang Berisiko

Pengobatan menggunakan natrium bikarbonat tidak dianjurkan bagi pasien dengan riwayat hipersensitivitas, alkalosis metabolik atau respiratorik, asidosis hiperkarbia, hipernatremia, hipokalemia, edema paru berat, dan pasien dengan nyeri abdomen yang belum diketahui penyebabnya.

Sebaiknya hindari pemberian obat ini pada kondisi kongesti atau edema paru yang berat karena dapat menimbulkan peningkatan retensi natrium dan overload cairan. Begitu pula penggunaan pada kondisi gagal jantung kongestif, gangguan ginjal, sirosis hepatis, anak dengan ketoasidosis diabetik, pasien yang sedang menggunakan kortikosteroid jangka panjang, serta  edema.

Penggunaan obat ini  pada pasien gangguan ginjal dan gangguan hati lebih berisiko untuk mengalami hipernatremia, pergeseran elektrolit, dan perubahan pH sistemik yang cepat. Sebagai antasida, obat ini sebaiknya tidak rutin digunakan selama lebih dari 2 minggu, dan jangan mengonsumsinya dengan susu karena meningkatkan risiko munculnya efek samping. 

Efek Samping

Penggunaan natrium bikarbonat dapat menimbulkan efek samping ringan seperti merasa haus terus menerus, kram perut, serta buang gas atau kentut. Segera hentikan pemakaian dan dapatkan pertolongan medis jika muncul efek samping sakit kepala parah, mual, muntah yang menyerupai bubuk kopi, kehilangan selera makan, sering ingin buang air kecil, napas lambat, pembengkakan kaki atau tungkai bawah, hingga terdapat darah pada air kencing.

Cara Konsumsi

Penggunaan obat ini sebaiknya atas resep dokter dan ikuti petunjuk yang dianjurkan. Penggunaan natrium bikarbonat sebagai antasida, umumnya diminum  1 hingga 2 jam setelah makan, dengan segelas penuh air. Hindari pemakaian obat ini lebih dari 2 minggu kecuali memang sudah diresepkan dokter.

Apabila kondisi kesehatan Anda belum juga membaik, segera hubungi dokter Anda. Sebaiknya Anda tidak memberikan obat ini kepada anak-anak di bawah usia 12 tahun, kecuali atas resep dokter. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis