fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

MgOH2 atau dikenal dengan magnesium hidroksida merupakan salah satu jenis obat yang dapat mengatasi sembelit atau kondisi penyakit lain yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung seperti maag. Obat ini termasuk dalam golongan obat pencahar (tipe osmosis) yang cara kerjanya yaitu menarik air ke dalam usus sehingga akan memicu pergerakan di dalam usus serta melunakkan feses untuk keluar (Baca juga Bahaya Penyakit Asam Lambung dan Cara Mengatasinya).

Dengan demikian, Anda pun akan lebih mudah untuk buang air besar. Selain obat pencahar, MgOH2 termasuk jenis antasida yang dapat menetralkan asam lambung yang berlebihan. Oleh karena itu, obat ini tentunya dapat meredakan gejala maag, heartburn (sensasi panas di dada dan nyeri di ulu hati), dan berbagai gangguan pencernaan akibat naiknya asam lambung.

Informasi

Senyawa obat MgOH2 termasuk dalam golongan antasida dan pencahar serta dalam kategori obat bebas. Obat magnesium hidroksida tersedia dalam kemasan tablet (tablet kunyah) dan sirup (cairan). Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak. 

Dosis

Dosis yang diberikan dalam penggunaan obat magnesium hidroksida disesuaikan dengan kondisi medis pasien dan usianya.

  • Kondisi asam lambung naik: Pada orang dewasa dosis maksimalnya 1 g/hari biasanya digunakan dengan obat antasida lain seperti aluminium hidroksida. 
  • Kondisi Sembelit: Pada orang dewasa diberikan 2,3-4,8 per hari dalam dosis tunggal atau dibagi menjadi beberapa dosis. Pada anak usia 6-11 tahun dosisnya 1,2-2,4 g per hari dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dibagi menjadi beberapa dosis terpisah. Sedangkan anak usia 2-5 tahun, dosisnya 0,4-1,2 g per hari dalam dosis tunggal atau dibagi menjadi beberapa dosis terpisah.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Anda harus memberi tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan lain baik obat resep, non resep, suplemen, vitamin dan obat herbal.

Kelompok Orang Berisiko

Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi obat MgOH2 atau magnesium hidroksida jika memiliki alergi terhadap obat ini. Sebelum menggunakan obat ini, konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang dalam kondisi hamil, menyusui atau dalam program kehamilan. 

Anda sebaiknya berhati-hati menggunakan obat magnesium hidroksida jika sedang menderita penyakit tertentu seperti gangguan hati, gangguan ginjal, diet rendah magnesium, gangguan saluran pencernaan, radang usus atau sumbatan usus.

Efek Samping

Obat magnesium hidroksida memiliki beberapa efek samping umum yang sering terjadi di antaranya:

  • Diare
  • Ketidaknyamanan di perut
  • Sensasi kebas atau mati rasa
  • Mengantuk
  • Kulit tampak kemerahan

Namun dalam beberapa kasus, efek samping serius dari penggunaan obat ini dapat menimbulkan gejala seperti denyut jantung melemah, perdarahan di anus, muntah terus-menerus, pingsan, dehidrasi berat serta kadar magnesium meningkat. Kadar magnesium yang tinggi dapat memicu terjadinya keracunan pada pasien gangguan ginjal. 

Selain itu, obat ini dapat menimbulkan syok anafilaksis atau reaksi alergi yang dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran atau bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Kondisi tersebut ditandai dengan gejala seperti gatal-gatal di seluruh tubuh, kesulitan bernapas, ruam kemerahan, serta pembengkakan pada tenggorokan, mulut dan wajah. Jika Anda ragu dengan gejala yang dialami setelah penggunaan obat, Anda harus segera menghubungi dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Cara Konsumsi

Dalam penggunaan obat magnesium hidroksida, pastikan Anda telah mengetahui dan membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan dan tablet kunyah. Cara konsumsi tablet kunyah, Anda harus mengunyah tablet hingga hancur sebelum menelannya. 

Karena obat yang telah hancur ini akan lebih mudah masuk ke dalam lambung sehingga kerja obat lebih cepat untuk mengatasi gejala. Setelah dikunyah, minumlah segelas air putih untuk memudahkan menelan obat serta membersihkan sisa-sisa obat di mulut. 

Sedangkan cara konsumsi obat cairan, Anda perlu kocok terlebih dahulu obatnya agar dapat tercampur merata. Kemudian, Anda tuang cairan obat ke atas sendok atau gelas takaran obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Ukurlah dosis dengan hati-hati menggunakan sendok atau alat pengukur khusus. 

Anda tidak boleh menggunakan sendok makan karena kemungkinan tidak sesuai dengan ukuran dosis yang disarankan. Obat cair ini sebaiknya diminum tanpa dibarengi dengan cairan lainnya, terkecuali air putih, karena air putih dapat membantu melancarkan aliran obat cair masuk ke dalam tubuh.

Penggunaan obat magnesium hidroksida biasanya diminum 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisinya. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terkait jadwal yang tepat untuk mengonsumsi obat ini. Pastikan Anda tidak mengurangi atau menambah dosis obat. Penggunaan obat dalam jangka panjang atau overdosis kemungkinan dapat menyebabkan ketergantungan serta terjadi diare terus-menerus. 

Selain itu, penggunaan berlebih juga dapat meningkatkan kadar magnesium dalam tubuh. Jika gangguan pencernaan Anda tidak membaik selama lebih dari 1 minggu, Anda harus segera konsultasi dengan dokter. Anda harus menghubungi dokter jika kondisi tidak kunjung membaik dan cenderung memburuk.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis