Meningitis

Jul 7, 2020 | penyakitM | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Kesehatan merupakan investasi yang paling berharga bagi seseorang. Dengan tubuh yang sehat dapat terhindar dari serangan virus dan bakteri yang menyebabkan munculnya flu, demam dan sakit kepala. Namun, gejala tersebut bisa menjadi penyakit yang serius yaitu Meningitis. Penyakit ini sulit dikenali karena gejala awalnya sangat umum terjadi.

Informasi

Meningitis merupakan peradangan pada lapisan pelindung yang menyelimuti saraf tulang belakang dan otak. Lapisan tersebut dikenal dengan meningen, akibat adanya virus, parasit, jamur dan bakteri yang masuk dalam tubuh. Saat sistem imun dalam tubuh menurun, tubuh mudah sekali terserang virus sehingga memicu munculnya penyakit ini.

Penyakit ini sangat rentan terjadi pada balita dengan sistem imun yang masih lemah. Meningitis bisa menimbulkan komplikasi penyakit berbahaya, seperti gagal ginjal dan kejang-kejang. Sehingga harus segera diatasi dengan cepat dan tepat.   

Gejala

Penyakit ini mempunyai gejala awal yang sangat umum seperti flu dan demam. Pada balita akan muncul benjolan di kepala disertasi dengan kejang dan kaku leher, dan gejala lain seperti:

  1. Demam dan nyeri pada kepala.
  2. Muntah dan sakit tenggorokan yang membuat suara menjadi serak.
  3. Sering mengantuk dan linglung serta tidak nyaman.
  4. Kejang-kejang.
  5. Rasa nyeri dan sakit saat menelan makanan atau minuman.
  6. Kulit terlihat ruam dan merah.
  7. Membesarnya kelenjar getah bening pada leher. 

Penyebab

Penyakit ini dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  1. Akibat Virus

Penyakit ini sangat rentan terjadi pada balita dan orang dewasa. Penyebab Meningitis ini adalah virus influenza, measles, coxsackie virus A dan B, HIV, west nile virus dan echovirus. Meningitis virus dapat sembuh dengan cepat dan masih tergolong ringan.

  1. Akibat Bakteri

Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri yang masuk dalam tubuh. Bakteri tersebut meliputi Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Staphylococcus aureus, dan Listeria monocytogenes. Meningitis bakteri dapat menular dan menyebabkan penyakit berbahaya.

  1. Akibat Jamur

Penyakit ini disebabkan karena infeksi jamur pada tubuh karena sistem imun yang lemah. Meningitis ini dapat menyebar ke aliran darah dan otak hingga sumsum tulang belakang. 

  1. Akibat Parasit

Penyait ini disebabkan karena adanya parasit yang bisa ditemukan dalam tanah. Baik itu ikan mentah, unggas, dan siput jarang terjadi. Meningitis parasit tidak menular kepada manusia.

  1. Non Infeksi

Jenis penyakit ini disebabkan karena perawatan atau kondisi medis. Seperti kanker, cedera pada kepala, lupus, operasi otak dan konsumsi obat.

Faktor Risiko

Meningitis rentan terjadi pada anak-anak, terutama balita. Selain itu, penyakit ini juga bisa berisiko pada:

  1. Wanita hamil

Wanita yang sedang hamil dapat berisiko terserang listeriosis yang selanjutnya akan menimbulkan risiko meningitis.

  1. Orang sakit

Bagi orang yang sedang sakit dan melewatkan jadwal vaksinasi, dapat terserang virus yang menyebabkan meningitis. 

  1. Usia dan tempat tinggal

Penyakit ini termasuk penyakit yang dapat menular, sehingga jika dalam lingkungan terdapat penderita Meningitis, bisa berisiko tertular. Meningitis juga sering menyerang bayi dibawah lima tahun.

  1. Penderita HIV/AIDS dan Diabetes

Sistem imun tubuh berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus. Jika imun terganggu, virus dapat dengan mudah menyerang yang menyebabkan Meningitis. Penderita diabetes, HIV, atau pecandu sangat rentan terkena Meningitis karena sistem imun yang lemah. 

Diagnosis

Penyakit ini harus diatasi dengan cepat oleh dokter dengan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat untuk diberi pengobatan yang sesuai. Pemeriksaan Meningitis yang dilakukan diantaranya:

  1. Tes Darah

Tes darah bertujuan untuk mengetahui dan mendeteksi adanya bakteri, virus, atau jamur dalam darah.

  1. CT Scan atau MRI

Tes pemindaian dilakukan untuk mendeteksi adanya pembengkakan pada kepala. Pemeriksaan ini dilakukan dengan CT Scan dada untuk melihat infeksi pada bagian lain karena adanya Meningitis.

  1. Pengambilan Sampel

Selanjutnya dengan pengambilan sampel cairan serebrospinal. Cairan ini digunakan untuk mendeteksi Meningitis secara akurat. Dokter akan mengukur sel darah putih, kadar gula darah dan protein.

  1. Tes DNA

Tes antibodi atau DNA dilakukan untuk mengetahui adanya virus atau bakteri pada cairan serebrospinal serta jenis virus tersebut. 

Pengobatan

Berbagai penyakit dapat sembuh dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk Meningitis. Agar penyakit ini tidak menyebabkan komplikasi yang lebih serius, Anda harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah dokter mendiagnosis penyakit tersebut, Anda bisa mengonsumsi obat antimikroba yang diberikan sesuai dosis dan anjuran.

Pengobatan juga bisa dilakukan dengan menjalani terapi bagi penderita kanker dan lupus. Konsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan imunitas. Serta lakukan olahraga secara teratur, dan rajin mengonsumsi air putih. 

Pencegahan

Meningitis dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tubuh yang sehat, sistem imun akan stabil dan terhindar dari serangan virus. Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan infeksi. Serta lakukan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh sesuai dengan petunjuk dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis