fbpx

Mengenal Spasminal 10 Tablet, Dosis, dan Efek Sampingnya

Okt 9, 2020 | Obat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Pernahkah Anda mendengar obat spasminal? Ya, obat yang satu ini memang cukup marak di pasaran. Mungkin anda juga bertanya-tanya spasminal obat apa dan apa fungsinya? Lifepack akan menjelaskan secara lebih lanjut tentang spasminal obat apa, fungsi, dosis dan efek sampingnya berikut ini. 

Apa Itu Obat Spasminal?

Spasminal merupakan merek dagang obat pereda nyeri akibat kolik. Spasminal memiliki 10 tablet dalam satu stripnya. Obat spasminal merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri akibat kejang otot atau dalam keadaan kolik. Kolik merupakan keadaan atau rasa nyeri akibat kejang otot polos pada saluran cerna. 

Memang terdapat banyak sekali obat pereda nyeri, salah satunya adalah obat spasminal ini. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter untuk penggunaannya. Obat spasminal mengandung tiga senyawa aktif di dalamnya, yaitu metampiron 500 gram, ekstrak belladonna 10 gram, dan papaverine HCl 25 gram.

Metampiron yang terkandung dalam obat spasminal bekerja sebagai obat analgesik dengan cara meredakan rasa nyeri dalam keadaan kolik. Sedangkan kandungan ekstrak belladona dan papaverin HCl bekerja sebagai obat spasmolitik yang merelaksasi otot otot polos di dalam saluran cerna. Obat ini tidak hanya digunakan dalam keadaan kolik saja, nama untuk meredakan nyeri haid, sakit kepala, dan mabuk perjalanan. 

Informasi Obat

Golongan : Antispasmodik

Kategori : Obat resep

Manfaat : Meredakan nyeri dan relaksasi otot polos dalam keadaan kolik

Bentuk sediaan : Tablet

Dosis

Obat spasminal merupakan obat yang tidak dapat digunakan secara bebas. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Anda tidak dapat melebihkan atau mengurangi dosis tanpa sepengetahuan dokter. Terdapat beberapa rekomendasi dosis untuk penggunaan obat spasminal, antara lain 3×1 tablet, maksimal dikonsumsi 4 tablet.

Spasminal obat yang dikonsumsi setelah makan. Pastikan anda membaca petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan. Jangan hancurkan atau gerus obat ini tanpa instruksi dokter karena dapat mengganggu kinerja obat dalam tubuh. Anda dapat mengkonsumsi obat ini dengan bantuan air putih agar mudah tertelan.

Efek Samping

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, spasminal obat yang memerlukan resep dokter, sehingga penggunaannya tidak dapat sembarangan. Anda perlu memahami apa saja efek samping penggunaan obat ini, karena pada beberapa kasus obat ini dapat menimbulkan efek samping antara lain : 

  1. Mulut kering
  2. Mengantuk
  3. Sakit kepala
  4. Tremor
  5. Konstipasi
  6. Sulit buang air kecil
  7. Pandangan menjadi kabur
  8. Midriasis (pupil mengalami konstriksi)
  9. Meningkatnya tekanan pada mata
  10. Takikardia
  11. Denyut jantung melambat atau menjadi cepat
  12. Timbul kemerahan pada leher
  13. Demam (Baca juga Redakan Demam Anak dengan 4 Cara Ini)
  14. Sembelit
  15. Ruam
  16. Muntah
  17. Fotofobia (sensitivitas yang tinggi terhadap cahaya)

Efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan obat ini dapat berbeda-beda. Bila Anda mengalami efek samping di atas dan merasa efek samping semakin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Kontraindikasi

Obat ini juga dapat dikontraindikasikan terhadap beberapa orang dengan kondisi medis tertentu, seperti:

  1. Glaukoma
  2. Gangguan hati dan ginjal
  3. Hernia hiatal (Baca juga Penyakit Hernia: Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya)
  4. Ileus paralitik
  5. Asma (Baca juga Kenali Gejala Penyakit Asma dan Penanganan yang Tepat)
  6. Penyempitan saluran kemih atau cerna
  7. Atonia usus
  8. Ibu hamil dan menyusui

Obat ini juga dikontraindikasikan dengan beberapa obat, yaitu obat antikolinergik, histamin, reserpin, guanetidin, dan antasida. Pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika Anda ingin meminum obat lain berabrengan dengan obat spasminal 10 tablet ini.

Peringatan

Bcaa petunjuk penggunaan obat ini yang tertera pada kemasan dengan teliti. Tanyakan kepada dokter atau apoteker jika Anda kurang memahami instruksi penggunaan yang disampaikan dokter atau apoteker maupun instruksi yang tertera pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dari dokter. Karena obat ini bukanlah obat yang dapat dikonsumsi tanpa instruksi dokter.

Jangan konsumsi obat spasminal bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Pastikan anda mengkonsultasikan kepada dokter jika anda ingin mengkonsumsi obat spasminal bersamaan dengan obat lain atau suplemen untuk menghindari terjadinya interaksi obat. Anda juga perlu mengkonsultasikannya kepada dokter jika anda sedang hamil menyusui atau ingin melakukan program kehamilan. Beritahu dokter jika anda memiliki masalah kesehatan tertentu. 

Periksakan diri ke dokter jika Anda merasakan efek samping yang dirasakan semakin memburuk, seperti:

  1. Kehilangan kesadaran
  2. Ruam parah
  3. Kejang

Pastikan Anda segera mendapat penanganan segera jika gejala efek samping yang Anda rasakan semakin memburuk.

Obat ini merupakan obat yang tidak dapat digunakan untuk mengatasi nyeri sendi, nyeri otot, dan nyeri punggung. Selain itu obat ini juga bukanlah obat yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Itulah penjelasan mengenai apa itu obat spasminal, fungsi, dosis, dan efek samping kontraindikasinya. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Ditulis oleh: Nada Karisma Oktavia

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis