Mata Ikan Kaki

by | Jun 30, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitM | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Bagian luar tubuh sangat rentan terserang infeksi, terutama kulit. Hanya dengan gesekan dan tekanan yang terlalu sering bisa menyebabkan penebalan kulit yang dikenal dengan Mata Ikan. Clavus atau Mata Ikan sering terjadi pada area kaki, tangan dan jari karena berbagai aktivitas yang memungkinkan terjadi gesekan pada kulit.

Informasi

Mata ikan menjadi penyakit kulit yang sangat rentan terjadi pada siapa saja. Bentuknya bulat dan berukuran kecil dengan bagian kulit yang keras. Kulit pada Mata ikan tersebut meradang dan disertai dengan infeksi dan nyeri. Mata ikan juga bisa menyebabkan luka yang membuat kulit menjadi tidak sehat bahkan mengganggu aktivitas.

Infeksi kulit ini bisa membesar dan bisa menimbulkan bekas pada kulit. Sehingga harus segera diobati dengan baik saat mulai muncul gejala Mata ikan. Penyakit kulit ini dapat menyebabkan perdarahan yang serius dan mengganggu sistem imunitas dalam tubuh. Meski terlihat kecil dan ringan, infeksi ini dapat berisiko menimbulkan komplikasi.

Gejala

Munculnya Mata ikan ditandai dengan adanya pengerasan dan penebalan pada area kulit. Kulit menjadi keras dan menonjol serta mempunyai sisik. Jika ditekan terasa nyeri dan sakit karena adanya peradangan. Mata ikan mempunyai tiga jenis dengan gejala yang berbeda, yaitu:

1. Mata Ikan Lunak

Jika terjadi Mata ikan lunak, kulit akan mempunyai tekstur kenyal dan terasa halus. Mata ikan lunak lebih berwarna abu-abu atau putih dan sering terjadi pada area kulit yang lembab, seperti sela jari.

2. Mata Ikan Keras

Mata ikan ini sering terjadi dan ditandai dengan adanya pengerasan pada area kulit. Jika disentuh akan terasa keras dan kasar serta mempunyai bagian bulatan ditengahnya.

3. Mata Ikan Kecil

Seperti namanya, infeksi kulit ini berukuran lebih kecil. Gejala yang ditimbulkan terasa nyeri dan keras pada bagian bawah kaki.

Penyebab

Mata ikan bisa disebabkan karena adanya tekanan yang terlalu keras dan sering. Penyakit kulit ini muncul secara alamiah dari tubuh karena terjadi kerusakan pada permukaan kulit. Mata ikan juga bisa muncul karena aktivitas yang terlalu berlebihan, seperti:

  1. Penggunaan sepatu yang terlalu longgar atau sempit, sehingga membuat kaki tidak nyaman.
  2. Terlalu lama berjalan atau berlari dengan kondisi kaki mulai terasa sakit.
  3. Terlalu lama menggunakan alat dengan tekanan atau gesekan yang tinggi, seperti alat musik dan perkakas.
  4. Tidak menggunakan kaus kaki saat memakai sepatu yang membuat kaki menjadi lecet.
  5. Tidak menggunakan sarung tangan saat melakukan aktivitas yang menimbulkan gesekan.

Faktor Risiko

Mata ikan adalah penyakit pada kulit yang sangat umum terutama pada orang dewasa. Namun, ada beberapa orang yang sangat berisiko terhadap penyakit kulit ini, diantaranya:

1. Penderita Diabetes

Penderita diabetes rentan terkena Mata ikan karena kadar gula darah yang tinggi. Jika sudah muncul infeksi tersebut, bisa menimbulkan infeksi yang lebih serius bahkan perdarahan. Kadar penderita tidak bisa mengalami luka apapun, termasuk Mata ikan.

2. Penderita Obesitas

Mata ikan juga sangat berisiko bagi penderita obesitas atau berat badan berlebihan. Karena bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit.

3. Orang yang Mempunyai Kelainan

Mata ikan dapat berisiko tinggi pada orang yang mempunyai kelainan kelenjar keringat. Serta kelainan pada bentuk jari, tangan dan kaki, seperti bunion, hammertoe, dan taji tulang serta kutil.

Diagnosis

Saat terjadi Mata ikan, segera periksakan diri ke dokter untuk diberi penanganan yang terbaik. Dokter akan melakukan pemeriksaan mengenai riwayat penyakit, kegiatan sehari-hari, gejala dan keluhan yang dirasakan. Diagnosis akan diberikan setelah dokter memeriksa kondisi Mata ikan tersebut.

Pemeriksaan Mata ikan ini dilakukan dengan menekan bagian kulit yang keras dan meradang. Dokter juga akan memeriksa bagian tubuh lain yang rentan terserang Mata ikan seperti jari dan kaki. Untuk mengetahui infeksi kulit lebih jelas, pemeriksaan bisa dilanjutkan dengan foto Rontgen untuk melihat perubahan fisik yang terjadi karena Mata ikan.

Pengobatan

Pengobatan Mata ikan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan rutinitas Anda, seperti:

  1. Menggunakan sepatu yang nyaman, disertai dengan kaus kaki dan sarung tangan.
  2. Menutupi bagian yang terkena Mata ikan dengan busa, plester atau kapas agar tidak terkena gesekan.
  3. Mengolesi krim asam salisilat untuk membuat Mata ikan cepat terkelupas.
  4. Penipisan Mata ikan dengan pisau untuk mengurangi rasa sakit oleh dokter.
  5. Menggunakan bantalan yang empuk dan nyaman untuk kaki, terutama saat menggunakan sepatu.
  6. Jika kondisi Mata ikan sudah parah bisa dilakukan dengan operasi untuk memperbaiki kondisi tulang.

Pencegahan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya Mata ikan kaki pada kulit Anda. Pencegahan tersebut bisa dimulai dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan Anda, yaitu:

  1. Menggunakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki Anda.
  2. Menggunakan kaus kaki yang empuk dan nyaman jika harus mengenakan sepatu terlalu lama.
  3. Mengoleskan krim pelembab pada area kaki secara rutin.
  4. Menjaga kebersihan kaki dan tangan serta jari secara teratur.
  5. Memotong kuku tangan dan kaki dengan bersih dan rutin.