Polip Usus

by | Jun 30, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitP | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Polip usus merupakan penyakit berupa benjolan kecil yang berada pada kolon atau bagian dalam usus besar. Penyakit ini sendiri kebanyakan tidak menimbulkan bahaya, namun ada jenis polip khusus yang dapat berkembang atau menjadi penyebab kanker usus besar.

Informasi

Penyakit Polip pada usus bisa diderita oleh berbagai kalangan usia, namun penyakit ini lebih rentan dialami oleh orang dengan usia diatas 50 tahun. Penyakit tersebut juga bisa diderita oleh orang yang memiliki berat badan berlebih, seorang perokok serta adanya anggota keluarga yang memiliki riwayat mengalami kanker usus besar maupun memiliki riwayat penyakit ini.

Gejala

Pada umumnya penderita penyakit ini tidak merasakan gejala apapun, namun, pada kasus tertentu gejala polip usus juga bisa dirasakan diantaranya:

1. Perubahan Frekuensi Buang Air Besar

Perubahan frekuensi air besar yang dialami lebih dari 7 hari dapat menjadi tanda bahwa anda mengalami polip pada usus. Perubahan frekuensi ini bisa berupa diare maupun sembelit atau konstipasi.

2. Perubahan Warna Feses

Gejala lain yang timbul dari polip usus adalah warna pada feses. Perubahan warna pada feses dapat terjadi dikarenakan telah bercampur dengan darah sehingga warna feses berubah menjadi kehitaman maupun terdapat garis merah.

3. Nyeri Perut 

Nyeri perut dapat dialami jika polip usus memiliki ukuran yang cukup besar hingga dapat menyumbat sebagian usus. Penyumbatan ini menyebabkan timbulnya rasa nyeri serta kram.

4. Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi

Polip usus dapat menimbulkan terjadinya pendarahan akibatnya zat besi yang ada dalam tubuh menjadi lebih banyak digunakan. Hal inilah yang menyebabkan penderita polip usus mengalami gejala berupa anemia.

Penyebab

Penyebab penyakit polip usus dikarenakan terjadinya mutasi genetik. Mutasi tersebut menyebabkan sel yang berada di dalam usus menjadi abnormal. Mutasi yang terjadi pada gen ini menyebabkan sel secara terus menerus membelah bahkan ketika tubuh tidak memerlukan sel baru. Pertumbuhan sel yang tak teratur inilah yang menjadi penyebab munculnya polip. Jika polip terus mengalami pertumbuhan, maka risiko terjadinya penyakit ganas pun semakin besar.

Faktor Risiko

Berikut faktor risiko seseorang dapat mengidap polip pada usus:

  1. Berusia 50 tahun ke atas.
  2. Memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat menderita polip atau kanker usus besar
  3. Menderita radang usus, seperti penyakit crohn atau kolitis ulseratif.
  4. Menderita diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
  5. Mengalami obesitas.
  6. Kurang melakukan olahraga.
  7. Merupakan seorang perokok.
  8. Sering mengonsumsi minuman beralkohol.
  9. Beberapa kelainan genetik seperti Familial adenomatous polyposis (FAP), Sindrom Gardner, Serrated polyposis syndrome, MYH-associated polyposis (MAP), Sindrom Peutz-Jeghers, Sindrom Lynch juga dapat meningkatkan risiko polip pada usus.

Diagnosis

Diagnosis polip pada usus oleh dokter sangat penting untuk dilakukan guna untuk mendeteksi secara dini apakah polip akan berpotensi berubah menjadi kanker. Berikut pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis polip

1. Kolonoskopi

Metode ini menggunakan alat berupa selang berkamera yang berguna untuk melihat lapiasan dalam dari usus besar pasien. Jika dalam pemeriksaan tersebut ditemukan polip maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut

2. Uji feses

Pemeriksaan uji feses ini dapat dilakukan dengan FIT (fecal immunochemical test) maupun FOBT (fecal occult blood test). Kedua jenis pemeriksaan tersebut berguna untuk mengetahui kandungan darah yang berada pada feses. Pemeriksaan tersebut juga dapat mendeteksi kanker usus lebih awal.

Pengobatan

Jika ditemukan polip pada usus besar, maka dokter akan melakukan sejumlah pengobatan untuk mengangkat polip tersebut. Pengobatan polip usus berupa:

  • Melakukan Polipektomi atau Pengangkatan Polip Melalui Kolonoskopi  

Metode pengangkatan ini dilakukan dengan cara menyuntikan cairan pada polip agar nantinya polip tersebut dapat terpisah dengan jaringan yang ada di sekitar polip sehingga pengangkatan dapat dilakukan. Prosedur ini menggunakan alat bantu bernama kolonoskopi. Alat ini nantinya dimasukan melalui dubur

  • Pengangkatan Polip (Polipektomi) Melalui Laparoskopi  

Jika polip memiliki ukuran yang terlampau besar, maka pengangkatan menggunakan kolonoskopi tidak bisa dilakukan. Maka, pengangkatan tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik laparoskopi. Prosedur ini serupa dengan kolonoskopi hanya saja alat dimasukan melalui dinding perut bukan lewat dubur.

  • Pengangkatan Seluruh Usus Besar

Prosedur bedah yang satu ini akan dilakukan jika pasien ternyata menderita familial adenomatous polyposis (FAP).

Pencegahan

Sebagian penyakit ini muncul disebabkan karena genetik. Penyebab seperti ini memang lebih sulit untuk dicegah, namun dengan melakukan skrining secara rutin, penyakit ini bisa diketahui sejak dini.

Sedangkan polip yang disebabkan karena adanya faktor selain genetik dapat dilakukan pencegahan dengan cara menjaga meningkatkan sistem imun tubuh:

  • Memperbanyak konsumsi sayur-sayuran serta konsumsi buah-buahan.
  • Kurangi makan makanan tidak sehat seperti konsumsi makanan berlemak, serta daging olahan serta daging merah.
  • Hilangkan kebiasaan merokok.
  • Hindari untuk mengkonsumsi minuman keras.
  • Jaga berat badan tubuh tetap ideal.
  • Olahraga secara teratur, setidaknya lakukan selama 1 jam per minggu.
  • Tingkatkan konsumsi makanan dengan kandungan kalsium guna mencegah polip usus kambuh kembali.