fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Lupus, penyakit ini mungkin sudah sering Anda dengar. Di seluruh dunia, pengidap dari penyakit ini mencapai 5 juta jiwa. Pengidapnya pun dari tahun ke tahun menjadi semakin bertambah. Lupus atau lupus eritematosus sistemik adalah penyakit autoimun yang sering menyerang wanita. 

Bukannya melindungi tubuh, tetapi sistem imun penderita lupus malah menyerang organ tubuhnya sendiri. Inilah yang dapat menjadi penyebab peradangan kronis. Penyakit ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh seperti ginjal, sendi, kulit, otak, jantung, paru-paru hingga sumsum tulang belakang.

Informasi 

Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang bisa menyebabkan peradangan di jaringan ikat serta bisa merusak berbagai macam organ penting yang berada di dalam tubuh. Penyakit ini memiliki risiko hingga 10 kali dialami oleh wanita. Biasanya, lupus rentan dialami oleh wanita yang berusia 15 -44 tahun serta wanita hamil. 

Oleh sebab itu, ketika berada dalam kondisi hamil, lebih baik rutin melakukan pengecekan kandungan, karena jika lupus pada ibu hamil tidak ditangani dengan baik, akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dari si janin dan ibu.

Gejala 

Gejala yang dialami oleh penderita lupus sebenarnya beragam, antara satu dengan yang lain pun bisa berbeda. Hal ini disebabkan karena penyakit ini dapat menyerang berbagai organ serta jaringan tubuh. Gejala yang muncul ketika seseorang mengalami lupus dapat terasa berat atau ringan, terjadi bertahap atau tiba-tiba. 

Gejala lupus seperti:

  • Daya ingat menurun
  • Sering merasa kebingungan
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada dada
  • Mata terasa kering
  • Ruam pada kulit, gatal dan nyeri ketika terkena sinar matahari
  • Munculnya ruam di bagian tubuh yang lain seperti pergelangan tangan dan tangan
  • Muncul ruam mulai dari batang hidung hingga ke kedua pipi
  • Tubuh terasa lelah walaupun sudah beristirahat
  • Nyeri atau bengkak pada persendian
  • Demam tanpa sebab yang diketahui
  • Ruam merah, paling sering pada wajah (butterfly rash)
  • Rambut rontok
  • Jari tangan atau kaki berwarna pucat atau ungu
  • Sensitivitas terhadap matahari
  • Bengkak di kaki atau di sekitar mata
  • Kelenjar bengkak

Penyebab 

Hingga sekarang, belum diketahui penyebab dari lupus secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicunya, seperti:

  • Memiliki penyakit infeksi
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti procainamide
  • Adanya peningkatan hormon estrogen
  • Mengalami stress dan tekanan

Faktor Risiko 

Berikut beberapa faktor risiko munculnya penyakit lupus, seperti:

  • Etnis. Tidak sedikit penyakit autoimun menyerang etnis tertentu. Lupus banyak terjadi pada tenis Amerika Latin dan Afrika-Amerika
  • Lingkungan. Paparan bahan kimia, cahaya matahari serta infeksi virus dan bakteri bisa menjadi faktor risiko tinggi seseorang mengidap penyakit ini
  • Riwayat keluarga. Biasanya, penyakit ini menyerang anggota keluarga lainnya.
  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko yang lebih besar untuk terserang lupus dibandinhgkan dengan laki-laki.

Diagnosis 

Lupus merupakan penyakit yang tidak mudah untuk dilakukan diagnosis. Hal ini disebabkan karena gejala yang cukup beragam dan dapat berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Untuk melakukan diagnosis lupus, biasanya dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien dan riwayat kesehatan keluarga.

Tak hanya itu, nantinya dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien termasuk memeriksa ada atau tidak ruam serta peradangan sendi yang muncul pada penderita.

Berikut beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan:

  • Tes darah secara lengkap. Tes darah dilakukan untuk mengukur jumlah jenis sel darah serta mengetahui seberapa optimalnya fungsi hati dan fungsi ginjal.
  • Tes urine. Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar protein dan sel darah merah yang bisa menjadi tolak ukur ginjal.
  • Ekokardiografi atau USG jantung, pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi aktivitas jantung dengan menggunakan gelombang suara, sehingga bisa diketahui ada atau tidaknya kerusakan pada jantung. 
  • Rontgen dada. Rontgen dilakukan untuk mengetahui seperti apa kondisi paru-paru dan melakukan pengecekan ada atau tidaknya peradangan serta penumpukan cairan yang berada di dalamnya. 
  • Biopsi kulit. Pemeriksaan ini dilakukan agar bisa mengetahui ada atau tidak jaringan yang tidak normal pada kulit.

Pengobatan 

Perlu menjadi catatan, lupus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga pengobatan yang dilakukan memiliki tujuan untuk meringankan gejala serta mencegah kambuhnya penyakit. Sejumlah pengobatan juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan organ.

Obat yang biasanya diberikan untuk penderita lupus seperti:

  • Obat anti inflamasi nonsteroid
  • Obat antimalaria
  • Kortikosteroid
  • Obat imunosupresan
  • Agen biologis

Selain obat-obat di atas, penderita juga harus melindungi kulit dari adanya sinar matahari langsung seperti menggunakan pakaian tertutup dan mengoleskan tabir surya, selain itu penderita juga harus melakukan olahraga dengan teratur dan menghindari rokok.

Pencegahan

Walaupun pengidap lupus sebagian besar merupakan kaum hawa, namun penyakit ini bisa lebih diminimalisir dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Ada beberapa cara untuk memperkecil risiko lupus seperti:

  • Menghindari stres yang berlebihan
  • Menerapkan pola hidup yang sehat 
  • Rutin melakukan olahraga
  • Hindari rokok
  • Melakukan istirahat dengan cukup
  • Mengkonsumsi makanan sehat yang kaya dengan kandungan antioksidan

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis